Info Islami: Ketika Melihat Kamar Pendiri NU Kiai Hasyim Asy’ari, Ternyata Isinya...




Info Islami: Ketika Melihat Kamar Pendiri NU Kiai Hasyim Asy’ari, Ternyata Isinya...

Info Islami: Ketika Melihat Kamar Pendiri NU Kiai Hasyim Asy’ari, Ternyata Isinya...

Pendiri NU atau Nahdatul Ulama yang sangat disegani dan dihormati meskipun ia telah tiada, tak lain adalah Kiai Haji Hasyim Asy’ari. Dalam menyampaikan agama, beliau dikenal sangat rendah hati dan membaur bersama dengan masyarakat. Tak salah jika masyarakat, terutama dari kalangan NU begitu rindu akan kehadirannya.

Dalam mendalami ilmu agama, KH Hasyim Asy’ari pernah mondok di Pesantren Langit yang berada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dilansir dari Nu.Or.Id, KH Hasyim telah menghabiskan 3 tahun untuk menuntut ilmu, tepatnya di akhir tahun 1900-an.

Kala itu, KH Hasyim Asy’ari sempat berteman dengan salah satu ulama yang sangat disegani yakni Syaikhona Kholil. Namun pertemanan mereka hanya berumur 6 bulan saja dan karena penasaran dengan ilmu yang dimiliki oleh Syaikhona, akhirnya KH Hasyim Asy’ari berguru ke daerah Bangkala madura.

Di Pesantren Langitan tersebut, KH Hasyim Asy’ari tinggal di kamar nomor 9 di asrama Al Maliki. Kamar tersebut merupakan kamar yang sangat istimewa sehingga pengasuh pondok pesantren sebelumnya telah mewasiatkan agar kamar tersebut jangan sampai dipugar. Memang kenyataannya demikian dan hanya ada beberapa perbaikan saja dikarenakan rusak.

Tak hanya KH Hasyim Asy’ari saja yang mondok di pesantren tersebut, beberapa tokoh ulama NU yang lain pun mengkaji ilmu agama di sana. Mereka antara lain KH Shidiq yang merupakan ayah dari KH Ahmad Shidiq, KH Syamsul Arifin yang merupakan ayah dari KH As’ad Syamsul Arifin serta KH Wahab Hasbullah.

Ketika Melihat Kamar Pendiri NU Kiai Hasyim Asy’ari,

Ketika melihat kamar nomor 9 yang pernah ditempati oleh KH Hasyim Asy’ari, ternyata luasnya tidak begitu besar. Kamar itu hanya berukuran 3 x 3 meter dengan tinggi 2,5 meter.

Pihak pondok pesantren memang sebelumnya mengunci dan mengosongkan kamar tersebut karena memiliki nilai sejarah yang banyak. Akan tetapi pihak pengasuh pondok pesantren kemudian memberi kesempatan kepada anak didiknya untuk bisa menempati kamar tersebut dengan syarat bahwa mereka harus rajin mengaji dan mau bertirakat. Jika lalai dari kewajiban tersebut, mereka harus siap dikeluarkan dari kamar yang sangat bersejarah itu.

Setelah ditelusuri, kamar bekas KH Hasyim Asy’ari itu kini dihuni oleh 10 santri. Di dalamnya terdapat berbagai kitab, buku-buku serta pakaian dari para santri. Meski terlihat biasa, namun hanya santri yang istimewa saja yang bisa menempatinya dari 5000 santri yang ada.

Semoga akan lahir ulama-ulama besar lainnya dari pesantren tersebut yang mampu menyebarkan agama Islam dengan cara yang santun dan sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Aamiin