Kisah Mengharukan Kakek Penjual Daun Kangkung dan Pepaya

Diposting pada

Kisah seorang kakek yang berjualan daun pepaya dan kangkung di Purwasari, Cikampek mendadak menjadi viral di media sosial.

Sang kakek terlihat sedang merenung di depan dagangannya yang belum juga laku terjual hingga sore hari. Dengan Kondisi yang tidak sehat ia beristirahat sambil duduk melepas lelah.

Kisah Mengharukan Kakek Penjual Daun Kangkung dan Pepaya

Kisah kakek ini diangkat oleh akun bernama Nx Maria. Ia merupakan orang yang pertama kali mengunggah foto kakek tersebut sehingga menjadi viral di media sosial.

Berikut status lengkap akun facebook Nx Maria yang banyak membuat netizen terharu:

“Sore ini lagi duduk santai di depan rumah dengan my baby dan ibuku, ada seorang bapak tua lagi jongkok lemas di samping sepeda berisi dagangannya di depan rumahku. Oleh ibuku ditanya, ‘Bapak dagang apa?’ Bapak itu menjawab, ‘Dagang kangkung dan daun pepaya. Tapi ini sudah gak kuat jalan.’


Saya mendengar itu langsung bergegas membuatkannya teh manis dan kasih roti. Bapak itupun langsung meminumnya dan makan rotinya. Kami pun bertanya, ‘Bapak pnya anak ga, anaknya dimana?’ Dia bilang punya satu, ‘Tapi anak bapak pun lagi tidak mampu, jadi belum bisa bantu Bapak.’


Saya tanya, ‘Bapak dari mana?’ Bapak bilang dari Purwasari, Desa Bakan Dukuh. Setiap sore ngider ke Perum Pagadungan dan panorama. Saya pun memberikan sedikit uang saya dan meminta do’anya dari bapak untuk anak saya dan saya. Meskipun saya sendiri sedang kesulitan tapi bapak itu lebih membutuhkan, karena dia harus mmberi makan untuk istrinya yang sudah tua dan sudah gak bisa bantu kerja. Bapak itu pun sangat bahagia dan bersyukur kemudian mendo’akan saya.


Alhamdulillah, semoga bapak ini diberi kesehatan dan kekuatan yang lebih dari Allah, juga rezeki yang lancar dan banyak. Jika sahabat pembaca ada yang melihatnya atau mengenalnya, bantu bapak ini dengan membeli dagangannya, biar sedikit yang penting ikhlas membantunya. Saya salut sama bapak tua ini meskipun sudah tua dan sangat renta, dia tak mau mengemis, masih mau bekerja dengan semampunya. Subhanallah.”

Catatan: Isi paparan sudah dibahasaIndonesiakan dengan baik dan benar dari akun aslinya.

Kisah Mengharukan Kakek Penjual Daun Kangkung dan Pepaya

Reaksi Netizen:

Abu Rifqi: Seringkali ketika kesulitan hidup menimpa kita, kita merasa orang yg paling susah dan sengsara, padahal masih ada bahkan banyak orang2 yg lebih sengsara dari kita.. Ya Allah maafkan kami yg kurang atau bahkan tdk bisa mensyukuri nikmat dari-MU.

Dadan: suka sedih dan gk tega liat yg udh tua masih jualan :'( ya allah rasanya hdup sperti tdk adil.

Akrini Zulhiyati: Ga pernah tega klo liat kaya gini apa lg kondisi sdh tua, pasti lngsng netesin air mata…mudah2an banyak yg bantu beli. Saya tinggalnya dikaum sih hufh jd ga bs beli sayurannya.

Ema Fitriani: Si abah jualan sayur seikat untung’a 500 perak . Klo laku 20 ikat cuma 10 ribu . Klo rumah aabah tetanggaan sama saya ,daripada sakit hati liat itu abah susah” . Klo cuma butuh buat makan doang mah saya sanggup ngasih . Semoga ada tetangganya yg mampu dan bisa bantu . Cuma 10 ribu ga akan bikin bangkrut. (*)

Loading...