Tokoh NU Serukan Boikot JNE, Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid

Tokoh NU Serukan Boikot JNE, Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid

 

Tokoh NU Serukan Boikot JNE, Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid


Salah satu Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin melalui akun facebooknya menyerukan warga NU untuk memboikot JNE.


"Saya serukan kepada khususnya seluruh warga NU se-Indonesia untuk tidak menggunakan jasa JNE," tulis Ahmad Ishomuddin dikutip Kabarmakkah.com dari akun facebooknya, Sabtu, 12 Desember 2020.


Entah alasan apa seruan boikot JNE ini.


Namun sebelumnya ada ucapan tahniah/selamat dari Ustadz Abdul Somad (UAS) kepada JNE yang diposting akun media sosial JNE.


Di sosial media para buzzer pendukung rezim lalu menyerukan boikot JNE. Tagar #BoikotJNE sempat jadi Trending Topik di linimasa Twitter.


Apakah karena JNE mendapat ucapan selamat dari Ustadz Abdul Somad lantas harus di-boikot? Ajaran mana itu?


Apakah dibenarkan tokoh ormas Islam tapi menyerukan boikot perusahaan milik sesama Umat Islam? Terlebih pemilik JNE ini adalah mualaf?


Kalau kelakuan buzzer sih wajar serukan boikot.


Tapi kalau ada tokoh ormas Islam ikut menyerukan boikot perusahaan milik muslim mualaf yang taat. Ini tentu memperihatinkan.


Kenapa tidak menyerukan Boikot terhadap produk-produk Prancis yang memusuhi Islam dan menghina Nabi Muhammad SAW?


Ini penuturan pemilik JNE tentang kisah mualafnya...



Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya



Djohari Zein yang merupakan Presiden Komisaris JNE menjadi mualaf sejak 1982. Awalnya, ia dilahirkan di Medan, Sumatera Utara dari keluarga pedagang Tionghoa.


"Saya terlahir 1954, dari keluarga WNI Tionghoa, keluarga saya Budha, dan saya disekolahkan di sekolah Katolik," kata Djohari di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

 

Kemudian pada saat menemukan Islam 37 tahun yang lalu, semenjak itu Alquran menjadi petunjuk jalan hidupnya. "Kalau sudah mengenal Alquran, insya Allah kita tidak akan tersesat. Kalau sudah beriman, insya Allah kita tidak berbuat zalim,” jelasnya.


Selama setengah perjalanan usianya, ia mendirikan perusahaan JNE, ia pun bertekad untuk menjadikan JNE sebagai tuan rumah di negeri sendiri.


Ia juga sadar, perjuangannya tak terlepas dari pertolongan Allah SWT. 


"Saya bertemu dengan guru saya Haji Suprapto, dan saya tidak mungkin bisa sukses tanpa pertolongan dari Allah,” ucap Djohari.


Ia pun turut mengamalkan ayat suci Alquran dalam surah al-Ma’un yang berisikan hingga tujuh ayat.


Dalam surah tersebut disebutkan, bahwa seorang Muslim seharusnya berbuat baik kepada anak yatim, dan memberi makan kepada orang miskin, agar tidak menyia-nyiakan ibadahnya kepada Yang Maha Penguasa. "Berbuat kebaikan adalah tanda rasa syukur yang kita terima,” kata dia.

 

Kemudian pada 2000 lalu, ia menyempurnakan ibadah seorang Muslim untuk pergi haji. Pada saat di Jabal Rahmah, Djohari melihat sebuah pemandangan yang tak asing bagi dirinya.


Ternyata pemandangan tersebut pernah ia mimpikan saat masih duduk di bangku SMP. "Pemandangan di Jabal Rahmah pernah saya lihat di mimpi saat saya SMP. Dari situ saya sadar saya adalah Islam,” kenangnya.


Djohari juga berkeinginan untuk membangun masjid. Niatnya dijawab oleh Allah untuk dapat mendirikan hingga 99 masjid.


Ia mendirikan lembaga filantropi, Johari Zein Foundation, sebuah yayasan yang hendak membangun 99 masjid. Jumlah tersebut diambil dari nama-nama Allah atau Asmaul Husna.


Dari 99 masjid, saat ini Johari Zein Foundation telah membangun Masjid Zeinurrahim di desa Medana, Lombok Utara. Jika 99 masjid sudah terbangun, Johari Zein Foundation akan kembali membangun 99 masjid lainnya.

 

"Saya ingin memulai perjalanan jihad ini. Dan kalau hendak antarkan kebaikan, insya Allah kita bisa mulai dengan membangun masjid," ucap Djohari.


***


APAKAH MUSLIM MUALAF SEPERTI ITU LAYAK DI-BOIKOT???


ATAS DASAR APA MEMBOIKOT SESAMA MUSLIM???


مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗوَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ


“Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” {QS Al-Fath:29}

Next article Next Post
Previous article Previous Post