Banyak Yang Tak Tahu, Inilah Pahala Memelihara Kucing, Hewan Lucu Kesayangan Rasulullah

Banyak Yang Tak Tahu, Inilah Pahala Memelihara Kucing, Hewan Lucu Kesayangan Rasulullah

Banyak Yang Tak Tahu, Inilah Pahala Memelihara Kucing, Hewan Lucu Kesayangan Rasulullah



Semasa hidupnya, Rasulullah memiliki seekor kucing yang beliau sayangi. 


Kucing tersebut diberinya nama Mueeza. 


Rasulullah bahkan memperlakukan Mueeza seperti memperlakukan seorang anak kecil. 


Mengelusnya, menggendong dan memangku di pahanya, bahkan mengajak Mueeza ikut menerima tamu. 


Bahkan ada sebuah kisah, ketika Nabi hendak memakai jubahnya, ternyata Mueeza sedang lelap tertidur. 


Karena tak ingin mengganggu tidur lelap kucing tersebut, Nabi memilih menggunting bagian jubah yang ditiduri Mueeza. 


Begitu sayangnya pada kucing, sehingga ketika mendengar ada seorang perempuan yang menelantarkan hewan tersebut dan tak memberinya makan, Nabi sangat marah dan mengatakan perempuan tersebut akan mendapat siksa neraka. 


Kisah tersebut disampaikan oleh Ibnu Umar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, 


“Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).


Berbuat baik pada hewan juga ada pahalanya


Ketika Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat, “Apakah berbuat baik kepada binatang bagi kami ada pahalanya?”


Maka beliau menjawab dengan sabdanya, “Di dalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya.” (HR. Bukhari & Muslim)


Seseorang yang menyayangi hewan seperti kucing dan hewan lainnya termasuk hewan sembelihan sekalipun, maka akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT di hari kiamat nanti.


“Barangsiapa menyayangi meskipun terhadap hewan sembelihan, niscaya Allah akan merahmatinya pada Hari Kiamat.” (HR. Bukhari)


Menjaga mahluk hidup, termasuk hewan dan tumbuhan akan mendapatkan pahala kebaikan. 


“Pada setiap sedekah terhadap mahluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan dapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuh-an yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah” (Bukhori, Muslim).


Sedangkan pahala sedekah dan kebaikan disampaikan Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 261, sebagai berikut: pahala sedekah dijelaskan oleh Allah Swt dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 yang artinya:


"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." 

Next article Next Post
Previous article Previous Post