Aneh, Semua Perangkat Desa Tiba-Tiba Menolak Autopsi Jenazah Siyono




Terkait kematian Siyono, Terduga teroris yang meninggal di tangan Densus 88, Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani menyayangkan adanya intimidasi yang terus diterima keluarga Siyono, termasuk kepada sang istri, Suratmi. Bahkan, intimidasi yang belakangan diterima pihak keluarga tidak lagi berasal dari orang-orang tidak dikenal, tapi juga dari masyarakat sekitar.

Aneh, Semua Perangkat Desa Tiba-Tiba Menolak Autopsi Jenazah Siyono
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak tengah menabur bunga di makam Siyono.

"Mereka mengancam kalau autopsi tetap dilakukan, jenazah Siyono ditolak dikuburkan di situ," kata Siane, Rabu (30/3).

Siane menjelaskan, beberapa hari yang lalu secara tiba-tiba muncul pergerakan dari aparatur desa, yang mengadakan rapat untuk membahas kematian Siyono. Tanpa penjelasan rinci, rapat itu dikabarkan telah mengambil keputusan kalau tokoh masyarakat menolak adanya proses autopsi kepada jenazah Siyono.

Padahal, lanjut Siane, autopsi merupakan sebuah tindakan medis yang dikategorikan sangat biasa, terlebih bagi para terduga teroris yang meninggal dunia. Maka itu, ia mengaku cukup heran dengan kondisi terakhir yang seakan menghambat dan menyulitkan proses penegakan hukum.

Baca Juga: MUI: Mayat Siyono Harus Diautopsi

Siane meminta jangan ada pihak yang memperkeruh suasana dengan melakukan adu domba karena dikhawatirkan menimbulkan konflik horizontal. Ia berharap masyarakat sekitar dapat berpikir jernih, sehingga tidak mudah terhasut pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.




loading...

close ini