10 Fakta Rangga Bocah yang Dibunuh saat Lindungi Ibunya: Siswa Berprestasi dan Hafiz Quran

10 Fakta Rangga Bocah yang Dibunuh saat Lindungi Ibunya: Siswa Berprestasi dan Hafiz Quran

10 Fakta Rangga Bocah yang Dibunuh saat Lindungi Ibunya: Siswa Berprestasi dan Hafiz Quran



Belum lama ini publik dihebohkan oleh aksi pembunuhan kepada seorang bocah asal Aceh bernama Rangga.


Bocah laki-laki berusia sembilan tahun itu harus kehilangan nyawanya usai melindungi sang ibu yang hendak diperkosa oleh pelaku berinisial SBH (46).


Insiden nahas ini tepatnya terjadi di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur.


Adapun fakta-fakta pembunuhan Rangga yang telah dirangkum oleh Kabarmakkah.com adalah sebagai berikut.


1. Pelaku Tahu Kondisi Rumah Korban


Sebelum melancarkan aksinya, pelaku sudah mengetahui bagaimana kondisi rumah korban. 


Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Satuan (Kasat) Resort Kriminal (Reskrim) Polres Langsa, Iptu Arief Sukmo Wibowo. Pelaku tahu jika suami korban kerap menangkap udang di malam hari.


"Membaca situasi seperti itu karena ada niat jahat untuk memuaskan nafsunya sehingga pelaku langsung mencari kesempatan," kata Arief Sukmo Wibowo pada Senin 12 Oktober 2020.


2. Korban Terbangun saat Pelaku akan Perkosa Ibunya


Ketika itu pelaku diduga masuk ke dalam rumah korban pada Jumat, 9 Oktober 2020 malam.


Kemudian ibu dari Rangga, DA berupaya melawan saat pelaku akan melakukan niat jahatnya.


Mendengar kegaduhan tersebut, Rangga pun terbangun dan berusaha menolong ibunya.


3. Korban Dibacok Pelaku hingga Tewas


Tak tinggal diam, Rangga langsung memberi perlawanan dan berusaha melindungi ibunya dari pelaku.


Pelaku pun membacok serta menusuk korban hingga tewas lantaran merasa tertekan. Bahkan dirinya masih melanjutkan perbuatan tindak asusila di semak-semak sekitar rumah korban.


Diketahui, saat kejadian suami korban tengah mencari udang.


4. Pelaku Seorang Residivis dan Dibebaskan Karena Asimilasi Corona


Fakta lain terungkap, pelaku rupanya merupakan residivis yang dibebaskan karena program asimilasi corona.


Usai bebas dari penjara, pelaku pulang kampung untuk berkebun yang tak jauh dari kediaman korban.


5. Pelaku Sempat Membawa Jasad Korban


Setelah melakukan aksi bejatnya, pelaku dilaporkan pergi dan membawa lari jasad Rangga.


Namun, tak lama kemudian polisi dapat menemukan jasad anak berusia sembilan tahun itu.


Korban yang sudah tak bernyawa ditemukan dalam kondisi berpakaian lengkap sebagaimana diberitakan sebelumnya. 


6. Jasad Korban Ditemukan di Sungai


Arief Sukmo mengatakan bahwa jasad Rangga ditemukan di sungai Desa Alue Gadeng, Kecamatan Bireuem Bayeun, Aceh Timur sekira pukul 15.40 WIB.


Lebih lanjut Arief menambahkan bahwa di sekujur tubuh korban penuh dengan luka bacok. 


7. Pelaku Sempat Melawan Pihak Kepolisian


Pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.


Pelaku sempat berusaha melawan petugas menggunakan parang saat penangkapan.


Hingga akhirnya petugas terpaksa menembak pelaku pada bagian kaki sebanyak tiga kali.


8. Korban Merupakan Siswa Berprestasi


Aksi heroik Rangga pun menjadi viral dan menuai berbagai pujian hingga doa dari para netizen, artis, hingga para tokoh masyarakat.


Rangga menempuh pendidikan di sekolah dasar di Medan, Sumatera Barat. Dirinya juga disebut salah satu siswa yang berprestasi.


Namun ia kemudian memilih tinggal di Aceh bersama ibu dan ayah sambungnya.


9. Korban Juga Merupakan Hafiz Quran


Tak hanya berprestasi di sekolah, Rangga juga dikabarkan merupakan hafiz quran diumurnya yang kini menginjak 9 tahun.


10. Ditemukan 10 Luka Bacok hingga Tusukan di Tubuh Korban


Jasad Rangga sendiri telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, Aceh untuk divisum.


Hasil visum menunjukkan adanya sepuluh luka bacok, sayatan, dan tusukan pada tubuh korban.


Beberapa di antaranya adalah luka pada pundak kiri, leher, bahu, dada, tangan, hingga jari dengan lebar sekitar 0,5 sampai 8 sentimeter.

Next article Next Post
Previous article Previous Post