Bikin Geger! Ini Pesan Bupati Situbondo 5 Jam Sebelum Meninggal Dunia

Bikin Geger! Ini Pesan Bupati Situbondo 5 Jam Sebelum Meninggal Dunia

 

Bikin Geger! Ini Pesan Bupati Situbondo 5 Jam Sebelum Meninggal Dunia


Bupati Situbondo Dadang Wigiarto meninggal karena Covid-19 di RSD dr Abdoer Rahem, Situbondo, Jawa Timur, Kamis 26 November 2020. 


Dadang diketahui terpapar Covid-19 setelah mengikuti swab test pada Selasa 24 November 2020. 


Hasilnya keluar pada hari yang sama dan menyatakan kalau dirinya positif covid-19.    


Dilansir laman suara.com, Dadang masuk kategori orang tanpa gejala dan dirawat di RSD dr Abdoer Rahem, Situbondo. 


Namun, tiga hari dirawat di rumah sakit, Dadang berpulang.   


Terkait kematian Bupati Dadang, beredar sebuah video yang diduga merupakan almarhum Dadang saat sedang dirawat.


Dalam pesan yang beredar di aplikasi whatsapp itu, diberi keterangan bahwa Dadang meninggal tak lama setelah memberi pesan menyentuh soal bahaya nyata covid-19.   


“Bupati Situbondo pd Pukul 09.30 WIB masih ngomong begini…Pukul 14.00 WIB meninggal dunia. Keluarga minta video ini utk dishare, supaya tidak ada yg menyepelekan Virus Covid-19,” tulis pesan singkat yang beredar di media sosial whatsapp tersebut. 


Dalam video itu terlihat almarhum Dadang terkapar di ranjang RS dengan menggunakan alat bantu pernapasan. Dengan mata sayu, ia mengucapkan pesan menyetuh bagi warganya. 


“Jaga kesehatan, jangan disepelekan tapi juga jangan takut. Ingat covid-19 itu ada. Aku wis 3 hari isolasi di RS. Jangan disepelekan cuci tangan palai masker rasane ra enak blas, sesek demam. Tetap semangat jaga kesehatan semuanya,” ujarnya dalam video itu.  


Namun sayangnya pihak keluarga yang masih berduka belum bisa memberikan klarifikasi terkait video tersebut.    


Diketahui, Dadang memiliki riwayat hipertensi yang berpotensi sebagai pasien berisiko. 


“Ya benar, 30 menit yang lalu (meninggal) karena Covid-19,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Situbondo Akhmad Yulianto, 26 November 2020. 


Namun hingga kini belum bisa dipastikan kapan dan di mana Dadang tertular Covid-19. Ini karena sebelum dinyatakan positif, Dadang menjalani rutinitas yang padat selama beberapa pekan terakhir. 


Sejumlah kegiatan Dadang yang terpantau dinas kesehatan di antaranya menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Malang pada 16 November 2020. 


Ia juga menghadiri kegiatan Korpri di pesisir Kecamatan Panarukan pada Sabtu 21 November 2020. Selain dua kegiatan itu, masih ada aktivitasnya yang lain yang merupakan acara di luar tugas kedinasan. 


Pengidap hipertensi berisiko tinggi komplikasi COVID-19

 

Seperti yang dialami Dadang, pasien hipertensi memiliki risiko tinggi komplikasi covid-19. Sebuah penelitian menunjukkan tingkat fatalitas akibat COVID-19 pada pasien yang memiliki riwayat penyakit kronis lebih tinggi dibandingkan yang tidak. 


Dilansir laman Healthline, persentase fatalitas COVID-19 pada kondisi penyakit kronis di antaranya hipertensi 6 persen, diabetes 7,3 persen, penyakit kardiovaskular 10,5 persen, penyakit saluran pernapasan kronis 6,3 persen, kanker 5,6 persen dibandingkan dengan angka 0,9 persen pada pasien yang tidak memiliki riwayat penyakit kronis. 


Penelitian berjudul The Epidemiological Characteristics of an Outbreak of 2019 Novel Coronavirus Diseases (COVID-19) ini mempelajari 44.672 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi positif di China. 


Dari kasus positif ini, tercatat bahwa terjadi 1.023 kematian atau tingkat fatalitas sebesar 2,3 persen.  


Meski menunjukan angka yang signifikan, namun efek spesifik COVID-19 terhadap sistem kardiovaskular masih belum diketahui, tetapi tampaknya dapat mempengaruhi penderita penyakit jantung dalam beberapa hal. 


Begitu juga bagi penderita tekanan darah tinggi, masih belum diketahui secara pasti kaitan antara hipertensi dan tingkat keparahan COVID-19 yang akan dialami. 


Hal ini disebabkan karena penyakit darah tinggi umumnya berkaitan dengan komplikasi masalah kesehatan lainnya dan faktor usia lanjut sehingga sulit untuk memisahkan pengaruh masing-masing faktor. 

Next article Next Post
Previous article Previous Post