Tinggal di Bawah Terpal Usang, Ayah Ini Bisa Sekolahkan 3 Anaknya Hingga Sarjana

Tinggal di Bawah Terpal Usang, Ayah Ini Bisa Sekolahkan 3 Anaknya Hingga Sarjana

Tinggal di Bawah Terpal Usang, Ayah Ini Bisa Sekolahkan 3 Anaknya Hingga Sarjana


Pengorbanan seorang ayah kepada anaknya sungguh sangat besar. 

Seorang Ayah akan melakukan segala usaha dan mengerahkan seluruh tenaganya demi memenuhi kebutuhan sang anak. Bahkan ia rela melalui berbagai kesulitan demi kebahagiaan sang anak tercinta.

Kebahagiaan anak adalah kebahagiaan ayah juga, oleh sebab itu ia selalu mendahulukan kepentingan sang anak daripada kepentingannya sendiri.

Memang sudah menjadi kewajiban seorang ayah untuk mendukung segala perkembangan positif sang anak, termasuk dalam bidang pendidikan.

Begitu pula dengan yang dilakukan oleh Radzuan bin Ismail dan istrinya yang tinggal di Malan, Dangi, Malaysia ini.

Ia berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga lulus sarjana. Meskipun dalam segala keterbatasan perekonomiannya, ia terus berusaha menyekolahkan anak-anaknya hingga mendapat gelar sarjana.

Kisah ayah dan anak-anaknya ini menjadi viral di media sosial setelah dibagikan oleh seorang pengguna Facebook dengan nama akun Bro Misai, Jumat (1/5/2020).

Cerita ini berawal dari adik Radzuan yang bernama Maznah Binti Ismail baru bisa pulang ke kampung halamannya. Sebelumnya ia dikarantina di kampus selama masa pandemi Corona Covid-19 saat Malaysia menerapkan kebijakan lockdown.

Di perjalanan pulang, ia diantar oleh seorang pengemudi yang merupakan pengunggah kisah Radzuan tersebut. Saat tiba di rumah Radzuan, sang pengemudi pun kaget lantaran Maznah pulang ke rumah beratapkan terpal usang yang bentuknya menyerupai tenda.

Tinggal di Bawah Terpal Usang, Ayah Ini Bisa Sekolahkan 3 Anaknya Hingga Sarjana


Tinggal Bersama Istri dan Keenam Anaknya


Dilansir dari Ohmymedia, Selasa (5/5/2020) ternyata kakak dari Maznah, Radzuan bin Ismail ini juga tinggal di bawah terpal usang bersama istri dan enam orang anaknya. Diketahui Radzuan bekerja di Kilang Sawit di Batu 10.

Penghasilannya hanya 1.200 ringgit Malaysia atau setara Rp 4 juta dalam sebulan. Dengan penghasilan yang tergolong kecil tersebut, ia tidak mampu mendirikan rumah baru yang lebih layak. Sementara ia harus membiayai pendidikan enam orang anaknya.

Rumah yang beratap terpal sederhana itu didirikan di atas bekas rumah orangtua Maznah dan Radzuan yang telah hangus dilalap si jago merah pada 25 Oktober 2015 silam. Dengan penghasilan seadanya, Radzuan belum mampu mendirikan kembali rumah yang terbakar tersebut.

Meski hidup dalam berbagai keterbatasan, Radzuan berusaha menyekolahkan anak-anaknya agar mendapat kehidupan yang lebih baik dikemudian hari. Anak sulung Radzuan yang berusia 22 tahun kini tengah menempuh pendidikan di UIAM, Gombak. Anak keduanya sudah lulus dari perguruan tinggi dan menjadi sarjana muda di Universitas Teknikal Malaysia.

Sedangkan anak ketiganya lulus dari Politeknik Sultan Idris, Sabak Bernam, Selangor. Sementara tiga anak lainnya bersekolah di jenjang dasar menengah.

Belakangan ini, ada beberapa pihak yang telah datang mengulurkan sedikit bantuan untuk Radzuan sekeluarga. Diharapkan dengan dana yang terkumpul ia bisa merenovasi rumahnya agar lebih layak. Unggahan tentang kisah Radzuan dan keluarganya inipun menarik perhatian dan komentar para warganet.

"Oh tuhan mengapa begini, kalau ada yang kaya, kaya raya kalau miskin begini. Kerajaan harus berbuat sesuatu secepatnya untuk membantu keluarga ini. Air mataku pun telah keluar memandang keadaan mereka, tuhan merahmati keluarga demikian," tulis seorang pengguna Facebook pada kolom komentar.

"Orang susah tapi pintar mendidik anak dengan keadaan serba kekurangan.. hebat-hebat, terbaik," tulis warganet lainnya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post