Inna Lillahi, Terkena Tembakan Gas Air Mata, Ustadz Arifin Ilham Dilarikan ke RS Budi Kemuliaan




Ustadz Arifin Ilham yang ikut menyuarakan aspirasi terkait "penistaan agama" yang dilakukan Ahok dikabarkan terkena tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian.

Inna Lillahi, Terkena Tembakan, Ustadz Arifin Ilham Dilarikan ke RS Budi Kemuliaan


Melalui kabar yang tersebar di pesan whatsapp dan media sosial, tampak foto-foto Ustadz Arifin Ilham sedang dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Dalam pesan singkat tersebut, imbauan untuk kesembuhan Ustadz Arifin Ilham pun diserukan.

"Mohon doa, Ustadz Arifin Ilham terkena tembakan," demikian bunyi pesan dari whatsapp.

Pada foto yang lain, tampak juga Ustadz Arifin Ilham sedang memegang lengannya.

Sempat terjadi bentrok antara demonstran dari HMI dengan aparat kepolisian di depan Istana Negara.

Massa yang diminta untuk membubarkan diri, masih tetap bertahan di lokasi unjuk rasa, Jakarta, Jumat (4/11/2016).

dr Syarif Darmawan ketika dikonfirmasi, Jumat (4/11) malam menjelaskan bahwa banyak Korban luka yang dilarikan ke UGD rumah sakit Budi Kemuliaan, termasuk ustadz Arifin Ilham dan para habaib.

"Korban luka kebanyakan dilarikan ke UGD rumah sakit Budi Kemulian, termasuk ustadz Arifin Ilham dan habib-habib yang dirawat di Budi Kemuliaan," kata dr Syarif Darmawan dari Rumah Sakit Dompet Dhuafa, Jumat (4/11) malam.

Syarif menambahkan ada 30 korban yang menyelamatkan diri ke resto di sekitar lokasi insiden di jalan Abdul Muis. Mereka ada yang mengalami sesak nafas, mata pedih, dan luka akibat terinjak-injak.

"Dari 30 orang, dua orang dilarikan ke rumah sakit Budi Kemuliaan yang jaraknya memang sekitar setengah kilo dari sini," terangnya.

Dua korban yang dilarikan ke RS Budi Kemulian itu mengalami gangguan sesak nafas. Meski sudah diberi pertolongan, keduanya masih mengalami sesak nafas sehingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Sementara, selebihnya masih bisa ditangani di tempat darurat di ruang mushala di salah satu resto di jalan Abdul Muis tersebut. Termasuk korban yang mengalami cedera akibat terinjak-injak badannya.

Salah satu saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya, sebelumnya mengatakan kericuhan dipicu dari aksi segerombolan orang yang memakai label komponen HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) memprovokasi aparat kepolisian dengan lemparan botol.

"Massa berlabel komponen HMI memprovokasi polisi dengan melempari botol minuman," kata saksi mata seperti dilansir dari  Republika, Jakarta, Jumat (4/11) malam.

"Polisi jadi represif dan melepaskan tembakan gas air mata." tambahnya.

Saksi mata yang merupakan demonstran dari komponen masyarakat umum saat itu sedang berada di belakang kelompok HMI. Kelompok berlabel HMI yang jumlahnya tidak lebih dari 20 orang itu berhadap-hadapan langsung dengan aparat kepolisian.

"Awalnya ada lemparan botol, lalu ada lepasan tembakan gas air mata," kata saksi mata yang terkena tembakan gas air mata pada bagian kakinya. "Kejadiannya persis selepas adzan Isya."

Saksi mata yang datang dari Grogol, Jakarta Barat itu langsung melarikan diri ke arah jalan Abdul Muis. Dia mendapat perawatan di mushala salah satu resto di sana.