Bocah 3 Tahun Ini Bantu Neneknya Sapu Jalanan Dan Kumpulkan Sampah




Bocah 3 Tahun Ini Bantu Neneknya Sapu Jalanan Dan Kumpulkan Sampah

Bocah 3 Tahun Ini Bantu Neneknya Sapu Jalanan Dan Kumpulkan Sampah

Masa kanak-kanak merupakan masa yang paling indah karena senantiasa dipenuhi dengan bermain dan canda tawa. Masa kanak-kanak pun menjadi masa bahagia dimana kita bisa bermanja-manja terhadap orang tua dan dipenuhinya segala keinginan.

Namun bocah 3 tahun ini justru berbuat sebaliknya. Di terik matahari yang mulai menyengat, bocah yang mengenakan jilbab hijau dan topi pink ini tampak memegang sapu lidi dan pengki. Ia pun tidak didalam rumah melainkan berada di sebuah ruas jalan.

Ternyata bocah yang mengenakan baju dan celana panjang serta dilengkapi dengan sepatu boots ini tengah membantu neneknya yang bekerja sebagai penyapu jalanan di sekitar Jalan Sungai Ampal Balikpapan Baru.

Bocah yang lugu tersebut harus berjuang bersama sang nenek untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup yang kini mulai tak terpenuhi. Ia pun harus rela bergelut dengan tumpukan sampah dan debu yang bertebaran di sekitar jalan.

Tak ada orang tua yang menginginkan jika anaknya melakukan hal tersebut. Namun harus bagaimana lagi, bocah bernama Ismi ini menjadi korban dari kedua orang tuanya yang bercerai 1 tahun 4 bulan yang lalu. Kini ia pun harus tinggal dengan sang nenek yang menjadi seorang penyapu jalanan.

Setiap harinya, Ismi kecil senantiasa menemani neneknya bekerja sejak pukul 8 pagi hingga 5 sore. Tak ada waktu bermain baginya karena setiap hari ia habiskan membantu sang nenek mengambil sampah dan memasukkannya ke tong sampah.

Berbeda dengan bocah lainnya, Ismi begitu ceria meski kehidupan keras menerpanya. Tak ada rengekan karena harus terus berjibaku dengan panasnya cuaca dan lalu lalangnya kendaraan.

Tak hanya membantu di jalan, Ismi kerap kali membantu sang nenek ketika berada di rumah. Sebuah sikap dewasa dari seorang anak yang masih sangat kecil.

“Kadang saat saya ketiduran pada waktu istirahat, dengan sendirinya Ismi mengambil sapu dan menyapu. Selain itu Ismi juga sering membantu bersih-bersih di rumah. Setelah makan ia bersihkan sendiri piring dan menyapu,” ujar nenek bernama Wa Kanantea.

Wa Kanantea selaku nenek Ismi sebenarnya tidak menginginkan jika Ismi ikut membantunya bekerja di tengah terik matahari. Namun bagaimana lagi, ia takut jika Ismi ditinggal sendiri di rumah tanpa ada yang mengawasi.

Keterpaksaan keadaan membuat Wa Kanantea harus membawa Ismi ke tempat kerjanya. Dengan begitu hatinya tidak merasa khawatir karena dapat memantau Ismi kecil seharian.

Dilansir dari Tribun, Ismi tetap ceria dalam berbagai keadaan yang dialaminya. Bahkan ia ingin bisa bersekolah dan menjadi orang yang berguna kelak.

“Ismi mau sekolah, Ismi suka sapu-sapu,” ucapnya.

Baca Juga:


Semoga kisah Ismi dan neneknya tersebut bisa menyadarkan kita betapa kita patut bersyukur atas semua rezeki yang Allah berikan. Semoga pula Ismi dan neneknya mendapatkan rezeki berlimpah dari Allah Ta’ala sehingga Ismi bisa bersekolah dan meraih cita-citanya. Aamiin





close ini