5 Remaja Sengaja Permainkan Shalat Jenazah, Ini Yang Mereka Alami Setelahnya




Perkara ibadah sudah seharusnya dilakukan dengan penuh kesungguhan dan tidak main-main. Terlebih dengan mengunggahnya di media sosial yang akan dilihat oleh banyak pasang mata.

Itu juga yang tak dipikirkan oleh 5 remaja yang mempermainkan shalat jenazah dan mengunggahnya di media sosial. Shalat yang merupakan ibadah langsung kepada Allah tersebut mereka anggap sebagai lelucon. 5 remaja itu pun menggunakan masjid sebagai tempat mereka mempermainkan ibadah tersebut.

5 Remaja Sengaja Permainkan Shalat Jenazah, Ini Yang Mereka Alami Setelahnya
5 remaja permainkan shalat jenazah (Sinarharian.com.my)
Tentu saja orang yang melihatnya akan merasa jengkel dan geram. Itu juga yang dilakukan oleh seorang pedagang di Pekan Jementah, Johor Malaysia.

Pedagang bernama Mohd Nohor Kunchi Mohamed itu langsung mendatangi kepolisian dan menunjukkan video mengolok-olok agama yang berdurasi 36 detik tersebut. Nampak dalam video lima remaja yang sedang menunaikan shalat jenazah dan di hadapan mereka tampak seseorang yang berbaring mengenakan kain kafan.

“Saya melihat video itu sekitar pukul 05.45 petang melalui aplikasi WhatsApp. Saat itu saya sedang berada di sebuah kedai makan. Ketika melihat video tersebut, saya menjadi marah karena mereka secara terang-terangan mengejek Islam,” ucapnya, sebagaimana dikutip dari Sinar Harian.

5 Remaja Sengaja Permainkan Shalat Jenazah, Ini Yang Mereka Alami Setelahnya
5 remaja lecehkan shalat jenazah dan dilaporkan oleh warga ke kepolisian (Sinarharian.com.my)
Menurutnya video tersebut telah menghinakannya sebagai seorang muslim. Terlebih kejadian tersebut dilakukan di masjid yang menjadi tempat suci umat Islam.

Lelucon yang tidak lucu dalam video tersebut adalah saat detik ke 24 dimana salah seorang remaja menggaruk kemaluannya dan diikuti oleh temannya yang menggaruk lutut kiri menggunakan kaki kanannya. Sementara itu temannya yang lain juga menggaruk kepala seperti sedang mengantuk.

Tak lama kemudian ‘jenazah’ bohongan tersebut bangun dan kelima remaja itu pun melarikan diri. Salah seorang remaja bahkan mengangkat kain sarungnya sehingga tampak celana dalam yang ia pakai.

“Meskipun video tersebut direkam sebagai iseng atau hiburan, saya melihatnya sebagai suatu hal yang menyentuh sensitivitas umat Islam dan saya meminta agar semua pihak menghentikan penyebaran video ini,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, Mohd Nohor juga meminta Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia untuk menyelidiki dan memberikan hukuman yang setimpal bagi mereka.

Baca Juga:







loading...

close ini