Kisah Jamaah Haji Kaya Raya Yang Membawa Banyak Uang Ke Tanah Suci




Beragam kisah spiritual selama menunaikan ibadah haji di Arab Saudi selalu mewarnai setiap jamaah haji. Mereka memiliki pengalaman yang berbeda-beda ketika di sana.

Salah seorang jamaah haji tahun 2003, Ahmad Heri yang pernah menjadi Karom (Ketua Rombongan) mengungkapkan, pengalaman seseorang di sana ketika melaksanakan haji adalah cerminan kehidupan seorang jamaah haji.

Kisah Jamaah Haji Kaya Raya Yang Membawa Banyak Uang Ke Tanah Suci


Pada dasarnya, pengalaman-pengalaman spiritual itu sebagai sikap untuk introspeksi diri agar tak menggantungkan segala sesuatu selain kepada Allah.

"Saya masih ingat, ketika memimpin rombongan jamaah saya di tahun 2013, ada salah satu jamaah haji yang kaya raya. Bahkan, dia membawa uang berlebih ketika berangkat haji. Namun ap apasal, di tanah suci tidak bisa berbuat apa-apa," kata lelaki yang akrab disapa Cak Heri, Sabtu (13/8/2016).

Mantan Sekretaris PWNU (Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama) Jawa Timur ini mengatakan, salah satu jamaah haji asal Surabaya yang ia ceritakan ini, ketika itu memang dikenal sebagai orang yang sangat kaya raya.

"Karena dia memiliki banyak uang waktu itu, apa-apa selalu mengandalkan uang. Mau apa-apa selalu nyuruh orang dan dibayar. Ya karena memang uangnya banyak," ujar cak Heri yang tak mau menyebut nama jamaah haji yang dimaksud.

Cak Heri mengaku, melihat kejadian aneh yang dialami jamaah haji tersebut. Suatu ketika, jamaah haji itu tiba-tiba mengalami musibah seluruh uangnya dicuri. Peristiwa itu tentu membuat bingung sejumlah jamaah haji yang berada di pemondokan itu.

"Karena sering mengandalkan uang. apa-apa bayar, apa-apa beli, jamaah haji ini tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan uang living cost dari kemenag pun juga hilang," tuturnya.

Sebagai ketua rombongan, Cak Heri pun mengambil inisiatif untuk menolong jamaah haji tersebut yang satu rombongan ini.

"Akhirnya kami berinisiatif untuk urunan atau memberikan sumbangan jamaah haji tersebut. " jelas Cak Heri.

Alhamdulilah, rombongan jamaah haji lainnya bersedia untuk menolong sang jamaah haji yang kehilangan uangnya itu. Dan ia bisa sampai ke tanah air si jamaah haji itu dengan mengandalkan uang dari hasil urunan jamaah haji yang lain," pungkasnya.





close ini