Waduh! Biaya Umroh di Indonesia Berpotensi Naik Karena Kebijakan Ini

Waduh! Biaya Umroh di Indonesia Berpotensi Naik Karena Kebijakan Ini

 

Waduh! Biaya Umroh di Indonesia Berpotensi Naik Karena Kebijakan Ini


Pemerintah Arab Saudi telah membuka kedatangan jamaah umroh bagi negara di seluruh negara di dunia. 


Artinya, Indonesia yang menjadi negara muslim terbesar di dunia berhak mengirimkan jemaahnya mulai 1 November 2020 hari ini. 


Namun, karena pelaksanaannya di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Arab Saudi memilih untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 


Sebut saja, para jemaah dilarang untuk bepergian ke luar hotel sesaat setelah menginjakan kakinya di tanah suci. 


Selain itu, setiap kendaraan dan hotel hanya bisa diisi oleh maksimal 50% dari jumlah maksimum kapasitasnya. 


Artinya, jika satu bus bisa mengangkut 50 orang dan satu kamar hotel biasanya bisa ditempati 4 orang, maka saat ini hanya bisa diisi setengahnya. 


Hal itu dikatakan Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Bisma Banyu Setia membuat biaya umrah bagi jemaah asal Indonesia berpotensi bertambah besar. 


“Ini memang pemerintah tidak bisa tawar menawar untuk ini karena Arab Saudi sebelumnya tidak ada pajak. Sekarang ada pajak 30% itu sesuatu yang luar biasa. Kedua physical distancing yang asalnya 1 bus jadi 2 bus dan satu kamar hotel yang bisa diisi 4 orang,” kata dia saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Minggu 1 November 2020. 


Tak hanya itu, pemerintah setempat hanya memperbolehkan jemaah umrah untuk menempati hotel berbintang 4 dan 5. 


Hal lain yang membuat biaya umrah berpotensi melonjak yakni Pemerintah Arab Saudi yang menambah biaya pajak sebesar 30 persen. 


“Biaya tax dan physical distancing atau hotel dan bus itu akan berpengaruh pada pembiayaan umrah yang akan naik cukup lumayan,” ungkapnya. 


Terkait kuota jemaah haji, Indonesia dikatakan Bisma berhak memberangkatkan maksimal 2.000 jemaahnya setiap hari. Jumlah tersebut diambil dari kuota keseluruhan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi pada seluruh negara yang jumlahnya 20 ribu jemaah per hari. 


“Di tahap ketiga ini kuotanya 20 ribu jemaah per hari untuk jemaah seluruh dunia. Tentu Indonesia akan kebagian porsi sekitar kurang lebih 1.400-2.000 per hari,” papar Bisma.

Next article Next Post
Previous article Previous Post