Berkah Terapkan Syariat Islam, Brunei Temukan Ladang Gas Untuk 70 Tahun Pemakaian




KabarMakkah.Com – Keberkahan menerapkan syariat Islam sangat dirasakan oleh negara Brunei Darussalam. Pasalnya setelah tiga bulan menerapkan sistem hukum Islam atau yang disebut hudud, Brunei menemukan cadangan gas yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya hingga 70 tahun mendatang.

Pemimpin negaranya yaitu Sultan Hassanal Bolkiah telah memerintah negara Brunei sejak tahun 1967 dan berusaha menerapkan syariat Islam sejak tahun 1996. Perlahan tapi pasti, masyarakat mulai merespon positif sistem yang Sultan terapkan dan pada tanggal 22 Oktober 2013, Brunei menjadi negara yang melaksanakan syariat Islam secara penuh. Di dalamnya juga diberlakukan sistem hudud atau pemberlakuan hukum Islam.

Keberkahan Terapkan Syariat Islam, Brunei Temukan Ladang Gas Untuk 70 Tahun Pemakaian

Pemberlakuan ini dilakukan secara bertahap untuk mengenalkan dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bagaimana penerapan sistem berdasarkan Al Quran dan Assunnah tersebut. Itu berarti tepat pada bulan April 2014, hukum pidana yang negara Brunei terapkan sudah berdasarkan hukum Islam.

Keberkahan mulai terasa semenjak itu dimana tepat setelah tiga bulan menerapkan sistem hukum Islam, sebuah ladang gas yang cukup besar ditemukan di perairan yang merupakan perbatasan maritim Brunei Darussalam dengan Malaysia. Dan cadangan gas tersebut bukanlah sedikit, melainkan bisa cukup untuk keperluan hingga 70 tahun mendatang.

Seperti yang dikutip dari The Star Online, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menyatakan dalam konferensi pers bahwa cadangan minyak ditemukan tepatnya di daerah antara Serawak, Brunei dan Sabah. Pernyataan ini telah disampaikan setelah dilakukannya Konsultasi Tahunan ke-17.

Pihak Malaysia dan Brunei pun mengatur kesepakatan kerjasama untuk mengeksplorasi dan membagi keuntungan atas penemuan tersebut.

***

Penemuan gas bumi yang melimpah oleh negara yang telah melaksanakan hukum Islam sepenuhnya sangat tepat dengan firman Allah dalam Al Quran.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS Al A’rof 96)

Ibnu Katsir kemudian menjelaskan tentang makna dari ayat tersebut dengan ucapan, “Ketika hati mereka beriman kepada apa yang disampaikan Rasul, membenarkannya, mengikutinya dan bertakwa dengan mengerjakan amal-amal ketaatan dan meninggalkan semua yang diharamkan, maka Allah akan memberikan barakah berupa hujan dari langit dan tetumbuhan dari bumi.”

Sementara ulama lain memberi tanggapan bahwa keberkahan dari langit tak hanya berupa hujan saja. Dan keberkahan dari bumi tak hanya tetumbuhan saja karena kekayaan alam yang terdapat di dalamnya pun menjadi sumber kehidupan yang sangat membuat rakyatnya sejahtera.

Akan tetapi Sayyid Quthb menjelaskan bahwa keberkahan ini tidak diketahui oleh orang-orang yang lalai karena pengaruhnya tidak muncul dalam waktu dekat, melainkan dalam kurun waktu yang panjang.

Semoga negara kita bisa menyadari keberkahan ini dan segera mengikuti apa yang telah diterapkan oleh Brunei Darussalam. Aamiin





loading...