Pesugihan Di Gunung Kapur, Dari Ritual Menyimpang Hingga Sp3rma Yang Dijadikan Jimat



Tidak dapat dipungkiri bahwa praktek pesugihan masih menjadi hal yang dilakukan di Indonesia. Salah satunya seperti yang terjadi di Gunung Kapur Kabupaten Bogor yang melakukan ritual hubungan badan sebagai syaratnya.

Praktek pesugihan tersebut baru terungkap setelah terkuaknya kasus pembunuhan seorang nenek bernama Sumarminah (65 tahun) di Gunung Kapur Kampung Bulak RT 01/10 Desa Leuweungkolot Kecamatan Cibungbulang Bogor.

Pesugihan Di Gunung Kapur, Dari Ritual Menyimpang Hingga Sp3rma Yang Dijadikan Jimat

Sumarminah yang merupakan warga Bukit Cengkeh Sukmajaya Depok ternyata merupakan pelaku pesugihan di Gunung Kapur yang juga menjadi lokasi wisata pendakian. Pembunuh Sumarminah tak lain adalah Solehudin (32 tahun) alias Joko yang menjadi pasangan ritual hubungan badan dalam mencari kekayaan singkat tersebut. Padahal keduanya bukanlah pasangan suami istri.

Bahkan sejumlah informasi mengatakan bahwa sp3rma yang dikeluarkan saat ritual tersebut bisa menjadi jimat untuk melancarkan rezeki. Hal ini terungkap dari penuturan Joko setelah ditangkap oleh kepolisian.

“Kalau itu (air mani, red) disimpan, bisa buat penangkal. Jadi yang meminjami uang, nggak jadi nagih. Sama untuk ngelancarin rezeki,” ungkap Joko, seperti dilansir Metropolitan, Rabu (11/1/2017).

Memang praktek pesugihan tersebut sudah tidak asing bagi warga sekitar Gunung Kapur disamping menjadi tempat wisata.

“Itu sih emang banyak. Kan di sana ada gua-guanya. Biasanya mereka semedi di sana,” kata Endi (54), warga setempat.

Tak jarang warga pun ikut mengantarkan mereka sambil membawakan sesajen.

“Warga sini juga yang suka bawain ke atas. Habis itu sudah, tinggal pulang,” kata dia.

Diungkapkan oleh Joko bahwa ia menghabisi Sumarminah lantaran sedang kalut mengingat hutang Sumarminah hampir mencapai 200 juta.

“Pikiran saya sedang kalut karena utang korban Rp200 juta belum dibayar. Sedangkan rentenir sudah menagih dan klimaksnya saya habisi usai berhubungan badan dengan memukul kepala korban menggunakan kayu,” ungkap Joko.

Sementara itu AKP Firdaus selaku Kasubag Humas Polresta Depok membenarkan bahwa kawasan tersebut sering dijadikan tempat ritual.

“Jika bers3tubuh di lokasi hutan lebat, konon dapat menurunkan rezeki,” terang Firdaus.

Baca Juga:





Loading...