Kisah Sahabat Nabi: Berkat Memuliakan Rasul, Anak Yang Sudah Meninggal Bisa Hidup Kembali




Kisah Sahabat Nabi: Berkat Memuliakan Rasul, Anak Yang Sudah Meninggal Bisa Hidup Kembali
Ilustrasi



Kisah Sahabat Nabi: Berkat Memuliakan Rasul, Anak Yang Sudah Meninggal Bisa Hidup Kembali



Suatu hari para sahabat Nabi bersama Rasul sedang bekerja bakti membangun parit sebagai persiapan perang khandaq. Kebetulan lokasinya tak jauh dari rumah sahabat Jabir RA. Melihat Rasulullah SAW dan para sahabat yang merasa kelelahan sahabat Jabir berinisiatif pulang meminta istrinya untuk menyiapkan makanan. Kemudian sahabat Jabir meminta ijin kepada Rasulullah untuk meninggalkan tempat kerja bakti tersebut dan pulang menemui istrinya.

Sesampainya di rumah, sahabat Jabir menemui istrinya dan mengutarakan keinginannya untuk menjamu Rasulullah dan para sahabatnya di rumah mereka.

Apakah ada makanan untuk menjamu Nabi Allah dan para sahabatnya?” tanya sahabat Jabir.

Kita hanya mempunyai seekor anak kambing dan sedikit susu.” Jawab istri Jabir.

“Baiklah, tak apa-apa, tolong siapkan semuanya dengan baik, sebentar lagi akan aku ajak Rasulullah dan para sahabat untuk makan di rumah kita.” kata sahabat Jabir kepada istrinya.

Kemudian istrinya mulai menyiapkan jamuan sambil menjaga dua anak mereka. Sang istri mulai memasak makanan sedangkan sahabat Jabir kembali menemui Rasulullah dan para sahabatnya di tempat pembuatan parit.

Mulanya anak kambing itu disembelih di belakang rumahnya, kemudian dibersihkan dan diolah menjadi masakan. Sementara itu sedari tadi dua anak itu mengamati ibunya yang sedang mengolah kambing dari mulai menyembelih sampai memasaknya. Akhirnya timbul di benak dua anak tadi untuk bermain sembelih-sembelihan meniru cara ibunya memotong kambing dengan menjadikan sang adik sebagai kambing yang hendak disembelih. Tanpa sepengetahuan ibunya mereka pergi ke lantai atas dapur sambil membawa pisau yang tajam, kemudian melakukan adegan penyembelihan kambing.

Saat sedang mengolah masakan di dapur, sang Ibu tiba-tiba melihat darah yang menetes dari lantai atas dapur. Sang Ibu mulai khawatir, dari mana asal tetesan darah itu? Sang Ibu memanggil anak-anaknya untuk memastikan apakah mereka baik-baik saja. Mendengar panggilan Ibunya sang kakak jadi ketakutan karena telah membuat adiknya mati bersimbah darah, akhirnya dia bergegas menuruni tangga dengan ketakutan sampai tergelincir dan jatuh sang kakak akhirnya meninggal juga.

Melihat ada yang kurang beres di lantai atas sang ibu mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi. Dia sangat terkejut karena dua anaknya telah meninggal dunia karena jatuh. Sang ibu sedih namun juga ketakutan dan bingung bagaimana nanti menjelaskan pada suaminya terkait musibah ini.

Sang Ibu bergegas membersihkan darah yang berceceran di lantai kemudian membersihkan anak-anaknya dan memandikannya. Setelah itu dua anak tadi dipakaikan pakaian yang layak dan dibaringkan di atas tempat tidur layaknya orang yang sedang tertidur.

Saat waktu makan siang tiba datanglah sahabat Jabir bersama Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang berjumlah cukup banyak. Sahabat Jabir mempersilahkan Rasulullah untuk masuk ke dalam rumahnya yang mungil. Melihat rumah sahabat Jabir yang mungil Rasulullah berdoa kepada Allah, seketika rumah sahabat Jabir yang sempit itu menjadi luas dan cukup untuk menampung para sahabat yang cukup banyak itu.

Setelah semuanya duduk, Rasulullah bertanya pada sahabat Jabir,

Dimana putramu jabir biasanya setiap aku berkunjung mereka selalu menyambutku?” tanya Rasulullah.

Sebentar Ya Rasul akan saya panggilkan.” Jawab sahabat Jabir.

Kemudian sahabat Jabir menanyakan pada istrinya dimana putra-putra mereka? istrinya menjawab putra-putra kita sedang tertidur pulas, mungkin kelelahan setelah bermain tadi.

Sahabat Jabir kembali menemui Rasulullah dan mengatakan bahwa putra-putranya sedang tidur. Mendengar itu Rasulullah SAW malah menyuruh sahabat Jabir untuk membangunkan putra-putranya dan mengajak untuk makan bersama-sama.

Tak berapa lama tiba-tiba putra-putranya yang telah meninggal tadi berlari menghampiri Rasulullah seraya berebut bersalaman dengan beliau. Melihat itu istri Jabir sangat kaget dan tak kuasa menangis saking terharu dan bahagia melihat anaknya hidup kembali.

Seporsi daging anak kambing dan seteko susu telah siap dihidangkan, sahabat Jabir berkata pada Rasulullah,

Maaf wahai Rasulullah, adanya cuma ini semoga cukup untuk menjamu semua tamu.”

Mendengar perkataan sahabat Jabir Rasulullah hanya tersenyum dan berkata,

Insya Allah cukup sahabat Jabir, tuangkan saja susunya di gelas-gelas mereka.” Perintah Rasulullah SAW.

Dan sekali lagi mukjizat itu terjadi lagi susu yang hanya seteko dapat mencukupi untuk menjamu Rasulullah dan para sahabat yang jumlahnya cukup banyak dan seporsi daging seekor anak kambing dapat mencukupi dimakan oleh semuanya.

Semoga ada hikmah yang dapat diambil dari kisah ini. Betapa mulianya hati sahabat Jabir dan keluarga dalam memuliakan Nabi dan para tamunya walaupun dalam keadaan kekurangan dan ditimpa musibah.

Alhamdulillah, berkat keikhlasan hati dalam memuliakan seorang Nabi, dengan izin Allah dua anak yang meninggal bisa hidup kembali, Rumah yang mungil menjadi muat menampung banyaknya para sahabat dan makanan yang sedikit bisa dinikmati oleh banyak orang.

Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad.