Tiga Anak Laki-Laki Nabi Muhammad Meninggal Sejak Kecil. Apa Hikmahnya?




Tiga Anak Laki-Laki Nabi Muhammad Meninggal Sejak Kecil. Apa Hikmahnya?

Tiga Anak Laki-Laki Nabi Muhammad Meninggal Sejak Kecil. Apa Hikmahnya?

Salah satu sebutan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di kalangan penduduk Mekkah adalah Abu Qasim. Ini karena Qasim bin Muhammad merupakan anak laki-laki pertama sebelum mendapatkan gelar kenabian. Akan tetapi sangat disayangkan karena umur Qasim hanya 17 bulan saja.

Siti Khadijah begitu sedih dengan kematian anak pertamanya tersebut sehingga Allah menghibur sekaligus mengingatkan kepada Nabi dengan turunnya surat Al Kautsar.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.”

Adapun dua putra Rasulullah yang juga meninggal ketika kecil yaitu Abdullah bin Muhammad dan Ibrahim bin Muhammad. Akan tetapi keduanya lahir dari rahim yang berbeda dimana Abdullah lahir dari Siti Khadijah dan Ibrahim lahir dari rahim Mariyah Al Qibtiyah. Keduanya wafat sejak balita dan dimakamkan di Mekkah.

Wafatnya ketiga anak laki-laki Rasulullah tentu membuat tanda tanya. Terlebih kematiannya terjadi sejak balita atau belum beranjak dewasa. Tentu jawabannya hanya Allah saja yang tahu dan sudah menjadi kehendakNya yang tidak bisa dimundurkan ataupun dimajukan.

Meskipun begitu ada hikmah dibalik meninggalnya ketiga putra Rasulullah dan mencari hikmah merupakan hal yang diperbolehkan oleh para ulama. Hikmahnya adalah jika putra Rasulullah tumbuh hingga dewasa, nama kemungkinan masyarakat akan menganggap bahwa putranya adalah seorang Nabi juga. Karena berdasarkan riwayat dahulu banyak Nabi yang lahir dari orang tua yang Nabi juga.

Jika hal tersebut terjadi maka Rasulullah tidak menjadi penutup para Nabi dan bertentangan dengan Al Qur’an surat Al Ahzab 40.

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.”

Maka benarlah ketetapan Allah atas apa yang terjadi pada diri Rasulullah. Meskipun sedih, namun ada hikmah yang bisa didapat dan itu menjadi kebaikan bagi semuanya. Begitu pun juga dengan apa yang terjadi pada diri setiap manusia dimana akan selalu ada kebaikan di dalamnya.

Baca Juga:


Semoga kita semua bisa ikhlas dengan takdir yang Allah tetapkan seperti kematian ataupun musibah yang terjadi. Aamiin





close ini