Beginilah Cara Membangunkan Anak Sholat Subuh Yang Efektif




Cara Membangunkan Anak Sholat Subuh Yang Efektif │ Alkisah di pengajian rutin ibu-ibu, seorang ibu memberanikan diri unjuk jari menanyakan satu persoalan hidupnya, pada Ustadz yang mengisi acara kala itu.

“Emmh Begini pak Ustadz.... Saya mempunyai 3 orang anak perempuan yang semuanya begitu susah dibangunkan. Jika subuh datang, tidur mereka begitu pulas. Malah terdengar dengkuran halus dari ketiganya. Padahal volume suara saya ketika membangunkan sudah begitu tinggi. Saya pun sudah coba membangunkan mereka dengan cara di tepuk-tepuk, namun tak satu pun dari mereka yang bangun.”

Beginilah Cara Membangunkan Anak Sholat Subuh Yang Efektif

“Emmh kira-kira gimana solusinya yah, Pak Ustadz?”. Tanya si ibu, “Jadinya anak-anak saya sering sekali terlewat sholat subuh, padahal ada satu diantaranya yang sudah haidh, bukankah itu tandanya dia sudah baligh ya Pak Ustadz?” Sambung si ibu.

“Bu.... coba ibu bayangkan, bagaimana jika aliran listrik di kamar ketiga putri ibu itu korsleting. Lalu percikan listrik itu mengenai gorden kamar hingga terjadi kebakaran. Kebetulan peristiwa itu terjadi di subuh hari, ketika ketiga putri ibu terlelap tidur. Apa yang akan ibu lakukan?” Tanya sang Ustadz.

“Tentu saja aku akan bangunkan mereka, ustadz.” Jawab si ibu cepat.

“Tapi bukankah mereka sangat sulit untuk dibangunkan?”. Balas sang Ustadz.

“Memang, Pak Ustadz. Tapi.... Demi Allah, saya akan berusaha bangunkan mereka dengan keras meski harus menyeret mereka.” Jawab si ibu.

“Nah, demikian keras dan gigihnya usahamu untuk menyelamatkan putri-putrimu dari ancaman api dunia. Maka lakukanlah hal serupa untuk menyelamatkan mereka dari api akhirat yang jauh lebih panas.” Kata sang Ustadz.

***

Jadi itulah cara membangunkan anak sholat subuh yang efektif. Kuncinya terletak pada seberapa gigih dan sabarnya orang tua dalam melakukannya. Ternyata usaha kita sebagai orang tua selama ini belum maksimal. Kita sering dilanda rasa tidak tega membangunkan anak yang tengah terlelap tidur. Kita selalu berpikiran, ‘Tak apa lah, kasian. Biarkan ia tidur saja, toh dia masih kecil. Belum terkena dengan kewajiban agama'.

Itulah buah pikiran yang kelak akan menyengsarakan diri sendiri dan anak kita tercinta. Membiarkan anak terlelap tidur di waktu sholat subuh bukanlah bentuk kasih sayang. Ia justru adalah suatu kesalahan besar yang kerugiannya tidak bisa ditebus dengan apa pun.

Jika tidur di waktu subuh sampai terlewat sholat subuh terus dibiarkan hingga mengakar jadi kebiasaan maka ketika ia beranjak akil baligh, kebiasaan ini akan sulit dirubah. Sedangkan goresan pena malaikat tentang pahala dan dosa sudah berlaku padanya.

Sering terjadi dimana usaha membangunkan anak dengan tujuan agar ia tidak terlambat sekolah begitu gigih dilakukan. Dan itu berhasil, sang anak mau bangun dan memaksakan diri mandi pagi lalu siap-siap berangkat. Akan tetapi ketika hari minggu tiba, usaha membangunkan anak untuk sholat subuh pun mulai mengendur. Dengan dalih ‘kasian’ sang ibu membiarkan anaknya tidur sampai siang. Mumpung libur, pikirnya.

Padahal ibadah kepada Allah tidak ada liburnya. Mengapa membangunkan anak untuk bersekolah begitu gigih dilakukan hanya karena anaknya takut kesiangan dan khawatir dihukum oleh sang guru? Sedangkan membangunkan anak untuk sholat subuh begitu disepelekan. Apakah orang tua tidak takut dan khawatir anaknya akan dihukum oleh Sang Kholiq?

Bukankah hukuman yang diberikan manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan hukuman-Nya?

Maka, wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Lalu tetap jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.

Demikian cara membangunkan anak sholat subuh yang tak hanya efektif, namun juga bisa mendidik anak untuk mandiri bangun dan melakukan kewajibannya hingga ia dewasa nanti.