Menolak Upah, Berikut Sosok Dibalik Arsitek Pembangunan Masjidil Haram

Menolak Upah, Berikut Sosok Dibalik Arsitek Pembangunan Masjidil Haram

Menolak Upah, Berikut Sosok Dibalik Arsitek Pembangunan Masjidil Haram



Kapasitas Masjidil Haram di saat puncak haji dan umroh secara maksimal dapat menampung 3 juta jamaah shalat, dan 105 ribu / jam jamaah thawaf disekeliling Ka`bah. 


Dari besarnya kapasitas masjid ada dibalik arsitek yang membuatnya berikut arsitek dibalik renovasi masjidil haram. 


Kamal, Arsitek Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memilih tidak menerima sepeserpun uang hasil jasanya, karena menurutnya inilah cara Allah Ta'ala untuk melibatkan dirinya dalam proses perjalanan pembangunan bangunan suci bagi umat Islam tersebut. 


Bernama lengkap Mohammad Kamal Ismail, ia merupakan insinyur pertama dari Mesir yang menggantikan insinyur asing di Mesir. 


Usai lulus sekolah menengah, Ismail muda masuk sekolah teknik Kerajaan dan mengejar gelar doktornya dalam bidang arsitektur di Eropa. 


Kecerdasannnya sudah tampak sejak kecil. Dia menyabet gelar lulusan termuda di setiap jenjang pendidikan, termasuk sebagai kandidat termuda yang dikirim ke Eropa untuk program doktoral dari Mesir. 


Saat diminta Raja Fahd memperluas bangunan Masjdil Haram dan Masjid Nabawi, Ismail tidak sedikitpun mengharapkan upah. 


Bahkan ketika Raja Fahd dan Perusahaan bin Laden menawarkan cek kosong untuk diisi sendiri Ismail, dia menolak dengan sopan. 


Dalam hal pekerjaan, Ismail merupakan sosok yang sangat teliti dan penuh pertimbangan terutama dalam merancang perluasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. 


Mahmoud Bodo Rasch salah satu insinyur muda yang turut andil dalam proyek perluasan dua masjid suci. Selama pengerjaan perluasan masjid, Bodo Rasch mengaku sangat kagum dengan Kamal Ismail yang merupakan kepala Rasch dalam proyek perluasan tersebut. Bodo Serch menyatakan banyak belajar tentang ornamen Islam dari Dr Kamal Ismail. 


Bodo Rasch dipercaya mendesain dan konstruksi 27 kubah lipat. Masing-masing kubah tersebut memiliki berat 80 ton, dibangun di atas sasis baja yang dilengkapi dengan empat motor masing-masing 3 kW dan dapat membuka atau menutup kubah sekitar 400 meter persegi dalam 70 detik. 


Lapisan luar kubah terbuat dari keramik tradisional, tetapi pada cetakan serat karbon. Kubah bagian dalam terbuat dari kayu lapis yang ditutupi dengan ukiran kayu tradisional dari Maroko. Batu semi mulia dan daun emas dimasukkan ke dalam ornamen ini.

Next article Next Post
Previous article Previous Post