Mengharukan! Kakek Penjual Rempeyek Ini Tetap Semangat Meski Dagangannya Tidak Laku



Makanan atau jajanan saat ini begitu bervariasi dan mengalami banyak perkembangan. Berbagai jajanan gaul yang digandrungi anak muda pun bermunculan dan membuat para muda mudi rela mengantri guna mencicipi cita rasa yang bikin penasaran.

Namun ternyata di tengah ramainya jajanan modern tersebut, jajanan tradisional pun tidak kalah enak. Berbeda dengan jajanan modern yang ditempatkan di resto, cafe ataupun etalase, jajanan tradisional hanya mengandalkan keranjang dan dijual di pinggir jalan.

Mengharukan! Kakek Penjual Rempeyek Ini Tetap Semangat Meski Dagangannya Tidak Laku

Salah satu sosok yang masih setia berjualan jajanan tradisional adalah kakek renta yang berada di Yogyakarta. Di saat banyak anak muda yang melirik bahkan rela antri untuk membeli jajanan modern, kakek tersebut tetap berikhtiar dan pantang untuk menyerah.

Kisah tentang kakek yang tidak diketahui namanya tersebut diunggah oleh akun Facebook Ayu Nuarida pada hari Jumat (2/12/2016) dimana terlihat sang kakek membawa 120 bungkus rempeyek kacang yang ia jual seharga 5 ribu per bungkus.

Ternyata diketahui bahwa rempeyek kacang jualannya tersebut merupakan milik orang lain dan ia hanya menjualnya saja dengan keuntungan hanya 500 rupiah per bungkus. Dengan kata lain jika semua dagangannya laku, maka kakek tersebut bisa memperoleh keuntungan 60 ribu.

Namun untuk bisa mencapai angka tersebut, sang kakek harus berjuang dengan berjalan kaki dari Imogiri ke berbagai lokasi yang tak tentu setiap harinya. Bahkan terkadang ia tidak pulang dan tidur bersama para tukang becak saat hujan mengguyur.

Awalnya netizen bernama Ayu Nuarida tersebut diajak temannya untuk membeli jajanan macaroni yang tengah hits di depan Toko Ceria Jalan Taman Siswa. Karena produknya masih baru, sejumlah anak muda pun tampak mengantre dan menunggu untuk bisa mencicipi jajanan tersebut.

Kondisi itu sangat jauh berbeda dengan jualan sang kakek yang berada di depannya dan agak dekat ke jalan. Jualan kakek berupa rempeyek kacang tersebut begitu sepi dan sang kakek hanya bisa memandang ramainya anak muda yang membeli macaroni.

Merasa iba, Ayu pun memutuskan untuk membeli satu bungkus rempeyek bersama dengan temannya. Sambil berusaha berbicara menggunakan bahasa Jawa yang halus, Ayu pun bertanya harga dan tempat tinggal sang kakek.

Tak hanya membeli, Ayu juga memberikan roti bakar yang kebetulan ia buat sendiri kepada kakek tersebut dan terlihat sang kakek begitu lahap menyantap roti yang ditawarkan Ayu.

Diketahui bahwa tiap sore kakek yang disapa si mbah tersebut pulang ke Imogiri menggunakan angkot atau becak. Namun jika hujan tiba, ia pun lebih memilih untuk tidak pulang dan tidur bersama para tukang becak.

Si Mbah juga sudah memiliki 3 anak dan cucu yang tersebar di berbagai daerah. Di akhir unggahannya, Ayu mengingatkan netizen untuk membeli rempeyek kacang kakek tersebut jika kebetulan lewat di Jalan Taman Siswa.


Unggahan Ayu pun mendapatkan respon dari netizen yang sebagian besar mendoakan agar sang kakek diberikan rezeki yang berlimpah.

Salah satunya seperti akun Tri Hasto Hutama yang menulis, “Salut, semoga rezekinya bertambah. Aamiin.”

Sementara akun Ega Pembela Mataram menulis, “Up. Bukan tentang seberapa materi yang kita keluarkan & bukan pula tentang seberapa yang beliau dapatkan. Kita dapat mengambil hikmah, pelajaran & perjuangan dari seorang penjual peyek dengan usia yang tidaklah muda.”

Baca Juga:





loading...