Astagfirullah, Nenek Ini Dibuang Anak Cucunya Di Tempat Sampah




Kejam, sungguh sangat kejam jika ini memang benar-benar terjadi. Seorang nenek yang sudah tua renta terpaksa tinggal di bawah pohon, dekat dengan tempat pembuangan sampah dan tanpa alas. Alasannya sungguh tak manusiawi, ia mengaku dibuang oleh anak cucunya.

Astagfirullah, Nenek Ini Dibuang Anak Cucunya Di Tempat Sampah


Setidaknya itulah informasi yang didapat dari akun Andi Himawatycaya. Ia mengupload beberapa foto yang sangat memprihatinkan di akun facebook miliknya pada Ahad (3/7/2016) kemarin. foto-foto tersebut memperlihatkan seorang nenek sedang tiduran sendirian di pinggiran hutan jati di Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Brebes.

Dari hasil percakapan, Andi menyimpulkan bahwa nenek yang diduga berasal dari Tasikmalaya ini dalam keadaan sehat atau tidak memiliki kelainan jiwa.

"saya sempat ngobrol dengan nenek tersebut, ia mengatakan dia dibuang oleh anaknya dan sudah lama tinggal dibawah pohon tersebut.... " demikian potongan keterangan yang dilampirkan dalam status tersebut.

Pengunggah juga menjelaskan bahwa warga sekitar sudah sering memberikan bantuan berupa makanan dan minuman, pemerintahan daerah setempat juga sempat membawanya ke panti jompo serta pernah dibuatkan pondok atau saung akan tetapi nenek ini lebih memilih tinggal di bawah pohon.

"Nenek ini juga bukan peminta-minta," tambahnya.

Sontak saja, informasi ini langsung menyebar secara viral dan memancing simpati netizen.

Sejak pertama kali diunggah, informasi ini sudah dibagikan ulang lebih dari 8700 kali dan memancing lebih dari 100 komentar.

Sementara netizen lainnya, mengutuk apa yang dilakukan oleh anak cucu nenek ini yang diduga sengaja membuangnya.

"Astagfirullah...semoga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang menyia-nyiakan orang tua kita... Aamin," tulis akun Mamanya Fahmi.

"Ya Allah, pengen nangis lihat si nenek... semoga Allah swt segera memberi hidayah anak dan keluarganya.. Dan nenek senntiasa sehat selalu.. aminn," demikian komentar lainnya yang ditulis oleh Nina Indriani.

Adapun mengingat informasi yang sangat terbatas, informasi ini pun belum terverifikasi secara lengkap.




loading...