Marak Kejahatan, Yasonna Laoly Minta Napi Asimilasi Tak Disalahkan

Marak Kejahatan, Yasonna Laoly Minta Napi Asimilasi Tak Disalahkan

Marak Kejahatan, Yasonna Laoly Minta Napi Asimilasi Tak Disalahkan


Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta masyarakat tak menyalahkan napi asimilasi terkait maraknya kejahatan yang terjadi belakangan ini.

Di tengah pandemi Covid-19, kejahatan semakin merajarela di berbagai daerah

Banyak kasus mengenai aksi kejahatan seperti pencurian, begal hingga penodongan.

Terlebih setelah ribuan napi mendapatkan program asimilasi, pembebasan bersyarat karena Covid-19.

Tak sedikit napi asimilasi yang kembali berulah.

Hal ini menjadi sorotan masyarakat.

Banyak yang menuntut pertanggungjawaban Yasonna Laoly.

Kebijakan mengenai program asimilasi ini memang mengundang pro dan kontra dari masyarakat.

Banyak yang khawatir jika para napi kembali melakukan tindak kejahatan setelah dibebaskan.

Kini kekhawatiran mereka terbukti.

Mengenai hal tersebut, Yasonna Laoly mengaku sudah menyiapkan sejumlah antisipasi atas dampak-dampak yang terjadi usai membebaskan narapidana termasuk jika kembali berulah.

“Sudah dong (disiapkan). Dimanapun ada residivisme, tapi yang sekarang ini sangat-sangat kecil sekali. Yang dihebohkan setiap kejahatan yang ada, seolah dilakukan oleh napi asimilasi,” kata Yasonna , pada Kamis (23/4/2020).

Yasonna Laoly mengatakan banyak tindakan kejahatan yang disebut dilakukan oleh napi asimilasi, padahal kenyataannya tidak.

“Contoh hoax: Polisi yang mengejar begal bawa celurit di Jakarta Timur, disebut napi asimilasi yang baru ke luar, padahal sama sekali bukan!,” lanjut Yasonna.

Yasonna Laoly lantas meminta jangan menjadikan napi asimilasi sebagai kambing hitam soal tingginya angka kejahatan.

“Ingat dalam kondisi ekonomi sulit seperti ini, pasti ada dampak kepada kejahatan, tapi jangan kambinghitamkan semua pada napi asimilasi. Hitung saja presentasi antara yang ke luar dan yang mengulang kembali,” ujarnya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post