Tudingan Pencurian Ampli Dibantah Istri Almarhum, Wanita Yang Lagi Hamil 7 Bulan Ini Beber 3 Hal



Siti Zubaidah (25) menunjukkan foto suaminya. Ia yakin suaminya bukanlah seorang pencuri hingga dihakimi massa dan dibakar hidup-hidup. Tampak gambar di belakang sosok suaminya yang tengah dibakar dan sebelah kiri saat dimakamkan.

Masih tampak sembab di mata Siti Zubaedah karena menangisi kepergian suaminya.

Tudingan Pencurian Ampli Dibantah Istri Almarhum, Wanita Yang Lagi Hamil 7 Bulan Ini Beber 3 Hal


Ia beberkan beberapa kejanggalan tentang suami yang dituduh mencuri hingga dibakar, Jumat (4/8/2017).

Zubaidah yang sedang hamil 7 bulan ini merupakan istri dari almarhum Muhammad Al Zahra alias Joya (30), pria yang dituduh mencuri ampli di mushola dan berakhir tragis.

Joya meregang nyawa ketika merasakan sakitnya penganiayaan serta panasnya api yang membakar tubuhnya setelah disiram bensin jenis pertamax.

Ia menghembuskan nafas terakhir dengan kondisi tubuhnya yang 80 persen terbakar, menurut informasi yang beredar, pria ini masih bernafas saat tubuhnya dibakar.

Joya meninggal dunia di wilayah Kampung Muara Bakti RT12/7, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (1/8/2017) petang.

Lelaki yang kesehariannya bekerja sebagai tukang servis TV dan sering memperbaiki amplifier ini dituduh mencuri ampli mushola.

"Saya yakin, suami saya tidak seperti itu. Bukan pencuri yang dituduhkan," kata Zubaedah saat ditemui di rumahnya Kampung Jati RT 04/05, Desa Cikarang Kota, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/8/2017) malam.

Ketika diwawancarai, Zubaedah berkali-kali mengelus perutnya, anak kedua yang berusia kandungan 6 bulan.

"Saya belum memikirkan nasib ke depan bagaimana setelah kejadian ini," imbuhnya.

Ia kemudian beberkan beberapa hal tentang suaminya.

Berikut 3 kejanggalan yang dipaparkan Siti.

Ia meyakini suaminya bukan seorang pencuri.

1. Siti Zubaidah menjelaskan jika selama ini pekerjaan suaminya memang tukang servis elektronik seperti tv dll, termasuk juga amplifier.

2. Selama ini kebiasaan suaminya adalah membeli ampli bekas yang biasanya rusak lalu ia perbaiki di rumah kemudian dijual pada orang lain.

"Suami saya sering membeli amplifier bekas dari orang lain. Di rumah amplifier itu diperbaiki untuk dijualnya kembali," terang Zubaedah.

3. Ia meyakini ampli yang jadi barang bukti dan dibawa ke kantor polisi merupakan ampli yang baru saja dibeli dari orang lain.

Bukan hanya Siti yang yakin akan hal itu.

Pandi (40) ayah kandung Siti atau mertua Joya juga ikut mengamini apa yang disampaikan anaknya tersebut.

Pandi yakin saat peristiwa terjadi menantunya tersebut sedang menurunkan amplifier dari sepeda motor untuk menghindari praktik pencurian.

Selama ini menurut Pandi menantunya saat bekerja selalu mampir untuk shalat.

"Menantu saya adalah orang yang taat dan rajin beribadah. Saya yakin dia mau menurunkan amplifier karena hendak shalat. Tapi malah diteriaki maling," kata Pandi.

Menurut penuturan keluarga, Joya memang rajin shalat berjamaah lima waktu.

Sementara itu, Pihak Polres Metro Bekasi menegaskan, dari penyelidikan sementara, MA (Muhammad Al Zahra/Joya) pria yang meninggal dibakar massa di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (1/8/2017) sore kemarin diduga memang pencuri amplifier mushola setempat.

Ini diperkuat keterangan beberapa saksi dari warga setempat.

"Hasil penyelidikan kami menunjukan, bahwa orang yang dibakar massa ini adalah diduga pelaku pencurian ampli mushola di wilayah itu," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito, Rabu (2/8/2017) malam.

Penjelasan ini disampaikan pihak Polres Metro Bekasi menyusul beredarnya kabar MA yang tewas dibakar massa itu disebut sebagai korban salah sasaran amukan massa sebagaimana tulisan dan foto yang diunggah di sosial media. Dan unggahan netizen itu dimuat di media massa online.

MA tewas dibakar massa di Kampung Muara Bakti RT 012/07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (1/8/2017) sore kemarin.

Petugas kepolisian kemudian membawa jenazahnya ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, untuk diautopsi.

Selain menyelidiki kasus dugaan pencurian yang dilakukan MA, pihak Polres Metro Bekasi dan polsek setempat juga menyelidiki kasus pengeroyokan hingga menghilangkan nyawa MA.

Saat ini, petugas tengah mencari sejumlah warga yang diduga terlibat aksi tersebut.

"Untuk pengeroyokan yang mengakibatkan MA meninggal dunia, tetap kami akan proses," ujarnya.

Menanggapi kasus ini, Warganet mendesak pihak kepolisian agar para para pelaku diseret ke penjara

Desakan warganet sangat besar dan meminta keluarga untuk lapor ke polisi.

Bahkan ada beberapa netizen yang mengetahui kalau istri korban hamil 7 bulan menyatakan kalau menjadi pihak keluarga tak bakalan memaafkan tindakan biadap para pelaku.

Baca Juga: Ini Video Detik-detik Aksi Massa Membakar Tukang Servis Ampli Di Bekasi

Netter lain meminta polisi untuk mengusut meski tanpa laporan karena kalau hal ini dibiarkan akan berlanjut di kemudian hari.



Loading...