Aneh, Pelaku Selalu Menghilang Saat Dikejar Maupun Dikepung

Aneh, Pelaku Selalu Menghilang Saat Dikejar Maupun Dikepung

Aneh, Pelaku Selalu Menghilang Saat Dikejar Maupun Dikepung


Warga di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Sragen terus diresahkan dengan kemunculan oknum misterius yang diyakini pelaku pencurian dan berkeliaran di lingkungan mereka.

Anehnya, meski dilakukan pengejaran oleh warga, para pelaku itu hingga kini belum ada satu pun yang tertangkap.

Sebagian besar oknum tak dikenal itu dilaporkan selalu berhasil menghilang dari kejaran warga. Aksi pengejaran oknum misterius itu marak terjadi dalam beberapa hari terakhir di tengah situasi keprihatinan wabah corona atau covid-19.

Bahkan, teror aksi pencurian itu membuat sebagian warga desa langsung menutup jalan masuk dan menggiatkan ronda. Aksi pengejaran oknum misterius itu di antaranya terjadi di wilayah Kecamatan Sumberlawang, Tanon, Sidoarjo, Masaran, Karangmalang dan Sragen Kota.

"Dua malam lalu warga juga ramai karena ada yang memergoki orang tak dikenal hendak masuk ke salah satu rumah warga. Kemudian dikejar rame-rame sampai lari ke tepi Bengawan Solo wilayah Gawan. Lalu naik lagi ke sawah-sawah lalu menghilang dan tidak terkejar. Belum sempat ada yang diambil karena sudah ketahuan warga," papar Sutrisno, salah satu warga Desa Kecik, Tanon, Senin (27/4/2020).

Senada, salah satu warga Sragen kota Edi juga menuturkan Minggu (26/4/2020) malam warga di wilayah Sumengko dan Canthel juga digegerkan dengan kemunculan oknum misterius yang ramai dikabarkan sempat menyatroni rumah warga.

"Warga lalu mengejar rame-rame sampai ke kebun- kebun tapi ternyata juga menghilang dan nggak bisa dikejar. Ada yang tahu sempat mau mbuma pintu rumah salah satu warga tapi langsung konangan dan diteriaki lalu lari," tuturnya.

Aksi pengejaran serupa pencuri juga terjadi di Masaran sejak sepekan lalu. Salah satu tokoh pemuda di Desa Jirapan, Teguh Santoso mengatakan terduga pencuri sempat dipergoki hendak masuk ke rumah warga di Dukuh Jatimulyo beberapa hari lalu pukul 00.30 WIB.

"Ada warga yang tahu pencurinya sudah mau masuk ke rumah. Saat diteriaki, langsung kabur. Warga empat dukuh lalu mengejar ramai-ramai. Larinya ke arah kebun tebu dan sempat dikepung berjam-jam sampai dinihari tapi nggak ketemu juga," terangnya.

Senada, salah satu tokoh di Desa Karangmalang Masaran, Harmono menuturkan aksi pengejaran terduga pencuri juga terjadi di Desa Sidodadi dan Karangmalang. Menurutnya, pelaku terdeteksi sempat beraksi di perbatasan Sidodadi-Karangmalang. Lalu dikejar dan lari ke arah jalan Tol Solo-Sragen wilayah Sidodadi.

"Pelakunya terdeteksi sempat buka jendela rumah warga di Sidodadi. Pas ketahuan langsung lari ke kebun. Warga kemudian nguber sampai fly over. Tapi hilangnya di arah jalan tol. Yang satunya di dekat balai desa Karangmalang dioyak pakai motor, lari ke arah balai desa dan kabur sampai ke arah pasar delepan. Semalam dari jam 23.00 WIB sampai dinihari," tuturnya.

Sementara, di Sidoharjo, aksi pelaku pencuri juga dipergoki saat hendak menyatroni rumah warga di Dukuh Patihan, Desa Patihan. Warga di semua dukuh juga langsung mengejar dan melakukan pengejaran sampai ke sawah.

"Pelakunya ketahuan pas mau masuk rumah warga, lalu diteriaki kabur. Warga semua langsung keluar dan mengejar. Larinya ke arah sawah," ujar Koordinator Poldes Masaran Cabang Sidoharjo, Alfian Rendi Prasetya.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Sragen AKP Harno mengatakan hingga kini belum ada laporan soal aksi pencurian yang ramai di masyarakat itu. Meski demikian, pihaknya meminta jika memang ada kejadian atau aksi tindak kejahatan masyarakat diminta segera melapor ke aparat terdekat.

Perihal indikasi adanya informasi terduga pelaku kejahatan yang terorganisir dan disebar untuk melakukan aksi, ia menyangsikan itu. Ia justru meminta masyarakat untuk tidak serta merta mempercayai sesuatu atau informasi di media sosial yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Seperti insiden kemarin video 4 pemuda yang dikabarkan pencuri tertangkap, dimassa dan dinaikkan ke mobil itu ternyata itu bukan terjadi di Sragen. Akan tetapi itu kejadiannya di luar Jawa," terangnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan pengamanan swakarsa melalui ronda atau siskamling.

Pihak kepolisian juga akan terus meningkatkan intensitas patroli baik melalui patroli backbone atau blue light patrol untuk menekan potensi kejahatan dan menjaga Kamtibmas yang kondusif di wilayah Sragen.
Next article Next Post
Previous article Previous Post