Soal 500 TKA China, Indonesia Dinilai Tak Kuasa Hadapi Investor Asing

Soal 500 TKA China, Indonesia Dinilai Tak Kuasa Hadapi Investor Asing

Soal 500 TKA China, Indonesia Dinilai Tak Kuasa Hadapi Investor Asing


Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi membenarkan kabar terkait 500 TKA China yang seharusnya datang pada 22 April lalu. Namun, pemerintah setempat menolak dengan tegas kedatangan mereka.

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, menilai sebaiknya pemerintah pusat mendengarkan dan memenuhi aspirasi pemerintah daerah. Mestinya, kata dia, pemerintah pusat bisa satu suara dengan Gubernur Sultra menolak kedatangan 500 TKA asal China di tengah pandemi Corona.

“Apa yang disampaikan Gubernur, DPRD Provinsi, dan masyarakat itu murni sebagai aspirasi berkenaan dengan penanggulangan Corona. Diyakini bahwa masuknya orang asing ke Indonesia sangat potensial membawa virus corona. Apalagi, TKA tersebut berasal dari China, epicentrum pertama sekali virus corona ini," kata Saleh kepada wartawan, Kamis (30/4).

Di sisi lain, lanjut Saleh, pemerintah daerah dan masyarakat tentu sangat khawatir mengingat penyebaran virus corona di Indonesia belum mereda.

Grafik penyebarannya masih menunjukkan pertambahan kasus positif setiap harinya, termasuk korban yang meninggal.

Kebijakan pemerintah memberi izin terhadap 500 TKA dinilai aneh oleh Saleh, Ia berpendapat Pemerintah Indonesia tak kuasa jika menghadapi investor asing.

"Kebijakan Pemerintah Indonesia yang memberi izin masuk kepada para TKA itu dinilai aneh. Ada kesan bahwa pemerintah sangat inferior jika berhadapan dengan investor asal China. Terkadang, kelihatan Indonesia kurang berdaulat jika sedang memenuhi tuntutan para investor tersebut," ujar Saleh.

Selain itu, Saleh juga mengingatkan bahwa kasus kasus seperti ini bukan terjadi sekali saja, Namun sudah beberapa kali kasus TKA China yang menimbulkan polemik tapi tetap saja bisa masuk ke Indonesia.

“Kasus kedatangan TKA asal China di masa pandemi seperti ini bukan sekali ini saja. Tempo hari ada juga puluhan orang TKA asal China yang tiba di Kepulauan Riau. Itu juga menimbulkan polemik dan perdebatan. Tapi kok semakin diperdebatkan, malah tidak semakin menyusutkan langkah mereka untuk masuk ke Indonesia," imbuhnya.

Menurut Saleh, perlu diperhatikan WNI saat ini juga banyak yang membutuhkan pekerjaan. Sebab, banyak perusahaan dalam negeri yang terpaksa merumahkan para pekerjanya karena imbas wabah corona.

Di saat-saat seperti ini, kata Saleh, penanaman modal asing semestinya menjadi alternatif bagi mereka untuk bekerja.

“Salah satu manfaat investasi asing adalah menciptakan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal. Jika investasi asing justru mempekerjakan TKA, berarti investasi itu tidak memiliki added value. Hanya menguntungkan pihak asing saja. Wajar jika dikritisi dan dipertanyakan masyarakat," tutupnya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post