Hati Tak Hadir Pada 3 Tempat Ini, Ulama Besar Menyebutnya Manusia Tak Punya Hati

Hati Tak Hadir Pada 3 Tempat Ini, Ulama Besar Menyebutnya Manusia Tak Punya Hati

author photo
Hati Tak Hadir Pada 3 Tempat Ini, Ulama Besar Menyebutnya Manusia Tak Punya Hati

Hati Tak Hadir Pada 3 Tempat Ini, Ulama Besar Menyebutnya Manusia Tak Punya Hati

Hati merupakan segumpal darah yang menjadi pusat bagi tubuh. Bahkan dikatakan apabila hati itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya dan apabila hati itu buruk, maka buruk pula seluruh tubuhnya.

Seorang ulama besar Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah telah berkata mengenai keberadaan hati seorang muslim.

“Carilah hatimu di tiga tempat ini; di saat engkau mendengarkan Al Qur’an, di saat engkau berada di majlis dzikir (majlis ilmu) dan di saat engkau menyendiri bermunajat kepada Allah. Jika engkau tidak temukan hatimu di sana, maka mintalah kepada Allah agar memberimu hati karena sesungguhnya engkau sudah tidak punya hati lagi.” (Al Fawaid)

Perkataan imam besar tersebut bukanlah tanpa alasan karena sesungguhnya Allah Ta’ala juga secara tidak langsung menyebutkan betapa manusia yang beriman akan mendapati hatinya ketika mengingat Allah.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka. Dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal.” (QS Al Anfal 2)

“Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.” (QS As Sajdah 15)

Dengan kata lain, hadirnya hati merupakan suatu proses tadabur dimana seorang muslim akan berusaha menghayati setiap bacaan yang dilafadzkannya kepada Allah, sebagaimana definisi dari tadabur itu sendiri.

“Tadabur adalah memperhatikan dan menghayati ayat-ayat Al Qur’an agar dapat memahami dan mengerti artinya, hukumnya dan maksud dari ayat-ayat tersebut.”

Adapun tanda seorang yang hatinya hadir dalam 3 tempat yang disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah ternyata bisa terlihat dari fisik luarnya, sebagaimana yang telah disebutkan dalam sejumlah ayat Al Qur’an.

1. Meneteskan Air Mata Ketika Dibacakan Kebenaran Dalam Al Qur’an

Orang yang memiliki hati akan lebih mudah tersentuh dengan kalimat Allah dan hal tersebut akan terlihat dari mengucurnya air mata sebagai tanda bukti kebenaran firman Allah.

“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata, “Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad).” (QS Al Maidah 83)

2. Bergetar Hatinya Dan Bertambah Iman Ketika Dibacakan Ayat Al Qur’an

Sesungguhnya bergetarnya hati orang yang beriman akan nampak dari raut wajahnya. Terlihat sebuah ketakutan yang mendalam karena merasa hinanya diri di hadapan Allah yang Maha Agung. Dan keyakinan untuk memperbaiki diri semakin jelas ketika dibacakan ayat-ayat Allah.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka. Dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal.” (QS Al Anfal 2)

3. Menyungkur Dan Bersujud

Orang yang memiliki hati dan memahami kandungan ayat Al Qur’an yang dibacakan akan lebih mudah untuk merendahkan dirinya dengan cara bersujud. Sebuah pengakuan atas kemuliaan Allah dengan segala ketentuanNya.

Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi.” Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu.” (QS Al Isra 107-109)

4. Tidak Menjadi Seorang Yang Buta Dan Tuli

Terkadang sebagian orang ketika dibacakan ayat yang tidak sesuai dengan hawa hawa n4fsunya akan berubah menjadi seorang yang buta dan tuli. Padahal sesungguhnya orang yang beriman akan siap menerima ayat apapun jika memang mampu mendekatkan dirinya kepada Sang Khaliq.

“Dan apabila orang-orang yang diberi peringatan dengan ayat-ayat dari Rabb mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.” (QS Al Furqan 73)

5. Bergetar Kulitnya Saat Mendengar Ayat Allah Dan Gembira/ Tenang Saat Mengingat Allah

Rasa takut seseorang akan terlihat pada kulitnya yang gemetar. Seperti itu juga orang yang memiliki hati yang takut kepada Allah, dia akan merasakan segala yang dilakukannya belum dapat mampu menebus dosa-dosanya yang kian bertambah sehingga takut jika akhir kesudahannya jauh dari rahmat dan ridho Allah.

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan itu Dia menunjuki siapa yang dikehendakiNya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorang pemimpin pun.” (QS Az Zumar 23)

Baca Juga:


Itulah 3 tempat yang harus manusia hadirkan hatinya jika tidak ingin disebut sebagai manusia yang tidak punya hati. Semoga Allah Ta’ala menjaga kita untuk terus memperhatikan hati agar tidak lalai dari mengingatNya. Aamiin

Wallahu A’lam
Next article Next Post
Previous article Previous Post