Diberi Tugas Jokowi Tangani Covid-19 di 9 Provinsi, Luhut Bergegas Minta 20 Juta Vaksin Tambahan

Diberi Tugas Jokowi Tangani Covid-19 di 9 Provinsi, Luhut Bergegas Minta 20 Juta Vaksin Tambahan

Diberi Tugas Jokowi Tangani Covid-19 di 9 Provinsi, Luhut Bergegas Minta 20 Juta Vaksin Tambahan


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan baru saja diberi mandat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani kasus Covid-19 di sembilan provinsi Indonesia.

Bukan hanya Luhut Binsar Pandjaitan, Jokowi juga turut mempercayakan Kepala Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) Doni Monardo untuk menangani pandemi di sembilan privinsi Indonesia di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua.

Jokowi meminta Luhut Binsar Pandjaitan dan Doni Monardo bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan terkait penanggulangan pandemi virus corona.

Dalam hal ini, Luhut Binsar Pandjaitan akan mengadakan pembicaraan dengan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) perihal menyiapkan tambahan 20 juta dosis vaksin Covid-19 untuk tahun ini.

Sebelumnya Indonesia akan mendapatkan 30 juta dosis vaksin Covid-19 pada kuartal IV tahun ini dari UEA, namun dengan rencana pembicaraan Luhut Binsar Pandjaitan bisa jadi Indonesia akan menerima 50 juta dosis vaksin tahun ini.

“Vaksin ini kita dapat tahun ini kira-kira 30 juta dosis dan kami coba sampai ke 50 juta. Nanti mungkin G42 dari Abu Dhabi ketemu. Saya nanti sore mau bicara sama Menteri Suhail (Meniteri Energi dan Industri UEA Suhaill Mohamed Al Mazrouel), mau minta tambahan 20 juta lagi masuk sini,” ucap Luhut dalam Sarasehan 100 Ekonom melalui daring di Jakarta, Selasa, 15 September 2020 sebagaimana dilaporkan Antara.

Luhut Binsar Pandjaitan sendiri sudah diminta oleh Jokowi untuk fokus menangani di sembilan Provinsi Indonesia yang memberikan sumbangan sebesar 75 persen kasus nasional.

“Jadi kalau kita pakai strategi mengatasi itu, the rest (Sisanya) menurut saya sih sangat terkendali sampai nanti kita dapat vaksin,” katanya.

Menurutnya, Indonesia sendiri untuk recovery rate sudah membaik yang mencapai angka 71,5 persen. Dibanding dengan awal-awal kemunculan virus corona yakni bulan Maret-April, penangan di Indonesia tidak maksimal.

“Tapi sekarang dengan berjalanya waktu kita sudah semakin paham bagaimana kira-kira kta bereaksi terhadap ini. Saya juga minta saudara-saudara sekalian, tidak ada satu negara pun yang berani mengklaim mereka bisa mengendalikan ini dengan baik, pasti ada up and down sama dengan kita,” ucapnya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post