Di Malam Takbiran, Orang Tua Ini Justru Dibuang Oleh Anaknya




Di Malam Takbiran, Orang Tua Ini Justru Dibuang Oleh Anaknya
Samanto dan perawatnya di Panti Jompo (Foto: Surya.Co.Id)
Di Malam Takbiran, Orang Tua Ini Justru Dibuang Oleh Anaknya

Suasana malam takbiran yang harusnya bahagia tak dirasakan oleh seorang pria renta bernama Samanto. Pasalnya orang tua tersebut harus merasakan kesedihan yang mendalam akibat dibuang oleh anaknya sendiri di jalanan.

Pria berumur 75 tahun itu pun ditemukan oleh Satpol PP Kota Surabaya di sebuah pinggiran jalan di kota Surabaya.

Pada awalnya pria yang berasal dari Brebeg tersebut diajak di malam takbiran oleh anak sulungnya tanpa alasan yang jelas. Ketika Samanto bertanya, anaknya hanya diam seribu bahasa.

“Saya waktu itu tanya mau kemana ini, dia hanya marah-marah dan menyuruh saya diam. Tahu-tahu saya disuruh turun di pinggir jalan dan mobilnya meninggalkan saya begitu saja,” ucapnya.

Samanto yang memiliki penyakit stroke mengaku bahwa anak sulungnya memang memiliki kelakuan yang tidak baik. Terlebih sejak dirinya sudah mengalami stroke dan tak mampu menjalankan aktivitas seorang diri.

Tak hanya kepada diri Samanto selaku ayahnya, anak sulungnya itu pun kerap memperlakukan ibunya dengan kejam.

“Saya tidak tega, istri saya juga diinjak-injak oleh anak saya. Saya bilang, kamu tidak baik begitu sama orang tuamu sendiri, itu dosa,” tuturnya.

Samanto yang enggan menyebut nama anak sulungnya tersebut begitu merindukan sosok istrinya yang kini terpisah.

“Saya rindu istri saya. Saya tidak tahu dimana dia sekarang, disuruh pergi sama anak saya juga. Saya sempat bilang ke anak saya, kalau saya sama ibunya punya salah, mohon dimaafkan , bilang juga sama suamimu, kami minta maaf,” ungkapnya sambil berlinang air mata.

Dilansir dari Surya, Jumat (08/07/2016) kerinduannya untuk pulang ke kampung halaman begitu besar, meski kini mendapatkan tempat yang aman di Panti Jompo di bawah pengelolaan Dinas Sosial Kota Surabaya.

“Sirna sudah harapan saya untuk berlebaran dengan anak dan cucu. Saya merindukan momen sungkeman, merasakan suasana lebaran bersama keluarga, tapi saya malah dibuang,” kenangnya.

Samanto pun mengisahkan bahwa ketika anaknya masih kecil dan sakit, ia dan istrinya kesana kemari mencari pengobatan dengan uang pas-pasan yang dimiliki. Bahkan Samanto membelikan sepeda untuk anaknya tersebut meski penghasilan saat itu tidaklah mencukupi.

Kini ketika Samanto sakit, anaknya justru membiarkan dirinya diam di rumah tanpa diberi pengobatan karena merasa malu terhadap tetangga dan yang lainnya.

“Dia malu lihat saya keadaan begini, malu dengan tetangga, malu dengan temannya. Kalau adiknya baik kepada kami, tapi ia cuma buruh tidak bisa membantu kami. Memang anak saya yang pertama itu sekarang sudah menjadi seorang istri pemborong di Nganjuk. Ya, saya nurut tetap di dalam kamar saja,” ucap Samanto.

Meski anaknya sudah melakukan kekejaman terhadap dirinya dan sang istri, Samanto tetap memaafkan sikap anaknya tersebut.

“Saya selalu mendoakan dia. Saya rela hanya di dalam kamar saja, asalkan dia mau menjemput saya di sisni, saya ingin pulang berkumpul bersama cucu-cucu di rumah, saya ingin pulang,” pungkasnya diiringi dengan tangisan.

Sekedar informasi bahwa Panti Jompo yang ditinggali oleh kakek Samanto berada di Jalan Medokan Asri Barat X.
Baca Juga: Astaghfirullah, Nenek Ini Dibuang Anak Cucunya Di Tempat Sampah
Semoga Allah menyadarkan anak sulungnya untuk merawat ayah dan ibunya yang telah susah payah dalam membesarkannya sejak kecil. Aamiin




loading...