Pengen Pahala Sedekah Dilipat Gandakan? Baca Ini Dulu !!

Diposting pada

Sedekah merupakan pemberian seorang muslim pada orang lain tanpa terikat oleh kadar waktu dan jumlah tertentu. Bentuk sedekah bukan hanya berupa harta, nasehat yang diberikan seorang muslim bagi saudaranya juga masuk dalam kategori sedekah. Bahkan senyum seseorang yang di dasari karena Allah juga merupakan sedekah.

Para ahli fikih sepakat bahwa hukum sedekah adalah sunnah. Namun adakalanya hukum sedekah berubah menjadi haram jika pemberi sedekah mengetahui dengan yakin bahwa harta sedekahnya akan digunakan untuk kemaksiatan. Hukum sedekah juga bisa menjadi wajib pada keadaan seseorang yang memiliki harta bertemu dengan orang lain yang hampir mati karena kelaparan atau bisa juga dikarenakan jatuh nazar seseorang.

Pahala Sedekah
Pahala Sedekah

Sedekah banyak dianjurkan dalam islam karena sedekah merupakan realisasi  حبل من الناس. Tidak sedikit hadis yang menerangkan perihal sedekah. Di dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik orang di antara kamu adalah yang memberi makan dan menjawab salam” (HR. Ahmad bin Hanbal).

Banyak pula ayat-ayat Al-Qur’an yang menganjurkan kaum muslimin untuk bersedekah. Di antara ayat yang dimaksud adalah sebagai berikut yang artinya:

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberikan kepadanya pahala yang besar.” (An-Nisa :14)

Dari ayat ini kita peroleh keterangan bahwa jangankan melakukan sedekah, menyuruh orang lain untuk bersedekah juga sudah merupakan suatu kebaikan. (Baca Juga: Mengintip Lebih Jauh Arti Ma’ruf)

“Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur atau barat, tetapi kebajikan itu adalah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta dan untuk memerdekakan hamba sahaya…..”
( Al-Baqarah : 177)  
                       
Dalam ayat di atas dijelaskan berbagai kebajikan yang salah satu contohnya adalah memberikan sedekah. Di sini Allah juga menyinggung sifat manusia yakni bersifat cinta akan harta. Maka memberikan harta yang dicintai pada orang lain pastilah merupakan sesuatu yang berat untuk dilakukan.

Hawa nafsu pasti berkata sangat sayang jika harta hasil jerih payah diberikan begitu saja. Namun bagi orang yang beriman dan mengharap ridha Allah pasti dapat mengalahkan bisikan hawa nafsu ini.

Ayat ini juga memperinci para penerima sedekah secara detail yakni:

  • Kaum kerabat yang membutuhkan
  • Anak-anak yatim
  • Orang-orang miskin
  • Ibnu sabil
  • Orang yang meminta-minta, dan
  • Untuk memerdekakan budak (hamba sahaya)

Diantara sasaran sedekah tersebut, sedekah untuk kaum kerabat atau keluargalah yang akan bernilai dua kali lipat. Nilai yang pertama adalah karena memperoleh pahala sedekah dan yang kedua adalah karena menerima pahala silaturrahim.

Dengan terpeliharanya hubungan silaturahmi banyak kebaikan yang akan diperoleh yakni memperbanyak rezeki dan ridha Allah ada padanya. (Baca Juga: Fakta Titip Doa Di Makkah Rp. 102.014)

Rasulullah Saw bersabda:

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dan ada dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan ada pula dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya” (HR. Muslim)

Sudah menjadi fitrah manusia akan merasa lebih kasih sayang terhadap sanak familinya. Apalagi sanak familinya berada dalam keadaan miskin dibanding orang lain. Kesengsaraan yang diderita keluarganya akan dirasakan sebagai kesengsaraan dirinya.

Sebaliknya siapapun yang memutuskan hubungan persaudaraan dengan keluarga dan tidak mau menolong keluarga yang sedang kesusahan padahal dirinya sendiri bergelimang dalam ni’mat Allah (kekayaan), berarti ia telah jauh dari peraturan agama dan fitrah manusiawinya.

Hikmah yang bisa kita petik dari artikel diatas adalah, Pahala akan dilipatgandakan jika kita bersedekah pada keluarga kita sendiri yang kondisinya miskin atau sangat membutuhkan bantuan kita. Dan insyaallah rejeki yang kita sedekahkan untuk keluarga dekat akan dibalas lebih daripada sedekah yang kita berikan untuk orang lain yang bukan keluarga.

Loading...