Alhamdulillah, Musa Berhasil Raih Juara Tiga Penghafal Al Qur'an Cilik Sedunia




Alhamdulillah, Musa Berhasil Raih Juara Tiga Penghafal Al Qur'an Cilik Sedunia

Alhamdulillah, Musa Berhasil Raih Juara Tiga Penghafal Al Qur'an Cilik Sedunia

Salah satu Hafiz cilik Indonesia, Musa, melaju ke babak final lomba menghafal Al Quran tingkat internasional di Mesir. Untuk menjadi yang terbaik dalam ajang ini, bocah 7 tahun itu harus bersaing dengan enam finalis lainnya yang berasal dari berbagai negara.

Penampilan Musa pun dalam final itu direkam oleh sang ayah, La Ode Abu Hanafi. Video tersebut kemudian diunggah ke jejaring sosial Facebook.

Dalam video itu tampak Musa menjawab sejumlah tantangan yang dilontarkan oleh juri. Dengan kata lain, Musa mampu melahap tantangan itu dengan lancar.

“Semua lancar.... 6 pertanyaan... biiznillah lancar,” tulis La Ode Abu Hanafi. “Alhamdulillah, Allah berikan kemudahan pada Abang Musa untuk menjawab seluruh pertanyaan tanpa salah,” tambah dia.

Namun bukan berarti bukan tanpa kekurangan. Menurut Abu Hanafi, putranya itu masih belum sempurna saat melafalkan huruf ‘ra’ dan ‘ain’. “Meski itu tidak ditegur oleh juri tapi itu mengurangi penilaian.”


Alhamdulillah Musa yang merupakan penghafal Al Quran 30 Juz memperoleh peringkat ketiga dalam Musabaqah Tilawatil Quran Internasional ke-23 di Mesir.

Dikutip dari iqna.ir yang disiarkan menggunakan bahasa Arab diketahui bahwa Musa mewakili Indonesia dengan perolehan nilai 91,17.

“Adapun di perlombaan kategori menghafal al-quran tingkat internasional di Mesir. Duduk di peringkat pertama Ala Muhammad (9 tahun) dari Provinsi Buhairah dengan nilai 98,58, selanjutnya di ikuti peringkat kedua Bilal Muhammad Sayyid (10 tahun) dan dilanjutkan dengan peringkat ketiga musa (7 tahun) dari indonesia dengan nilai 91,17,” Demikian kutipan pemberitahuan juri yang diterjemahkan oleh akun Facebook Al-Faqir dalam laman komentar status La Ode Abu Hanifa, Rabu (13/4).

Berbagai komentar dari berbagai kalangan membanjiri status tersebut terutama ucapan rasa syukur atas prestasi yang ditorehkan oleh Musa, sang Hafidz cilik.

Siapakah Sebenarnya Musa Dan Bagaimana Cara Ia Menghafal?

Musa yang lebih dikenal dengan Musa Hafizh cilik lahir di Bangka pada tahun 2008. Selain menghafal Al Quran, ia juga menghafalkan matan-matan hadis penting, seperti Arbain Nawawi dan lainnya.

Akan tetapi namanya terkenal ke khalayak ramai baik di dalam negeri maupun di luar negeri seperti Malaysia dan Singapura setelah mengikuti dan meraih juara pertama pada program Hafiz Indonesia 2014 di RCTI.

Dalam acara tersebut Musa menjadi pusat perhatian di saat berusia sangat muda yakni 5,5 tahun namun telah mampu menghafalkan 29 Juz dari total 30 Juz Al Quran.

Sebelumnya Musa juga diutus untuk mengikuti perlombaan hafalan Al Quran tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi sebagai perwakilan Indonesia dimana Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding.

Pada bulan Agustus 2014, Musa memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia.

Agar lafal dan ayat-ayat Al Quran tetap melekat diingatan sang buah hati, La Ode Abdul Hanafi selaku ayahnya mewajibkan putranya Musa mengaji tiga kali dalam sehari.

Meski fokus dengan pendidikan agama, namun pria keturunan Buton Sulawesi Tenggara ini tak lantas mengabaikan pendidikan formal Musa.

" Agar tidak lupa, sehari tiga kali saya dampingi dia membaca Al Quran. Agar Musa berkonsentrasi, kami orang tua memilih jalur pendidikan secara home schooling," ungkap Abdul Hanafi, Rabu (6/4/2016).

Semoga keberhasilan Musa dalam menempati posisi ketiga lomba penghafal Al Quran Cilik Sedunia ini bisa memotivasi lagi generasi muda untuk semakin giat memelihara pedoman hidup umat islam tersebut dalam hati dan jiwanya.