Beredar Broadcast Fitnah Terhadap Dirinya Dan Panglima TNI, Aa Gym Buat Surat Klarifikasi




Kehadiran Aa Gym dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam acara ILC sedikitnya membuat ketegangan di Indonesia bisa mereda. Namun kekompakan keduanya untuk menjaga keutuhan NKRI dan tidak menyudutkan umat Islam ternyata menjadi salah satu cara pihak tertentu untuk menyebarkan fitnah melalui broadcast.

Dalam broadcast tersebut dikondisikan seperti ada sebuah percakapan antara Aa Gym dengan Gatot Nurmantyo sesaat sebelum acara ILC dimulai. Disebutkan bahwa peristiwa percakapan tersebut terjadi di Masjid DT Jakarta usai kajian Manajemen Qalbu Pagi yang dipimpin oleh Aa Gym.

Beredar Broadcast Fitnah Terhadap Dirinya Dan Panglima TNI, Aa Gym Buat Surat Klarifikasi

Meski isinya nampak mendukung Islam, namun ternyata tujuan sebenarnya ingin membuat agar ada kesan misi khusus antara pihak TNI dengan ulama secara sembunyi-sembunyi guna melawan pemerintah. Berikut adalah isi dari broadcast hoax atau fitnah tersebut.

Mutia Kanza:

Assalamu'alaikum..

Masya Allah mari doakan Bapak Jenderal TNI Gatot Nurmantyo agar selalu istiqomah membela Dinullah ini.. Sedikit pembicaraan Aa Gym dibalik layar sesaat sebelum acara mulai :

Jenderal : Ustadz, saya bangga menjadi muslim, melihat aksi demo kemarin masyarakat harusnya yang damai itu adalah islam dan yang provokator itu adalah non muslim

Aa Gym : (Aa gym tersenyum). Saya lihat bapak jenderal kita ini begitu netralitasnya total. Semoga terus begini ya pak jenderal, ummat sudah capek lihat pemimpin yang terus membohongi ummat.

Pak Jenderal : Sebenarnya saya memang tak begitu memahami tafsir qur'an tetapi sepanjang aksi itu saya menitiskan air mata seraya berkata dalam hati ini kemerdekaan yg sejati.

Aa Gym : Alhamdulillah pak jenderal masih punya nurani yang masih begitu dekat dengan Alloh. ( Aa sambil tepuk punggung pak jenderal)

Pak Jenderal : Jujur kalau bisa semua tentara di masa saya yang ingin diterima syaratnya harus Islam karena saya lihat Islam yang paling ditakuti.

(Aa Gym meneteskan air mata.)

Pak Jenderal : Sebenarnya secara pribadi waktu aksi kemarin nurani terpanggil untuk jadi garda terdepan dan memberikan orasi untuk menentang Ahok dan kepemimpinan yang diambang jajahan Cina ini.

Aa Gym : (dengan khas becanda ) kenapa tidak maju saja ke panggung orator bergabung bersama pak Amin Rais dan para polikus yg hadir berserta para habaib klu Aa mah suaranya tidak kuat jd orator makanya bersihin sampah saja sama santri.

Pak Jenderal : (Sambil tersenyum merekah) Saya harus taat sama atasan dan TNI independen dan netral tapi saya akan bela Islam dari opini negatif publik.

Aa Gym : Bentar lagi juga pensiun gelar mah

dan jabatan nggak dibawa mati jendral...

(Guyon Aa sambil tersenyum)

*Disampaikan saat Manajemen Qolbu Pagi Bersama Aa Gym di Mesjid DT Jakarta*

Terkait beredarnya broadcast yang tidak bertanggung jawab tersebut, pihak Aa Gym yang diwakili oleh Daarut Tauhiid Jakarta pun memberikan pernyataan secara tertulis bahwa broadcast tersebut adalah hoax dan fitnah.

Melalui akun resminya, Aa Gym pun mengunggah surat klarifikasinya sembari menuliskan status, "Siapapun yang menyebar berita palsu, pasti diketahui oleh Alloh dan pasti ada balasannya, semoga segera tobat."

Berikut adalah isi surat klarifikasi dari Aa Gym

Beredar Broadcast Fitnah Terhadap Dirinya Dan Panglima TNI, Aa Gym Buat Surat Klarifikasi

PRESS RELEASE

Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa waktu belakangan beredar broadcast melalui media sosial dengan judul "Pembicaraan Aa Gym dengan Jenderal Gatot Nurmanto di Belakang Studio Sesaat Sebelum Acara Live di TV One Dimulai" dan disebutkan bahwa hal tersebut disampaikan dalam program Manajemen Qolbu (MQ) Pagi di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta. Dalam hak ini kami mengklarifikasi bahwa informasi dari broadcast tersebut tidaklah benar:

1. KH. Abdullah Gymnastiar dan Jederal Gatot Nurmanto tidak pernah berdiskusi sesaat sebelum acara Live TV One (Indonesia Lawyers Club, Selasa 8 November 2016) dimulai.

2. Acara Manajemen Qolbu Pagi (MQ Pagi) tidak diadakan di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta dalam rentang waktu 8 November 2016 sampai dengan surat ini dilayangkan.

3. Dalam broadcast tersebut tidak disertakan tanggal maupun sumber beritanya sehingga sangat diragukan kevalidannya.

4. Kami sudah melakukan konfirmasi langsung kepada KH. Abdullah Gymnastiar dan beliau menyatakan informasi tersebut merupakan rekayasa.

Demikian informasi ini kami buat. Semoga kita semua dapat lebih bijak dalam memilah berita atau informasi yang didapat.

11 November 2016
11 Shafar 1438 H

DAARUT TAUHIID KANTOR JAKARTA

Lihat Juga:







loading...

close ini