Corona Kembali Menggila! KPAI Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

Corona Kembali Menggila! KPAI Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

 

Corona Kembali Menggila! KPAI Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda


Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 pada anak-anak di Indonesia membuat Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listiyarti meminta Pemerintah untuk mengkaji ulang pembukaan sekolah pada semester genap 2020/2021. 


KPAI mendorong pemerintah pusat dan daerah fokus mempersiapkan infrastruktur pendukung penerapan protokol kesehatan menjelang rencana pembukaan kembali sekolah secara tatap muka pada awal tahun depan. 


"Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu berfokus pada persiapan infrastruktur, protokol kesehatan dan sinergi antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Kesehatan," kata Komisioner Retno Listyarti. 


"Jika sekolah tatap muka belum mampu memenuhi infrastruktur dan protokol/SOP maka tunda dulu buka sekolah," tegas Retno seperti dilansir dari Antara. 


Sementara itu dalam keterangannya di Jakarta Politisi PKP yang juga Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan, "Dalam beberapa hari terakhir kami menerima banyak masukan dari orang tua murid yang khawatir jika sekolah jadi dibuka kembali bulan depan." 


Mereka khawatir dengan penyebaran Covid-19 yang kian tak terkendali, lanjut Syaiful. 


"Rencana pembukaan sekolah secara tatap muka, harus dikaji ulang lagi," ungkapnya.


Syaiful menambahkan pembukaan sekolah memang solusi terbaik untuk mengatasi ancaman penurunan kemampuan belajar (learning loss) bagi siswa selama pandemi Covid-19, namun dengan semakin meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 rencana pembukaan sekolah sebaiknya dipertimbangkan lagi. 


"Rata-rata kasus Covid-19 anak-anak dunia mencapai 8%, sementara di Indonesia mencapai hampir 11%," jelasnya. 


Ia juga tidak menampik bahwa di daerah-daerah desakan agar sekolah segera dibuka sangat keras disuarakan oleh para orang tua siswa. 


"Namun Pemerintah Daerah (Pemda) perlu benar-benar mengkaji risiko pembukaan sekolah dengan melihat data penyebaran Covid-19 dan tingkat dukungan sistem protokol kesehatan bagi masyarakat," kata politisi PKB itu melengkapi keterangannya.

Next article Next Post
Previous article Previous Post