Ingin Tahu Penyebab Banjir Kalsel, Gus Umar: Cek Siapa Pemilik Kebun Sawit di Seluruh Kalimantan

Ingin Tahu Penyebab Banjir Kalsel, Gus Umar: Cek Siapa Pemilik Kebun Sawit di Seluruh Kalimantan

Ingin Tahu Penyebab Banjir Kalsel, Gus Umar: Cek Siapa Pemilik Kebun Sawit di Seluruh Kalimantan



Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Syadat Hasibuan mengatakan, yang menjadi penyebab banjir di Kalimantan Selatan adalah karena hutannya yang sudah dibabat telah habis. 


Pria yang akrab disapa dengan Gus Umar ini menyatakan bahwa hutan habis dibabat dan sayangnya digantikan dengan perkebunan kelapa sawit. 


Gus Umar juga menyarankan kepada pemerintah untuk mengecek siapa pemilik dari kebun kelapa sawit yang ada di seluruh Kalimantan. 


"Kalimantan banjir karena hutan sudah habis dibabat untuk kebun kelapa sawit. Coba di cek siapa saja pemilik kebun sawit di seluruh Kalimantan?" cuit Gus Umar, sebagaimana dikutip Kabarmakkah.com dari akun Twitter @UmarAlChelsea_ pada Senin, 18 Januari 2021.               


Kalimantan banjir krn hutan sdh habis dibabat utk kebun kelapa sawit. Coba di cek siapa saja pemilik kebun sawit di seluruh kalimantan?— Gus Umar Hasibuan (@UmarAlChelsea_)

 

Dia melanjutkan banjir yang saat ini terjadi di Kalimantan Selatan mungkin akan disusul oleh wilayah lainnya di Kalimantan seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat. 


Gus Umar menyampaikan hutan yang ada di Kalimantan saat ini sudah kian menipis. 


"Hari ini banjir di Kalsel, mungkin ke depan nyusul Kaltim, Kaltara atau Kalbar. Hutan di Kalimantan sudah menipis karena berubah jadi kebun sawit," katanya. 


Menurutnya jika hutan yang ada di Papua dan Kalimantan tidak dijadikan sebagai perkebunan kelapa sawit, maka mungkin saja sudah menjadi amazonnya Indonesia. 


Akan tetapi, yang disayangkan sekarang ini hutan habis beralih fungsi. 


"Papua dan Kalimantan jika hutannya tidak dijadikan kebun sawit mungkin bisa menjadi amazonnya Indonesia. Sayang sekarang hutan habis dibabat demi perkebunan sawit," cuit Gus Umar. 


Dia menambahkan, bahkan di Sumatra Utara sudah tidak ada lagi hutan. 


Semua hutannya sudah menjadi kebun kelapa sawit. 


Hutan yang tersisa di Sumatra Utara, dikatakannya, hanya tersisa di Tapanuli Selatan dan Madina. 


"Di Sumut hampir tak ada lagi hutan. Semua berubah menjadi kebun sawit. Hutan yang tersisa tinggal sedikit hanya di tapsel dan madina," katanya. 


Dia mengungkapkan bahwa di tempatnya di Labuhanbatu, Sumatra Utara, semua hutannya nyaris menjadi kebun kelapa sawit, karena itu sempat terjadi banjir. 


"Di tempat saya Labuhanbatu semua nyari jadi kebun sawit. Makanya tahun lalu ada banjir bandang di labuhan batu utara," tandasnya.*** 

Next article Next Post
Previous article Previous Post