Gubernur Ini Sumbangkan Gajinya Sampai 2022 untuk Warga Miskin di Tengah Pandemi Corona

Gubernur Ini Sumbangkan Gajinya Sampai 2022 untuk Warga Miskin di Tengah Pandemi Corona

Gubernur Ini Sumbangkan Gajinya Sampai 2022 untuk Warga Miskin di Tengah Pandemi Corona


Di saat banyak pihak yang tak mau ambil pusing dengan penderitaan rakyat miskin saat pandemmi corona mewabah, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie langsung mengikhlaskan gajinya hingga tahun 2022 untuk menangani virus corona.

Gubernur Rusli mengaku tak lagi bisa tidur nyenyak memikirkan nasib rakyatnya yang serba susah akibat dampak dari penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Wabah covid-19 telah membuat banyak orang kehilangan mata pencarian.

Oleh karena itu, demi untuk membantu penanganan virus tersebut, dia sampai mengikhlaskan gajinya disumbangkan.

Tidak tanggung-tanggung, gaji sampai dengan akhir masa jabatannya di 2022 disumbangkan semua.

"Kenapa gaji saya disumbangkan sampai tahun 2022, Apa virus ini sampai tahun segitu? Enggak. Mungkin ada anak yang jadi yatim, anak jadi yatim piatu karena corona. Maka gaji ini saya berikan untuk mereka,” ujar Gubernur Gorontalo, Selasa (7/4/2020).

Dia mengaku niat tersebut sebagai bentuk pertanggung jawabannya selaku kepala daerah dan merasa bersyukur, hingga hari ini Gorontalo masih menjadi salah satu provinsi dengan nol kasus positif corona.

Untuk pencegahan dan penanganan virus corona, Pemprov Gorontalo juga sudah mengalokasikan anggaran sekira Rp78 miliar. Anggaran tersebut difokuskan untuk penyediaan perlengkapan medis, bantuan bagi tenaga medis serta bantuan pangan bagi warga yang rentan terdampak corona.

Dia sampai meminta kepada anak buahnya untuk merombak APBD Provinsi Gorontalo. Salah satu poin pentingnya merasonalisasi biaya perjalanan dinas, makan minum, bimbingan teknis dan belanja pegawai lainnya untuk disiapkan sebagai insentif bagi warga miskin yang pasti terdampak dengan adanya virus corona.

Selain insentif pangan gratis bagi warga, dana tersebut juga diperuntukkan untuk daerah daerah rawan pangan dan warga miskin. Terlebih tidak lama lagi warga akan menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.

“Masih dihitung teknisnya bagaimana, yang jelas abang bentor misalnya pasti terkena imbas dari virus corona ini. Petani, nelayan, penjual kue dan lainnya juga,” pungkas Rusli
Next article Next Post
Previous article Previous Post