SUBHANALLAH! Karena Penelitian Sains, 4 Ilmuwan Barat Ini Akhirnya Masuk Islam




KabarMakkah.Com – Islam merupakan agama yang masuk akal. Bahkan tidak sedikit para ilmuwan yang masuk islam dari hasil penelitiannya karena menunjukkan kebesaran akan kebenaran agama islam.

Karena Penelitian Sains, 4 Ilmuwan Barat Ini Akhirnya Masuk Islam


Fenomena aneh maupun kejadian yang baru mereka temukan ternyata telah tercantum dalam kitab suci Al Quran yang menjadi pedoman hidup kaum muslimin sejak jaman dahulu. Sungguh rasa penasaran membuat mereka semakin mendalami islam dan akhirnya mengucapkan kalimat syahadat.

Beberapa diantara mereka adalah 4 ilmuwan barat ini dimana mereka merasa bahwa islam adalah agama yang memang diturunkan oleh Sang Pencipta untuk manusia seluruhnya dan Al Quran adalah pedoman serta ilmu pengetahuan yang mendorong manusia untuk lebih maju.

1. Maurice Bucaille Dan Keanehan Jasad Firaun


DR. Maurice Bucaille


Dr Maurice Bucaille merupakan seorang ahli bedah ternama di Perancis dan menjadi kepala klinik bedah di salah satu universitas kedokteran di Paris. Maurice lahir pada tanggal 19 Juli 1920 di daerah Perancis yang bernama Pont L eveque.

Kisah masuknya Maurice menjadi muallaf dimulai pada tahun 1975 dimana ia menjadi pemimpin dan penanggung jawab dalam penelitian jasad raja Mesir yang tak lain adalah Fir’aun.

Dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pada jasad Fir’aun ternyata terdapat sisa-sisa garam yang melekat dan membuat Maurice berkesimpulan bahwa Fir’aun mati karena tenggelam. Jasadnya yang masih basah tersebut kemudian langsung dibalsem untuk dijadikan mumi oleh masyarakatnya dahulu.

Hal yang menjadi kepenasaran dari Maurice adalah mengapa jasad Fir’aun lebih terjaga kondisinya dibandingkan dengan bala tentaranya meski sama-sama dikeluarkan dari laut. Maurice pun berkeyakinan bahwa pandangan atau penemuannya terhadap jasad Fir’aun adalah merupakan sebuah penemuan yang baru.

Ketika tengah sibuk menyiapkan laporan penemuan tersebut, seorang rekannya berkata, “Janganlah terlalu tergesa-gesa dalam pembuatan laporan tersebut karena sesungguhnya kaum muslimin telah mengetahui tentang tenggelamnya Fir’aun.”

Mendengar hal itu, Maurice menjadi terheran-heran mengapa Fir’aun yang ditemukan pada tahun 1898 M telah tertulis dalam Al Quran yang ada pada ribuan tahun sebelumnya.

Ayat Al Quran yang menjelaskan tentang tenggelamnya Fir’aun dan bala tentaranya tersebut membuat hati Maurice tersentuh. Ia pun berkata bahwa ayat dalam Al Quran adalah sesuatu yang masuk akal dan sesuai dengan sains.

Keyakinan Maurice membuat sekujur badannya gemetar dan dengan lantang ia mengucapkan di hadapan mereka yang hadir, “Sungguh aku akan masuk Islam dan beriman dengan Al Quran ini.”

2. Jacques Yves Costeau Dan Penemuan Dua Lautan

Jacques Yves Costeau


Seorang Oceanografer atau peneliti kelautan yang sekaligus ahli selam terkenal dari Perancis bernama Jacques Yves Costeau benar-benar mendapatkan hidayah dari proses penelitian yang dilakukannya.

Dalam eksplorasinya di bawah laut, ia secara tiba-tiba menemukan sekumpulan mata air tawar yang sangat enak rasanya. Anehnya, air tawar tersebut tidak bercampur dengan air laut yang asin rasanya dan mengelilingi air tawar tersebut. Seolah-olah ada suatu dinding penghalang yang membuat keduanya tidak bisa bersatu.

Tentu saja fenomena unik dan aneh yang dialaminya lantas ia teliti dari berbagai sumber dan pada suatu kesempatan, ia bertemu dengan seorang profesor muslim yang menceritakan tentang fenomena unik tersebut.

Sang profesor kemudian membacakan ayat Al Quran surat Ar Rahman 19-20 yang isinya tentang bertemunya dua lautan.

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit. Dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (QS Al Furqan 53)

Subhanallah makin terpesonalah peneliti kelautan tersebut tentang keajaiban isi Al Quran. Bahkan bisa dikatakan bahwa Al Quran merupakan fenomena yang lebih dahsyat dibandingkan dengan pemandangan indah di bawah laut.

Costeau pun menyatakan bahwa Al Quran merupakan sebenar-benarnya kitab suci yang telah Allah turunkan. Dan tak lama setelah mendalami isi Al Quran, Costeau yang menemukan dua buah lautan bawah laut akhirnya masuk memeluk agama Islam.

3. Dr Fidelma O’leary Dan Fenomena Sujud

Dr Fidelma O’leary


Hidayah yang diberikan pada Dr Fidelma didapatkan dari hasil penelitiannya tentang saraf otak manusia. Dr Fidelma sendiri merupakan dokter yang ahli dalam masalah neurologi dari Amerika.

Dalam penelitiannya, ditemukan bahwa pada otak manusia terdapat urat saraf yang tidak dialiri darah dalam kondisi normal. Padahal setiap inci pada otak manusia memerlukan suplai dasar segar yang membuatnya bisa bekerja dengan maksimal.

Sampailah ia menemukan bahwa ternyata urat saraf yang tidak dialiri tersebut masuk secara sempurna manakala seseorang melakukan gerakan sujud seperti dalam shalat. Dalam arti yang sederhana yaitu bahwa jika seseorang tidak melakukan shalat dalam kesehariannya, maka otak orang tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik karena suplai darah yang kurang.

Penelitiannya berlanjut bahwa dengan sujud tumaninah atau tidak tergesa-gesa dapat memicu kecerdasan karena posisi sujud merupakan posisi ideal untuk mengalirkan darah langsung dari jantung ke otak. Hasilnya tentu saja berpengaruh besar pada daya pikir seseorang.

Karena rasa penasarannya, akhirnya Dr Fidelma kemudian mencari berbagai sumber buku islami dan berdiskusi langsung dengan para rekannya yang muslim. Akhirnya ia merasa bahwa agama islam adalah agama yang logis. Ia pun menyatakan diri sebagai seorang muslim dan terus mengkaji Al Quran yang merupakan sumber utama pengetahuan.

4. Prof William Dan Bertasbihnya Tumbuhan

Prof William


Dalam majalah sains Amerika “Journal of Plant Molecular Biologies” terungkap tentang beberapa hasil penemuan yang dilakukan oleh tim ilmuwan flora Amerika.

Salah satu penemuannya adalah tentang suara halus yang dihasilkan oleh tumbuhan namun tidak bisa didengar oleh kondisi telinga pada umumnya atau yang disebut ultrasonik. Dengan kecanggihan perangkat teknologi saat ini, akhirnya suara tersebut bisa direkam dan disimpan dalam alat perekam canggih.

Untuk memahami suara tersebut, tim melakukan perubahan dengan menjadikannya gelombang elektrik optik sehingga bisa menghasilkan rangkaian garis pada layar monitor.

Sungguh mengejutkan! Getaran yang dihasilkan dari suara perekam tanaman tersebut ternyata membentuk lafadz Allah dalam layar monitor. Dan Al Quran pun telah menjelaskannya dalam surat Al Isra ayat 44.

“Bertasbih kepadaNya langit yang tujuh dan bumi (juga) dan segala yang ada di dalamnya. Dan tidak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

Subhanallah cukup jelas kiranya bahwa Al Quran yang menjadi pedoma hidup manusia berisi ilmu yang logis dan canggih sehingga para ilmuwan asing pun berikrar dan masuk menjadi seorang muslim.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah mentadaburi isi dalam Al Quran atau hanya lewat di lisan saja tanpa mengetahui makna yang ada di dalamnya?

Cobalah kaji dan dalami setiap maknanya baik lewat terjemahan maupun tafsir karena Al Quran merupakan keajaiban yang tidak bisa terbantahkan.




loading...