Merinding! Ketika Ibu Yuyun Bercerita Tentang Anaknya




Sosial media Indonesia sampai sekarang ini masih dihebohkan dengan aksi keji yang dilakukan oleh 14 pemuda terhadap Yuyun, seorang gadis yang masih berstatus pelajar di sebuah SMP di Bengkulu.

Ketika mengetahui bahwa anaknya menjadi korban kejahatan, Orang tua Yuyun hanya bisa berharap agar 14 tersangka yang telah ramai-ramai melakukan aksi kejinya terhadap Yuyun dihukum seberat-beratnya.

Merinding! Ketika Ibu Yuyun Bercerita Tentang Anaknya
Ibu Yuyun (kanan) menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya. (Rika Kurnia Ningsih/BBC.com)


"(Keluarga Yuyun) minta hukum yang seberat-beratnya bagi semua pelaku, kalau sebatas 10 tahun tak nyaman rasanya. kami minta apakah seumur hidup itu (misalnya)..." kata Yana, 30, ibu Yuyun seperti dilansir dari BBC Indonesia.

"Karena aku tak punya harta, hanya anak lah harta yang aku punya. Itulah yang aku perjuangkan dalam hidup aku. Anakku cuma dua, yang perempuan Yuyun, yang laki-laki Yayan, mereka kembar."

Seperti diketahui, Awal April lalu, Yuyun yang masih berstatus pelajar di sebuah SMP di Bengkulu dikabarkan hilang dari tempat tinggalnya di Dusun Kasiah Kasubun, Padang Ulak Tanding, Bengkulu. Yana menjelaskan banyak warga dari dua dusun yang telah pergi mencarinya.

Merinding! Ketika Ibu Yuyun Bercerita Tentang Anaknya
Rumah keluarga Yuyun (Rika Kurnia Ningsih/BBC.com)


Tiga hari berselang, Yuyun ditemukan di kebun karet dalam keadaan sudah meninggal dunia dengan tulang pinggang yang patah dan banyak terdapat luka-luka di tubuhnya. Kepolisian Bengkulu telah menetapkan 14 pelaku keji tersebut, 12 orang di antaranya sudah diamankan.

Siswi Yang Cerdas dan Rajin Ibadah

Yana menjelaskan bahwa anaknya, Yuyun merupakan siswi yang cerdas di sekolah.

"Walau kami orang upahan bapaknya nguli, tapi cita-citanya jadi guru. Sekolah dari SD sampai SMP juara terus, dan dapat piagam," kata Yana.

Senada dengan ibunya, Sang ayah juga turut mengamini perkataan ibunda Yuyun,

"Anakku sejak sekolah SD ranking terus, kadang ranking satu, kadang dua, kadang tiga. Waktu tamat SD, ranking 3," ujar ayah Yuyun.

Menurut sang ayah, anaknya selama di SD selalu mendapat juara kelas. Itu sebabnya, sejumlah piala sebagai bukti kecerdasan bocah malang itu masih tersimpan di rumahnya.

"Banyak piala di rumah saya. Itu didapat anakku sewaktu sekolah SD," kata ayah korban yang kesehariannya hanya menyadap karet dan kadang mencari rumput.

Tak hanya pintar di sekolah. Korban juga aktif sebagai pengurus masjid di desanya. Jika sore hari Yuyun selalu membersihkan masjid dan mengaji.

"Ngaji juga anakku pintar. Dia sering dapat piala karena pinter ngaji," kata sang ayah lagi.

Yana, Sang ibunda menceritakan jika Yuyun tak pernah meninggalkan shalat dan rajin mengaji.

"(Saya sering pesan) Shalat yang rajin, kita orang gak punya, cuma bisa minta sama Allah."

Beberapa bulan silam, Yuyun memang sempat meminta kepada orangtuanya untuk membelikan smartphone android.

Namun karena kondisi orang tua Yuyun yang hanya merupakan buruh kasar, mereka tidak bisa langsung mengabulkan permintaan Yuyun tersebut.

“Nak, lebih baik kita beli papan buat rumah, dari pada hp. Belajarlah dulu, tamatkan sekolah dan dapat juara, nanti ibu belikan,” kenang Ibu Yuyun seperti yang dulu pernah dikatakan kepada anaknya.

Merinding! Ketika Ibu Yuyun Bercerita Tentang Anaknya
Kebun karet tempat ditemukannya mayat Yuyun (Rika Kurnia Ningsih/BBC.com)


Orang tua Yuyun pun mengaku telah menabung untuk membelikan smartphone untuk anak kesayangannya tersebut. Namun belum sampai terkumpul semuanya, Yuyun sudah dipanggil oleh Allah.

Mereka pun menyerahkan uang yang ditabung tersebut untuk menyumbang ke masjid di desanya sebagai ganti janjinya membeli hp android untuk Yuyun.

“Kami telah berikan kepada masjid, terserah masjid nanti dipakai buat apa, yang penting janji kami sudah sampai,” kata Yana.





close ini