Anda Islam Tapi Tak Tersinggung Saat Ahok Hina KH Ma'ruf Amin? Ini Penjelasan Ustadz Arifin Ilham



Pendiri sekaligus Pemimpin Majlis Az-Zikra Ustadz Arifin Ilham menegaskan siap pasang badan untuk membela Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin. Pembelaan terhadap KH Ma'ruf Amin tersebut merupakan salah satu bentuk mengamalkan salah satu kandungan Al-Qur'an dan Hadits Nabi yang mulia.

Anda Islam Tapi Tak Tersinggung Saat Ahok Hina KH Ma'ruf Amin? Ini Penjelasan Ustadz Arifin Ilham


Al Ulamaa' Warasatul Anbiya', para ulama adalah pewaris para Nabi. Penyambung dakwah Rasulullah yang gigih menyampaikan kalimat-kalimat-Nya di berbagai belahan bumi.

Sehingga, wajib bagi setiap umat Islam untuk menghormati dan memuliakan ulama', karena ilmunya, dakwahnya, dan karena ketaqwaannya kepada Allah Ta'ala serta kesungguhannya dalam menapaki sunnah Rasulullah yang mulia.

Alhasil, orang-orang beriman sudah pasti memuliakan ulama. Dan orang-orang yang tak memiliki iman akan melecehkan ulama.

Namun, apa pasal yang bisa dikenakan kepada seorang yang mengaku beragama Islam tapi tak tersinggung ketika ulama dihina dan dinistakan?

"Sungguh begitu besar keutamaan ulama. Karena itulah, hanya orang tidak beriman yang melecehkannya. Dan ingat! Kalau tidak tersinggung saat ulama dihina, pasti ada penyakit di hatinya." tulis Ustadz Arifin Ilham dalam akun resmi fesbuknya pada Rabu (2/1/17).

Selain menyampaikan hal tersebut, Ustadz Arifin juga menegaskan bahwa Ahok yang tidak memiliki adab karena menghina Al-Qur'an dan ulama, maka ia tidak layak menjadi pemimpin. Jangankan setingkat Gubernur, sekelas ketua rukun tetangga (RT) pun tidak layak.

Beliau juga mengingatkan, Ahok memiliki potensi bahaya yang besar bagi bangsa Indonesia. Jika Kalam Allah, Rasulullah, dan ulama saja dihina, bagaimana lagi dengan manusia biasa yang tidak berilmu?

Baca Juga:




Berikut pernyataan lengkap Ustadz Arifin Ilham yang ia beri judul “Cinta Ulama”.


Cinta Ulama

Assalaamu alaikum warahmatullah wabarakaatuhu.

Astagfirullah, kini secara langsung kita menyaksikan ketidaksantunan Ahok dan tim pembelanya kepada ayahanda tercinta KH Maruf Amin, ulama NU kita, ketua MUI kita, ulama sepuh kharismatik negeri kita, yg kita semua sangat mencintai beliau karena Allah.

Simaklah Kalam Allah ini, “Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba kami.” (Fathir: 32).

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Ayat ini sebagai syahid (penguat) terhadap hadits yang berbunyi al-‘ulama waratsatil anbiya (ulama adalah pewaris para nabi).” (Fathul Bari, 1/83).

Sungguh ulama adalah pewaris para nabi, ulamalah yg melanjutkan dakwah para nabi setelah wafat, walau ulama tidak makshum, bukan tidak pernah salah, bahkan terkadang mereka terjatuh dalam kesalahan. Akan tetapi keutamaan dan kebaikan-kebaikan mereka akan menutup kesalahan-kesalahannya. Sungguh siapa pun yg mencintai Allah, Rasulullah dan para nabi, maka wajib mencintai ulama.

Simaklah sabda Rasulullah, “Barang siapa memandang wajah orang alim dg satu pandangan lalu ia merasa senang dgnya, maka Allah Taala menciptakan malaikat dari pandangan itu dan memohonkan ampun kepadanya sampai hari kiamat” (Kitab Lubabul Hadis).

“Barang siapa memuliakan orang alim maka ia memuliakan aku, barang siapa memuliakan aku maka ia memuliakan Allah, dan barang siapa memuliakan Allah maka tempat kembalinya adalah surga.” (Kitab Lubabul Hadis).

“Hendaknya kamu semua memuliakan para ulama, karena mereka itu adalah pewaris para Nabi, maka barang siapa memuliakan mereka berarti memuliakan Allah dan Rasul-Nya.” (Kitab Lubabul Hadis).

“Barang siapa mengunjungi orang alim maka ia seperti mengunjungi aku, barang siapa berjabat tangan kepada orang alim ia seperti berjabat tangan denganku, barang siapa duduk bersama orang alim maka ia seperti duduk denganku di dunia, dan barang siapa yang duduk bersamaku di dunia maka aku mendudukkanya pada hari kiamat bersamaku.” (Kitab Lubabul Hadis).

Sungguh begitu besar keutamaan ulama, karena itulah hanya orang yg tidak beriman yg melecehkannya. Dan ingat! Kalau tidak tersinggung saat ulama dihina pasti ada penyakit di hatinya.

Ketidaksopanan Ahok semakin memperjelaskan siapa dirinya sebenarnya, jelas kebenciannya, jelas pelecehannya, dan semakin jelas tidak pantas menjadi pemimpin RT apalagi gubernur.

Alqur’an dan ulama saja berani dia lecehkan padahal dia hidup di negeri mayaritas umat Islam ini, apalagi kita orang biasa, belum berkuasa saja sudah begini kurang adab bagaimana jadi penguasa naudzubillahi min dzaalika. Mau dibawa kemana negeri yg beradab yg penuh tata krama ini…?

Kini semakin ditampakkan kebusukan hatinya, dan itu hukuman Allah untuknya. Sekaligus jawaban sejuta hikmah mengapa tidak langsung ditangkap agar semua semakin jelas!

“Tidaklah seorang pun yg menjatuhkan kehormatan para ulama dan orang-orang mu’min, kecuali Allah subhanahu wata’ala akan membongkar aib-aibnya, Allah akan melemparkannya ke dalam kerendahan, kehinaan dan rasa benci dalam hati-hati kaum mu’minin. Orang-orang yg beriman akan membencinya dan ucapannya tidak akan diterima selama-lamannya. Ini adalah (balasan) dari Allah subhanahu wata’ala” (Muhadharaat fil Aqidah wad Da’wah: 3/313).

Alllahumma ya Allah tetapkanlah kami dalam kesabaran taat dan berjuang di JalanMu sampai batas takdir yg Kau tentukan untuk kami, dan tolonglah kami dari kaum yg zholim…aamiin.

Allahumma ya Allah berilah hidayahMu pada bapak Ahok yg terus menerus menguji batas kesabaran kami…aamiin.

Allahumma ya Allah berkahilah negeri kami dg pemimpin yg bertaqwa dan mengajak kami bertaqwa kepada Mu…aamiin.


loading...