Begini Pesan Pemilik Depot Obat Habib di Kota Malang ke Nikita Mirzani

Begini Pesan Pemilik Depot Obat Habib di Kota Malang ke Nikita Mirzani

 

Begini Pesan Pemilik Depot Obat Habib di Kota Malang ke Nikita Mirzani


Mahdi, Pemilik Depot Obat Habib Abdul Kadir di Malang Jawa Timur turut mengomentari perseteruan antara artis Nikita Mirzani dengan Habib Rizieq dan para pendukungnya.


"(Nikita Mirzani) Endak diperkenankan seperti itu, walaupun isinya tidak frontal, namun menyinggung imam besar itu tidak etis," kata Mahdi saat didatangi ke depot obatnya, Senin (16/11/2020).


Ia mengaku tahu informasi perseteruan antara Nikita dengan para fans Habib Rizieq di media. Namun secara spesifik dia tidak terlalu tertarik mengomentarinya.


Ia bahkan menolak diambil foto dan dimintai tanggapan terkait Habib Rizieq.


Mahdi lebih banyak bercerita tentang jualan obatnya yang diperoleh secara turun temurun dari kakeknya Habib Abdul Kadir di Ampel, Surabaya. Kakeknya itu seorang pedagang di Surabaya.


Sementara Mahdi adalah cucu pertama yang ditinggal meninggal oleh kakeknya sejak umur 7 tahun. Di keluarganya memang banyak yang menjadi pedagang.


"Kebetulan saya punya skill di jamu (obat)," katanya menegaskan.


Lalu terkait nama tokonya yang diseret-seret oleh Nikita Mirzani, Mahdi menolak menanggapi.


"Buat apa ditanggapi. Obat ini (depotnya) untuk seluruh umat, untuk obat hati. Jadi ambil positifnya saja," katanya.


Mahdi merasa hanya orang biasa. Jadi dia merasa lebih baik mendoakan yang terbaik saja buat Habib Rizieq.


"Sebab yang dihina imam kita. Berharapnya ada permintaan maaf saja dari (Nikita Mirzani)," kata Mahdi cekak.


Sebelumnya, perseteruan antara Nikita Mirzani dan Habib Rizieq dan para fans-nya belum juga selesai sampai sekarang. Perang kata dan cacian mewarnai perseteruan mereka di jagat lini masa.


Bahkan para pendukung Habib Rizieq sudah melaporkan Nikita ke Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya. Namun belakangan laporan mereka ditolak oleh kepolisian.

Next article Next Post
Previous article Previous Post