Datang Dengan Modal Sendiri, Kakek Dari Kebumen Ini Tak Rela Jika Islam Diperlakukan Tidak Adil




Tadi pagi, Jumat (2/12/2016) gerimis membasahi jalanan ibu kota Jakarta dan di Jalan Medan Merdeka Barat, seorang kakek dengan semangat yang tinggi ikut berjalan bersama umat muslim lainnya guna mengikuti Aksi Bela Islam III.

Memang aksi tersebut telah menggerakkan berbagai lapisan umat Islam dari setiap daerah yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah kakek bernama Sofyan Sauri yang berusia 69 tahun dan berasal dari Kebumen. Dengan mengenakan pakaian serba putih, ia bersama kedua temannya datang ke Jakarta dengan menggunakan kereta api dan biaya sendiri.

Datang Dengan Modal Sendiri, Kakek Dari Kebumen Ini Tak Rela Jika Islam Diperlakukan Tidak Adil
Sofyan Sauri datang dari Kebumen untuk ikut Aksi Bela Islam III (M Fajar Haikal/Islamic News Agency)
“Saya memakai uang sendiri ke Jakarta. Saya tidak terima Al Qur’an dilecehkan seperti ini,” ucapnya, sebagaimana dikutip dari Islamic News Agency (INA), Jumat (2/12/2016).

Sambil berkalungkan sorban dan berpeci hitam, kakek tersebut telah menginspirasi umat muslim lainnya untuk lebih bersemangat dalam membela agama Allah dan Al Qur’an. Jika kakek yang sudah seusia itu mau meluangkan waktu dan biaya sendiri guna datang ke Jakarta, sungguh sangat malulah mereka yang masih muda namun enggan bersama-sama merapatkan barisan dalam menjunjung kalimat Allah.

Lebih jauh lagi dituturkan oleh kakek Sofyan bahwa saat ini Islam serasa ditinggalkan karena mendapatkan perlakuan tidak adil dan pemerintah pun tidak cepat tanggap dalam menuntaskan hal tersebut.

“Persatuan tetap persatuan, semboyan Bhineka Tunggal Ika boleh disematkan. Tapi ketika Islam diperlakukan seperti ini, Islam serasa ditinggalkan,” pungkasnya.

Baca Juga:







loading...