Demi Pengobatan Suaminya Yang Stroke, Ibu Dan Anak Ini Ikhlas Jualan Di Malam Hari




Demi Pengobatan Suaminya Yang Stroke, Ibu Dan Anak Ini Ikhlas Jualan Di Malam Hari

Demi Pengobatan Suaminya Yang Stroke, Ibu Dan Anak Ini Ikhlas Jualan Di Malam Hari

Sesungguhnya keluarga menjadi tempat dimana setiap anggotanya saling mendukung dan melengkapi. Hal itu juga yang dilakukan oleh seorang wanita bernama Srianah (41 tahun) beserta ketiga anaknya. Mereka rela berjualan di malam hari dan menyusuri jalanan Kota Malang.

Apa yang dilakukan oleh mereka sebenarnya bukanlah tanpa alasan. Ibu dan anak ini ikhlas berikhtiar di tengah dinginnya hawa malam hanya demi biaya pengobatan suaminya yang mengalami stroke. Karena penyakitnya tersebut, otomatis suami bernama Suwarno itu tak mampu memberi nafkah apalagi membeli obat bagi dirinya sendiri.

Sudah dua tahun Srianah berjualan di malam hari dan menjajakan berbagai macam kue seperti roti goreng, kue basah dan minuman kemasan gelas. Ia pun mencari pembeli dengan menyusuri jalanan protokol Kota Malang seperti Kawasan Pasar Besar, Kayutangan, Alun-Alun, Jalan Semeru, Bromo hingga Taman Kunang-Kunang.

Jika dihitung, Srianah selalu menempuh jarak sekitar 15 kilometer setiap hari bersama dengan anak-anaknya yang bernama Tri Sutrisno (11 tahun), Kurnia Putri (9 tahun) dan Dwi Astuti (7 tahun).

Srianah berjualan setelah shalat isya hingga dini hari sembari sesekali meneriakkan barang dagangannya. Anak-anaknya pun ikut meneriakkan hal yang sama.

Demi Pengobatan Suaminya Yang Stroke, Ibu Dan Anak Ini Ikhlas Jualan Di Malam Hari

Dilansir dari Tribunnews, Srianah yang berada di Jalan Ijen bersama dengan anak-anaknya mengaku bahwa sebenarnya ia tidak mengajak ketiganya untuk ikut berjualan karena keesokan harinya ketiga anak Srianah harus bersekolah di SD Negeri Kidul Dalem 2.

“Mereka ikut sendiri. Kalau saya mau berangkat, mereka sudah siap-siap. Mereka tetap ingin ikut,” ucapnya.

Dirinya mengakui bahwa kondisi ekonomi yang saat ini ia rasakan memang telah membuat anak-anak kehilangan masa kecil mereka seperti tidur di malam hari dengan waktu yang cukup.

“Saya tahu, mereka semestinya jam segini sudah tidur. Tetapi saya heran, mereka lebih senang mendampingi saya berjualan,” ucapnya sembari memeluk kedua putrinya di dinginnya suasana malam.

Ia memang sering berhenti agar ketiga anaknya bisa istirahat sembari bermain. Bahkan ibu tiga anak ini menyuruh anaknya tidur di dalam gerobak jika memang kelelahan.

“Kalau ada yang capek, saya suruh tidur di dalam gerobak,” tutur Srianah.

Meski demikian ia mengaku sangat terhibur dengan adanya anak-anak saat berjualan. Rasa lelah dan letih pun tak terasa guna mencari penghasilan untuk mengobati sang suami.

Baca Juga:


Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada suaminya dan memberi keberkahan di dalam usahanya. Aamiin