Syekh Ali Jaber Beri Pesan Tajam ke Polisi, Gus Nuril Marah: Jangan Campur Urusan!

Syekh Ali Jaber Beri Pesan Tajam ke Polisi, Gus Nuril Marah: Jangan Campur Urusan!

 

Syekh Ali Jaber Beri Pesan Tajam ke Polisi, Gus Nuril Marah: Jangan Campur Urusan!




Insiden penembakan terhadap enam anggota FPI pada Senin (7/12) dini hari hingga saat ini masih menjadi perhatian publik. Tak terkecuali dengan tokoh ulama besar Tanah Air, Syekh Ali Jaber yang juga turut prihatin dengan insiden yang menimbulkan korban jiwa tersebut.


Melalui akun Instagram, ulama yang menjadi panutan publik ini menyampaikan duka, doa, serta harapannya terhadap insiden tersebut. Secara langsung, Syekh Ali Jaber yang pernah mengalami ancaman penusukan itu juga menyoroti kinerja aparat penegak hukum.


Beliau tak segan untuk memberikan pesan kepada Polri selaku pihak yang berwenang agar mengusut tuntas hingga tak terjadi hal-hal serupa. Menurutnya, pengusutan insiden tersebut haruslah berpegang teguh pada keadilan sosial dengan sebaik-baiknya. 


Syekh Ali juga menyampaikan bela sungkawa secara langsung kepada FPI, Habib Rizieq Syihab, beserta keluarga enam anggota FPI melalui sebuah video berdurasi kurang dari lima menit. Sebelumnya, video tersebut diawali dengan ceramah Syekh Ali Jaber yang berkaitan dengan kematian umat Islam.


"Saya turut berduka cita kepada keluarga besar FPI, khususnya kepada guru tercinta Al Habib Muhammad Rizieq Syihab dan lebih khusus lagi kepada keluarga saudara-saudara kami yang ditembak mati." ujarnya.


Syekh Ali Jaber juga tak lupa memanjatkan doa bagi enam anggota FPI yang terlibat dalam penembakan oleh aparat kepolisian. Insiden yang terjadi pada beberapa waktu lalu itu disebut oleh Syekh Ali sebagai suatu musibah pada umat Islam.


"Dan mudah-mudahan mereka diterima di sisi Allah SWT sebagai syuhada. Mudah-mudahan dengan kejadian musibah ini, kita selalu berdoa. Ya Allah, sempurnakan pahala bagi kami terhadap musibah ini dan ganti yang lebih baik," ucapnya.


Insiden tersebut nampaknya membuat Syekh Ali turut prihatin. Menurut Syekh Ali, peristiwa mengerikan itu seharusnya tidak terjadi, jika diawali dengan komunikasi dan dialog yang baik dari berbagai pihak. Hal ini pun menjadi pesan yang disoroti oleh Syekh Ali bagi umat Islam dan pihak terkait.


"Semoga mereka ini diterima di sisi Allah sebagai syuhada dan keluarganya diberikan oleh Allah kesabaran dan keikhlasan dalam menerima ujian ini. Mudah-mudahan dengan kejadian ini kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran jangan sampai terpancing emosi dan timbul fitnah yang lebih besar. Mari kita sama-sama menyatukan dan merapatkan shaf kita. Bersama-sama mencari solusi melalui komunikasi dan dialog yang baik," sambungnya.


Tak hanya memberikan pesan kepada umat Islam agar tak mudah terpancing emosi, Syekh Ali juga menyoroti peran aparat penegak hukum untuk menuntaskan masalah hukum yang menjerat pihak-pihak tertentu. Menurutnya, pihak kepolisian harus berlaku adil bagi siapapun yang terlibat di dalamnya.


"Dan saya harap aparat penegak hukum agar menjalankan keadilan yang sebenar-benarnya dan juga menjalankan keadilan sosial ke seluruh rakyat Indonesia, jangan sampai insiden ini membuat masyarakat kebingungan malah yang batil menjadi haq, yang haq menjadi batil," katanya.



Gus Nuril Marah: Jangan Campur Urusan!



Mendapati beberapa hal yang dilakukan Syekh Ali Jaber, Tokoh NU yang suka keluar masuk gereja, Nuril Arifin atau Gus Nuril memperingatkan Syekh Ali Jaber agar tidak ikut berkomentar dan menyalahkan aparat kepolisian terkait penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) di tol Jakarta-Cikampek Senin pekan lalu.


Seperti diberitakan sebelumnya, Syekh Ali Jaber mendoakan 6 laskar FPI itu sebagai syuhada karena kematian mereka dalam rangka mengawal Ulama.

 

“Dia mengucapkan dan berdoa kepada orang yang mengawal Rizieq Shihab kemudian terjadi kontak senjata, sebagai syuhada, sebagai pembela Ulama, ini harus dilurukan dulu,” ujar Gus Nuril melalui sebuah video yang beredar, Senin (14/12).


Gus Nuril meminta Ali Jaber agar tidak mencapur urusan politik Indonesia. Sebab, Ali Jaber sendiri baru beberapa tahun menjadi warga negara Indonesia.


“Saya minta saudara Ali Jaber untuk tidak mencampuri urusan Politik di Indonesia, karena anda tidak paham tentang sejarag bangsa ini. Anda baru saja masuk sebagai WNI, itu pun tidak jelas motivasi anda apa,” kata Gus Juril.

 

Lebih lanjut Gus Nuril mengatakan, boleh mendoakan 6 laskar FPI itu, akan tetapi Ali Jaber tidak pautut menyalahkan pihak aparat penegak hukum.


“Boleh-boleh saja, sah-sah saja mendoakan untuk seseorang. Tetapi dengan menempatkan seolah-olah pihak kepolisian sebagai tersangka yang melakukan penzaliman kepada warga negara, ini terlalu semborono,” kata Gus Nuril.


Dia mengatakan, Ali Jaber harusnya sadar dan tidak mau dijadikan oleh kelompok tertentu sebagai corong. Sebab Gus Nuril menduga di balik kasus ini ada upaya makar.


“Anda harusnya tanya dulu, jangan kemudian anda dijakan corong oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang sesungguhnya di belakang kasus ini adalah upaya makar,” katanya.


Gus Nuril mengatakan, sebagai seoranf syekh yang dianggap sebagai guru yang keilmuannya didengar, tak sepantasnya Ali Jaber mencampur urusan politik di Indonesia.


“Sekali lagi, Syekh Jaber, kalau kepengan masuk sebagai warga negara Indonesia, jadilah WNI yang baik, tetapi jangan seolah-olah kemudian anda sudah paham dengan persoalan yang ada di Indonesia ini kemudian menghakimi anak kandung rakyat yang bernama TNI dan kepolisian,” katanya.


“Kami semua mendukung langkah TNI dan Polri, jika anda menuduh TNI dan Polri, maka anda berhadapan dengan kami,” demikian tegas Gus Nuril.


Sebelumnya, Syekh Ali Jaber mengucapkan duka atas tewasnya 6 laskar FPI.


Ali Jaber mengatakan, Islam melarang keras membunuh makhluk ciptaan Allah. Apalagi yang dibunuh adalah sesama orang mukmin.


“Tidak ada alasan pun dalam syariah Islam untuk menghalalkan pembunuhan apalagi orang yang dibunuh sudah berkata ‘asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah’,” ujar Syekh Ali Jaber dikuti chanel YouTubenya.


Begitu mahalnya darah seorang muslim, menurut Syekh Ali Jaber lebih berharga dari Ka’ba.


“Rasulullah shallallahu alaihi wassalam mengingatkan kita lebih baik bagi Allah, kehancuran al ka’bah batunya satu demi satu. Itu lebih ringan diterima Allah daripada tumpahan darah seorang muslim,” ucapnya.


Syekh Ali Jaber juga menyampaikan doa kepada keenam Laskar FPI tersebut agar diterima di sisi Allah sebagai syuhada.


“Mudah-mudahan mereka diterima di sisi Allah SWT sebagai syuhada,” ujar Syekh Ali Jaber.


Selain itu, Syekh Ali Jaber juga meminta aparat penegak hukum agar bertindak dengan adil dan benar.


“Saya harap aparat penegak hukum agar menjalankan keadilan yang sebenar-benarnya dan menjalankan keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia,” kata Syekh Ali Jaber.

Next article Next Post
Previous article Previous Post