Cara Terbaik Ajarkan Anak Shalat Sedini Mungkin

Cara Terbaik Ajarkan Anak Sholat Sedini Mungkin

Inilah Cara Terbaik Ajarkan Anak Sholat Sedini Mungkin | pentingnya mengajarkan anak sholat sejak dini | hadits tentang mendidik anak untuk sholat | umur berapa anak wajib shalat | mengenalkan sholat pada anak hadits mengajarkan anak sholat

“GA MAU!” teriak Alee, dengan wajah memerah, nafas naik turun, jantung berdegub kencang, sosok Alee kecil berani melawan perintah sang bunda, tak kalah marah atas perlakuan sang buah hati tercinta, bunda pun menekan suara dan mimik wajahnya “oh, bunda panggil ayah, yah!”, tak lama kemudian ayah pun datang, Alee dengan penuh ketakutan bersembunyi tepat di belakang kakinya, “ada apa ini?” ujar ayah menanggapi atmosfer yang semakin memanas.

“itu yah Alee ga mau berangkat sholat ke masjid.” Bela bunda, tak mau kalah Alee pun membela dirinya, “ lagian bunda nyuruhnya galak banget sihh… “

Inilah gambaran kecil yang sering kita lihat dalam sebuah keluarga, tak sedikit orang tua yang berharap anaknya kelak menjadi shaleh dan shalehah, selalu sholat tepat waktu, rajin dan pintar membaca al-qur’an, perlu kita Ingat “Untuk Menggapai Bintang Di Langit, Haruslah Kita  Menjadi Astronot”,  begitu pula jika kita menginginkan anak kita kelak menjadi sesuatu, maka rubahlah pola pikir dan cara kita bertindak, seperti analogi kecil “Jangan Berharap Memeluk Bulan Jika Kau Adalah Tanah”.

Seperti yang tercantum di dalam hadits Rasullah dengan sanad yang shahih dari Imam Abu Daud (no. 495) dan Ahmad (6650) dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan sholat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.” (Di Shahihkan oleh Al-Albany dalam Irwa’u Ghalil, no. 247)

Kita boleh “memukul” anak kita jika mereka menolak ajakan sholat di atas 7 tahun, mari kita telaah sejenak seperti apakah memukul yang diperbolehkan, apakah menggunakan selang? gesper? rotan? sudikah kita menjadi sosok monster bagi anak kita? walau sebenarnya kebaikanlah yang ingin kita sampaikan.

Diisyaratkan dalam masalah memukul anak yang tidak shalat yaitu pukulan yang tidak melukai, tidak membuat kulit luka, atau tidak membuat tulang atau gigi menjadi patah. Pukulan di bagian punggung  atau pundak dan semacamnya.

Hindari memukul wajah karena diharamkan memukul wajah berdasarkan larangan Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Pukulan hendaknya tidak lebih dari sepuluh kali, tujuannya semata untuk pendidikan dan jangan perlihatkan pemberian hukuman kecuali jika dibutuhkan menjelaskan hal tersebut karena banyaknya penentangan anak-anak atau banyak yang melalaikan shalat, atau semacamnya.

Dari Abu Burdah Al-Anshar, dia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang tidak boleh dipukul lebih dari sepuluh kali kecuali dalam masalah hudud (hukuman tetap) dari Allah Ta’ala.” (HR. Bukhari, no. 6456, Muslim, no. 3222)

Ingatlah sosok monster selalu di benci dalam film kartun, sebaliknya sosok bidadari dan peri sangatlah dicintai oleh anak-anak kita, tak jarang mereka mengikuti apapun yang diucapkannya, lalu bagaimana dengan sosok monster? tak segan anak kita mencaci maki dan mungkin gemas seraya akan memukulinya jika sang monster tepat di hadapannya.

Hal yang harus kita selalu ingat adalah atas dua panca indra penting, di mana mereka berfungsi dari awal kelahiran hingga di penghujung usia, tak lain adalah mata dan telinga, dari dua panca indra ini pula anak kita banyak menyerapi ilmu-ilmu baru dan juga mengikutinya, sebaik-baik pengajaran adalah mencontohkan dan memberikan pemahaman.

Loading...

Ajaklah anak kita sharing dari kecil di mulai dari hal-hal yang sangat sederhana, seperti baju mana yang akan dibeli, tokoh sahabat manakah yang paling disukai, mungkin tokoh kartun yang digemari, dan masih banyak hal yang sebetulnya sangat sederhana namun berdampak sangat besar di kemudian hari.

Agama adalah jalan dan juga penerang kehidupan, jangan sampai kita menanamkan agama dengan paksa pada anak kita, alangkah baiknya jika kita menanamkannya dihatinya, tumbuhkan kesadarannya dalam beragama, buatlah langkahnya ringan menuju masjid, melaksanakan shalat, mudah untuk bersedekah tanpa harus kita paksa, lagi pula berapa banyak waktu yang kita luangkan sehari untuk mengawasi dan mengontrol anak kita? tak mungkin hingga mereka dewasa kita terus mengawasinya.

Tips terbaik dalam mengajarkan sholat sedini mungkin:

1. Buatlah mereka tertarik dengan sholat, mungkin bisa kita ceritakan bagaimana pahala dan keutamaan sholat, dan ialah amalan yang pertama kali akan ditanya dan diperhitungkan.

2. Selalu adakan sholat berjamaah di rumah, jika perempuan maka sholat bersama bunda di rumah, dan jika laki-laki maka cobalah ajak ke masjid.

3. Buatlah acara menarik selepas sholat berjamaah, contoh: sesi cerita para nabi, sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan cerita hikmah lainnya, dan tentunya harus yang menarik minat mereka.

4. Berikan reward bagi yang selalu mengerjakan sholat, contoh: dia yang berhak memilih destinasi wisata di akhir pekan, buatkan makanan kesukaannya, hadiah yang mendidik, dan sebagainya.

5. Carilah gold oppurtinity (kesempatan emas), masuklah melalui celah ini, cari saat-saat anak kita sendiri, buat mereka mau mencurahkan isi hatinya pada kita. Karena saat manusia terbuka maka ia sangat mudah di kendalikan.

6. Berilah sarung, mukenah ataupun sejadah yang mereka sukai dan membuat semangatnya meningkat dalam beribadah.

7. Belikan buku-buku tentang bagaimana caranya sholat yang benar dengan cover yang lucu agar membuat mereka semangat membacanya, juga dengan bahasa yang sederhana dan mudah di pahami, dan kalau bisa yang full colour.

8. Jangan pernah sekalipun memaksanya, tapi sebaliknya usahakan selalu mengajaknya dengan kelembutan dan do’akan agar alloh melunakan hatinya.

Jangan pernah lelah mendidik! dalam mendidik banyak hal yang bisa kita pelajari, anak kita adalah titipan Allah, memberikannya bukan untuk menambah beban, akan tetapi memberi tambahan pahala dan juga jalan menuju jannah-Nya, kita lihat fenomena masa kini banyak sekali orang tua yang menyerahkan pendidikan agama anak pada guru les agama, pondok pesantren tanpa ada langkah dari diri mereka.

Mendidik  bukanlah soal berapa banyak uang yang kita keluarkan akan tetapi bagaimana azzam dan pengorbanan yang harus kita keluarkan, pesantren bukan satu-satunya solusi terbaik dalam mendidik anak, mengapa? karena banyak sekali orang tua yang lepas tanggung jawab atasan anaknya lantas membuangnya ke pondok pesantren dan jadilah anak-anak tersebut biang kenakalan dan menyebarkan virus yang tidak baik, alangkah baiknya jika kita sebagai orang tua selalu membimbing anak kita dan menambah bekal dalam mendidik, perlu kita camkan pada diri kita, yang harus terus belajar bukan saja anak kita, akan tetapi seharusnya kita jauh lebih semangat da;a, belajar dibandingkan anak kita, apalagi di zaman digital ini banyak fitnah yang terselubung.

Penting juga diperhatikan bahwa pembinaan terhadap anak, bukan hanya karena dia meninggalkan sholat saja, jika sikapnya meremehkan syarat-syaratnya, rukun-rukunnya dan wajibnya. Kadang sang anak sholat, tapi sholatnya dia jamak tanpa uzur, atau dia shalat tanpa wudhu, atau tidak benar sholatnya. Maka ketika itu hendaknya diajarkan semua perkara sholat dan memastikan bahwa dia menunaikan kewajiban, syarat dan rukunnya. Jika mereka lalai dalam sebagiannya, maka kita kuatkan lagi nasihatnya, diajarkan terus menerus. Jika masih juga lalai, boleh diperingatkan dengan pukulan hingga sholatnya benar.

Wallahu a’lam.

Loading...
Ayo Bagikan Info Ini