Heboh! Dua Koper Berisi Milyaran Uang di Rumah Politikus Gerindra, Dikira dari Jin, Ternyata..




Bekas 'santri' Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Muhammad Abdul Junaidi, mengungkap jika orang kepercayaan Dimas Kanjeng, Ismail Hidayah, pernah menaruh dua koper berisi uang asli milyaran rupiah di teras rumah politikus Partai Gerindra, Marwah Daud Ibrahim.

Heboh! Dua Koper Berisi Milyaran Uang di Rumah Politikus Gerindra, Dikira dari Jin, Ternyata..
Ilustrasi


Junaidi mengungkapkan, dua koper uang itu ditaruh Ismail di sana secara sembunyi-sembunyi seakan-akan tiba-tiba muncul atas kemampuan Dimas Kanjeng memindahkan atau memunculkan uang atau barang.

"Ismail pernah bercerita pada saya, sebenarnya dia yang menaruh di rumah Bu Marwah,” kata Junaidi yang juga teman dekat Ismail, Tujuannya untuk meyakinkan Ibu Marwah bahwa Dimas Kanjeng memang mempunyai kemampuan memindahkan barang termasuk uang atas perantara jin.

"Dalam kepercayaan kami, jin memang bisa melakukannya, tapi ini bukan jin, Ismail yang memindahkannya," kata Junaidi, yang juga mengaku tertipu Rp 202 juta oleh Dimas Kanjeng. Ismail diduga tewas dibunuh komplotan Dimas Kanjeng.

Cerita Junaidi, Saat itu Ismail membawa uang dua koper ke rumah Marwah seakan-akan uang itu tiba-tiba muncul atau dibawa jin. Uang dua koper itu lalu diletakkan di teras rumah Marwah.

“Waktu itu Bu Marwah katanya sedang tidur,” ujar Junaidi menirukan ucapan Ismail.

Setelah uang ditaruh di teras rumah, Dimas Kanjeng yang berkonspirasi dengan Ismail langsung menelpon Marwah memberi tahu jika ada uang gaib yang ditransfer oleh jin di teras rumahnya.

"Padahal Ismail yang menaruh di situ,” bebernya.

Menurut Junaidi, sesuai pengakuan Ismail Hidayah, uang dua koper yang dikirimkan ke rumah Marwah Daud Ibrahim itu uang asli.

"Nilainya miliaran,” katanya.

Aksi tipu pemindahan uang memakai perantara jin itu, menurut Junaidi, untuk meyakinkan Marwah sebelum bergabung menjadi pengikut DImas Kanjeng Taat Pribadi. Marwah menjadi 'santri' Dimas Kanjeng sejak 2011 setelah satu tahun berpikir dan merenung serta menyaksikan aksi Taat menghadirkan uang secara gaib di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Marwah Daud Ibrahim, yang merupakan doktor lulusan American University, sebelumnya ragu dengan kemampuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi memindahkan atau memunculkan uang, Namun ia akhirnya percaya dan bergabung menjadi pengikut Dimas Kanjeng sejak tahun 2011.

Kemudian, dia didaulat sebagai Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Junaidi yang mendapat cerita dari Ismail berani bersumpah atas pernyataannya. “Saya siap disumpah dengan Al Qur’an,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Marwah Daud Ibrahim membantah telah menerima dua koper berisi uang asli yang disangka ‘uang gaib’ dari Taat Pribadi. “Setahu saya tidak pernah,” kata Marwah.

Kendati membantah, wanita ini meyakini Taat punya kemampuan khusus yang jarang dimiliki manusia biasa.

“Beliau bisa memindahkan barang dari dimensi satu (gaib) ke dimensi nyata,” kata Marwah Daud Ibrahim, Sabtu, 1 Oktober 2016.

Marwah Daud mencontohkan mukjizat para nabi seperti Nabi Sulaiman yang bisa memerintah jin memindahkan kerajaan. Begitu juga dengan kemampuan teknologi manusia membuat pesawat terbang.

"Dulu orang tidak percaya besi bisa terbang, sekarang ada pesawat yang bisa terbang," katanya.

Selain dugaan penipuan bermodus penggandaan uang, Dimas Kanjeng Taat Pribadi juga tersangkut pidana pembunuhan. Ia diduga dalang pembunuhan dua bekas santri kepercayaannya, Ismail Hidayah dan Abdul Gani.