Subhanallah! Pondok Pesantren ini ada di Perut Bumi, Sang Kyai Istikharah 15 Tahun

Subhanallah! Pondok Pesantren ini ada di Perut Bumi, Sang Kyai Istikharah 15 Tahun

Subhanallah! Pondok Pesantren ini ada di Perut Bumi, Sang Kyai Istikharah 15 Tahun


Jika biasanya pesantren dibangun di atas tanah layaknya bangunan lain, namun ada yang berbeda dan unik dengan Pondok Pesantren Perut Bumi Al Maghribi di Tuban, Jawa Timur. 


Pesantren yang dibangun sejak tahun 2002 itu berada di bawah tanah. 


Sesuai dengan namanya, hampir semua bangunan pesantren yang dibangun oleh KH Subkhan Al Mubarok itu berada di perut bumi atau di dalam tanah. 


Berkat keuletan dan keterampilannya sang pendiri, lobang gua yang terdapat di lahan perbukitan kapur bekas tempat pembuangan sampah disulap menjadi pondok pesantren yang unik. 


Lahan seluas 3 hektar itu pun menjadi bangunan yang lengkap dengan berbagai fasilitas dakwah maupun mengaji. 


Meski berada di dalam sebuah lubang gua, sang pendiri tetap mengutamakan kenyamanan dan keindahan bangunan. 


Pada tiap-tiap ruangan dipenuhi hiasan dengan ukiran kaligrafi berbahan marmer. Seperti yang terlihat pada Masjid Ashabul Kahfi, kamar santri serta ruang pertemuan. 


Selain bangunan yang unik, daya tarik lain dari Pesantren Perut Bumi Al Maghribi adalah ternyata menyimpan sejumlah situs-situs peninggalan para ulama terdahulu. 


Seperti petilasan Syekh Maulana Al Maghribi serta tempat pertapaan Singo Joyo dan Putri Ayu Sendang Harjo.


Sejak didirikan, pesantren ini telah memiliki puluhan santri dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seperti Nganjuk, Bojonegoro dan Lamongan. 


Bahkan ada yang berasal dari Lampung. Sebagian besar santrinya adalah mantan penjahat dan pecandu narkoba yang telah bertaubat.


 

Subhanallah! Pondok Pesantren ini ada di Perut Bumi, Sang Kyai Istikharah 15 Tahun




Salah seorang santri Ponpes Perut Bumi, Hendra Setiawan, mengatakan bahwa awalnya Kyai Subchan--sang pendiri ponpes--mendapat mandat dari putri Sunan Ampel, Nyai Siti Sariah, untuk mendirikan sebuah pesantren di dalam bumi.


“Dalam pencarian tempat ini, Pak Kyai istikharah selama 15 tahun,” kata Hendra. 


Akhirnya Kyai Subchan menemukan tempat yang berada di daerah Gedongombo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Tempat itu semula adalah tempat pembuangan sampah.


Kyai Subchan kemudian mulai membersihkan tempat itu sedikit demi sedikit, sampai akhirnya seluruh sampah berhasil disingkirkan dari area seluas 3 hektare itu. 


Kyai Subchan selanjutnya merogoh kocek pribadinya untuk membangun Ponpes Perut Bumi berikut masjid di dalamnya.


Kini banyak peziarah yang berduyun-duyun datang ingin melihat sekaligus menyumbang untuk pembangunan pesantren yang sampai saat ini terus dikembangkan secara bertahap. 


Selain dari dalam negeri, peziarah juga datang dari Malaysia, Singapura, Prancis, Arab Saudi, dan Mesir.


Next article Next Post
Previous article Previous Post