Demi Sepotong Roti, Warga Aleppo Rela Mengantri Berjam-Jam




Demi Sepotong Roti, Warga Aleppo Rela Mengantri Berjam-Jam

Demi Sepotong Roti, Warga Aleppo Rela Mengantri Berjam-Jam

Kondisi warga Suriah di Aleppo benar-benar memprihatinkan. Terbukti pada hari Jumat (15/07/2016) sejumlah warga Suriah rela mengantri berjam-jam di depan sebuah toko roti setiap harinya.

Memang, roti menjadi satu-satunya makanan bagi para warga semenjak rezim Assad memutus pasokan pangan ke wilayah tersebut. Dengan demikian, harga makanan di daerah itu pun menjadi mahal dan stoknya lebih sedikit dibandingkan permintaan.

“Saya sudah berdiri di sini hampir 45 menit dan masih ada 40 orang di depan saya,” ucap Ahmad Al Haj yang ikut mengantri bersama dengan 150 orang lainnya.

Dilansir dari Khaleej, antrian di toko lainnya yang tak jauh dari Al Haj berdiri bahkan lebih panjang yakni lebih dari 200 orang yang berbaris mengharap ada roti yang tersisa untuk mereka.

“Kemarin keluarga saya tidak makan karena toko roti libur. Hari ini saya hanya akan mendapatkan tujuh buah roti yang hampir tidak akan cukup bagi lima anggota keluarga saya,” tambah Al Haj.

Pemblokadean terhadap warga Aleppo benar-benar menyengsarakan karena distribusi tepung maupun bahan bahan bakar untuk membuat roti tidak bisa masuk ke wilayah tersebut.

Akibat permintaan yang tak seimbang dengan ketersediaan barang, terkadang berujung pada adu mulut antara pembeli dengan penjual karena sedikitnya roti yang pembeli dapatkan. Padahal anggota keluarga mereka rata-rata berjumlah tujuh hingga delapan orang.

Meski telah cukup lama terjadi pemblokadean terhadap wilayah Aleppo, akan tetapi PBB hanya bisa merasa prihatin dan kaget tanpa bisa melakukan sesuatu untuk meredam kekejaman rezim Assad.

Baca Juga:





loading...

close ini