Bikin Trenyuh, Di Tengah Kesibukannya Sebagai Polisi, Mbak Anisa Selalu Sempatkan Mengajar Ngaji Anak-anak Miskin Dari Rumah ke Rumah

Bikin Trenyuh, Di Tengah Kesibukannya Sebagai Polisi, Mbak Anisa Selalu Sempatkan Mengajar Ngaji Anak-anak Miskin Dari Rumah ke Rumah

Bikin Trenyuh, Di Tengah Kesibukannya Sebagai Polisi, Mbak Anisa Selalu Sempatkan Mengajar Ngaji Anak-anak Miskin Dari Rumah ke Rumah


Proses belajar secara online seringkali menimbulkan masalah baru. Terutama bagi anak-anak yang tidak memiliki smartphone.

Adalah Bripka Anisa Saraswati, Seorang polisi wanita di kesatuan polresta Blitar, dia berinisiatif secara pribadi untuk mendatangi rumah beberapa anak yang tak mampu untuk belajar mandiri.

Setiap hari Jumat pukul 13.00 WIB adalah waktu yang ditunggu oleh anak-anak untuk mengaji kepada Anisa.

Waktu istirahat itu dimanfaatkan oleh Anisa untuk mendatangi rumah beberapa siswa di RW 10 RT 2 Lingkungan Mbadut Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Anisa seorang diri mengajar mengaji untuk siswa yang masih di level Iqro. Atau kadang diselingi membantu mengerjakan tugas sekolah mereka.

Sambil berniat membantu belajar mengaji, Anisa juga tak lupa membawakan masker, face shield sampai buku dan peralatan tulis mereka. Semua barang yang dibawanya, dibelanjakan dari uangnya sendiri.

"Kegiatan ini sudah sejak pandemi. Saya mulai, ketika saya melewati daerah sini kok banyak anak-anak berkeliaran di jalanan. Begitu saya tanya dan ajak mereka pulang, ternyata kondisi rumahnya memprihatinkan. Jadi ini mungkin yang bikin mereke berkeliaran di luar," tutur Anisa, Senin (20/7/2020).

Melihat kondisi rumah mereka, jiwa sosial Anisa meronta. Karena ada yang rumahnya masih berlantai bata, ada yang tidak punya televisi dan banyak yang tidak punya smartphone. Anak-anak yang dijumpainya di lingkungan itu, kebanyakan bersekolah di lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

"Ketika saya tanya apa keinginan mereka, hampir semua menjawab ingin sekolah lagi. Karena suasana rumah tidak mendukung mereka betah berada di dalamnya. Akhirnya saya berkoordinasi dengan Ketua RW di sini untuk membantu mereka belajar di rumahnya masing-masing," bebernya.

Dari situlah Anisa mulai mendatangi rumah anak-anak di Mbadut secara bergantian.

Kadang, di satu rumah berkumpul tiga sampai lima anak yang rumahnya berdekatan.

Bikin Trenyuh, Di Tengah Kesibukannya Sebagai Polisi, Mbak Anisa Selalu Sempatkan Mengajar Ngaji Anak-anak Miskin Dari Rumah ke Rumah


Meski hanya satu jam, namun terlihat jelas anak-anak bisa belajar dengan bergembira.

"Saya sengaja memakai baju polisi. Ini untuk menyemangati mereka, bahwa kondisi kurang beruntung yang mereka alami saat ini bisa berubah. Jika mereka mau belajar dan berusaha dengan ikhlas. Ini juga untuk lebih mendekatkan agar anak-anak tidak takut sama polisi," ungkapnya.

Hari ini, Anisa sengaja mengumpulkan mereka di lahan kebun belimbing. Beralaskan tikar, sebanyak 15 anak diajak belajar bersama di ruang terbuka.

Tak lupa ia juga tetap menerapkan protokol Corona, terlihat anak-anak sangat menikmatinya dan mereka ingin kegiatan semacam ini lebih sering diadakan lagi.

"Bingung juga mereka minta saya sering ngajak belajar di ruang terbuka begini. Tapi khawatirnya makin banyak anak lain yang ingin bergabung. Lha wong sekolah sama ngaji masih tutup, kok saya malah ngumpulkan mereka. Yah...semoga mereka bisa mengerti penjelasan saya tadi," ucap Anisa.

Ketua RW 10 RT 2 Tanggung, Muhammad Mursito menilai, apa yang dilakukan Anisa sangat membantu warganya.

Apalagi di kondisi sekarang ini, anak-anak seakan diabaikan orang tuanya yang terus bertahan dampak COVID-19.

"Ada 15 anak dari keluarga kurang mampu di sini. Mbak Anisa datang memberikan masker dan lainnya itu mereka sangat senang, karena ada yang memperhatikan. Apalagi dibantu belajar, ngaji, itu kegiatan yang selama pandemi ini mereka rindukan," jawab Mursito.

Mursito berharap, ada pihak lain yang membantu Anisa. Karena makin banyak anak-anak yang juga ingin ditemani belajar di rumah mereka.

Selama ini, jika waktunya memungkinkan, Anisa dibantu dua guru ngaji yang merupakan warga sekitar secara bergantian.

"Selama ini mbak Anisa kan memprioritaskan anak-anak dari rumah tangga kurang mampu. Siswa yang gak punya HP dipinjami, diberi buku. Nah ini rupanya makin banyak anak yang pengen seperti itu. Ya semoga makin banyak yang peduli biar anak-anak ini tetap bisa mendapatkan ilmu," kata Mursito.

Apa yang dilakukan oleh Anisa ini juga mengundang decak kagum warganet. Mereka ikut mendukung dan mendoakan agar polisi wanita tersebut senantiasa diberikan keberkahan dan perlindungan dari Allah.

"Semoga mbak anisa selalu dlm perlindungan Allah SWT, Aamiin.." kata akun Eka Ayu Fatmawati.

"Sosok polisi yang dirindukan masyarakat 😍" ungkap Lia Rahmadani

"Kudoakan di Rahmati Allah mbak anisa 👍" tulis Yuni Rahmawati.

Next article Next Post
Previous article Previous Post