Orangtua Wajib Tahu! Ini 3 Prinsip Paling Penting Untuk Mendidik Anak




Agama Islam adalah sebuah agama yang sangat lengkap, memperhatikan semua aspek kehidupan mulai dari akidah, ibadah, muamalah, akhlak, dan sebagainya. Masalah ekonomi, kesehatan dan tentunya pendidikan pun masuk dan memiliki aturan atau panduannya dalam agama agung ini. Nah, apa saja panduan atau prinsip-prinsip Islam dalam mendidik anak?

Orangtua Wajib Tahu! Ini 3 Prinsip Paling Penting Untuk Mendidik Anak


Berikut beberapa di antaranya, kami pilihkan tiga (3) yang menurut kami paling penting:

1. Ajarkan Tauhid Lebih Dahulu

Prinsip pertama dan paling utama dalam mendidik anak adalah mendasarkan tauhid dalam setiap sisi pendidikan. Ajarkan tentang tauhid saat menjelaskan tentang alam semesta (Allah yang menciptakan alam semesta), tentang penciptaan makhluk hidup (Allah yang menciptakan kita), tentang akhlak (Allah mencintai orang yang memiliki akhlak baik), tentang ibadah (Allah menuntut kita beribadah), tentang ekonomi (Allah mengatur sistem ekonomi), dan seterusnya dan sebagainya.

Prinsip mengajarkan tauhid pada anak adalah prinsip yang besar, sampai-sampai Allah kutip panduan mendidik tauhid dalam diri anak dalam kitab-Nya yang mulia, tepatnya pada ayat:

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Lukman: 13).

2. Ajarkan Dengan Contoh, Jangan Hanya Perintah

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah sebaik-baik contoh bagi umat Islam. Dan salah satu prinsip yang beliau pergunakan dalam mengajar para sahabat adalah dengan mempraktekkan apa yang beliau perintahkan.

Saat beliau memerintahkan tahajjud, beliau pun melakukannya. Saat beliau memerintahkan untuk berwajah penuh senyum, beliau pun melakukannya. Saat beliau memerintahkan untuk bersedekah, beliau menjadi orang yang terdepan dalam berbagi. Bahkan saat beliau memerintahkan untuk berjihad pun, beliau berada di barisan paling depan bersama kaum muslimin.

Nah, kita pun sebagai orang tua hendaknya bersikap sama. Saat kita mengajarkan anak tentang kebersihan, kita pun harus bersikap bersih. Saat kita mengajarkan akhlak mulia, maka akhlak kita pun harus mulia. Saat kita mengajarkan anak jujur, maka kita pun harus berbuat jujur. Karena pada dasarnya anak meniru apa yang kita lakukan, bukan hanya yang kita katakan.

Ini adalah baginda Rasulullah, kecintaan dan panutan kita, memberikan contoh cara pengajaran terbaik kepada kita -- mengajar dengan contoh dan teladan. Maka sudah sepantasnya kita pun mengikuti jejak langkah beliau termasuk dalam hal mengajar dan mendidik anak kita.

3. Pilihkan Teman Bergaul Yang Baik

Dalam sebuah hadits yang shahih, Nabi bersabda:

“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” [HR. Abu Daud dan Tirmidzi]

Ya, memang benar sekali apa yang disabdakan Nabi di atas. Agama seseorang akan sesuai menyerupai agama teman dekatnya. Karenanya, pilihkan teman-teman yang baik, yang shalih dan shalihah bagi anak-anak kita. Dengan memilih teman yang shalih dan shalihah, insyaaAllah anak kita pun akan ikut menjadi shalih dan shalihah. Sebaliknya, jika kita biarkan anak-anak kita bergaul dengan teman-teman yang kasar sikapnya dan kotor lidahnya, maka jangan heran kalau anak-anak kita pun memiliki sikap yang kasar dan lidah yang kotor sebagaimana yang biasa mereka dengar dan lihat.

Demikian beberapa prinsip Islami dalam mendidik anak yang perlu untuk kita terapkan. Untuk belajar lebih lanjut bisa dicoba untuk mendengarkan koleksi ceramah seputar pendidikan anak secara Islam di website islam-download.net.





loading...

close ini