10 Sebab Datang Dan Hilangnya Hidayah Allah




Sebab datang dan hilangnya hidayah Allah kiranya perlu kita perhatikan dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai hidayah yang telah ada dalam diri kita hilang begitu saja. Hidayah Allah adalah nikmat terbesar bagi manusia, karena dengannya diri kita bisa mencapai kebahagiaan hakiki di akhirat kelak. Sedangkan tidak ada atau hilangnya hidayah pada diri seseorang menyebabkan orang tersebut jauh dari ridho-Nya dan dekat dengan murka-Nya.

10 Sebab Datang Dan Hilangnya Hidayah Allah

Nah, apa saja sebab datang dan hilangnya hidayah Allah? Berikut kami uraikan sebab-sebab datangnya hidayah.

1. Berdo’a Memohon Diberi Hidayah

Hidayah adalah taufik dari Allah. Maka berdo’a memohon hidayah-Nya adalah salah satu sebab datangnya hidayah itu sendiri. Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku niscaya Aku akan berikan petunjuk kepada kalian”.

Jikalau tidak ada hidayah dari-Nya maka tentulah kita menjadi orang yang tersesat. Allah yang Maha Pemurah-lah yang menjadikan kita berada dalam jalan hidayah. Maka berdo’alah selalu memohon diberi hidayah oleh-Nya.

Pertanyaan selanjutnya, apa do’a agar diberi hidayah Allah?

Bagi umat muslim yang sudah terbiasa melakukan sholat 5 waktu, do’a permohonan hidayah sudah tercantum dalam surat Al Fatihah yang wajib dibaca di tiap-tiap raka’at shalat. Lafadz do’a tersebut yakni: “Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al Fatihah: 6-7)

Maka sebaliknya, orang yang enggan berdo’a kepada Allah untuk memohon hidayah menjadi salah satu sebab hilangnya hidayah itu dari dirinya. Padahal kebutuhan manusia akan hal ini sangatlah besar hingga Quran surat Al Fatihah tersebut diwajibkan dibaca pada setiap raka’at sholat.

Namun sayangnya, dewasa ini banyak kaum muslim yang meninggalkan sholat. Atau kalau pun ia sholat, sholatnya dalam keadaan lalai dari mengingat Allah kecuali sedikit saja. Ia bahkan tidak sadar atau tidak tahu arti dari do’a-do’a dalam sholat yang diucapkannya. Maka do’a yang seperti itu, sama saja dengan tidak berdo’a. Ia layaknya ucapan orang tak sadar yang sedang mengigau saja. Maka ucapannya tidak dapat dimengerti siapa pun hingga tiada manfaat yang akan ia peroleh dari ucapannya itu.

Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya barangsiapa yang enggan untuk memohon kepada Allah maka Dia akan murka kepadanya.”

2. Menggantungkan Diri Hanya Kepada Allah

Menggantungkan diri hanya kepada Allah adalah sebab utama turunnya hidayah. Bahkan inilah makna taufik yang sesungguhnya sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnul Qoyim:

“Kunci pokok segala kebaikan adalah dengan kita mengetahui (meyakini) bahwa apa yang Allah kehendaki (pasti) akan terjadi dan apa yang Dia tidak kehendaki maka tidak akan terjadi.”

"Karena pada saat itulah kita yakin bahwa semua kebaikan (amal shaleh yang kita lakukan) adalah termasuk nikmat Allah (karena Dia-lah yang memberi kemudahan kepada kita untuk bisa melakukannya), sehingga kita akan selalu mensyukuri nikmat tersebut dan bersungguh-sungguh merendahkan diri serta memohon kepada Allah agar Dia tidak memutuskan nikmat tersebut dari diri kita. Sebagaimana (kita yakin) bahwa semua keburukan (amal jelek yang kita lakukan) adalah karena hukuman dan berpalingnya Allah dari kita, sehingga kita akan memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar menghindarkan diri kita dari semua perbuatan buruk tersebut, dan agar Dia tidak menyandarkan (urusan) kita dalam melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan kepada diri kita sendiri.” Sambungnya

3. Mengikuti Ajaran Agama Secara Kaffah

Dengan mengikuti segala perintah Allah dan menjauhi laranganNya, maka Allah akan memberikan hidayah kepada orang tersebut.

Allah telah berfirman dalam surat Thaha ayat 123 yang artinya:

“Maka jika datang kepadamu (wahai manusia) petunjuk dariKu lalu barang siapa yang mengikuti petunjukKu, maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara (dalam hidupnya)”

Tidak akan tersesat dalam ayat diatas berarti akan selalu dibimbing menuju kebahagiaan serta ketentraman baik di dunia maupun di akhirat.

4. Membaca Al Quran Dan Meresapi Kandungan Ayat-Ayatnya

Berbagai kisah nyata tentang seseorang yang mendapatkan hidayah bermula dari ketertarikannya terhadap Al Quran dan memahami makna yang terkandungnya. Sungguh memang Allah menjadikan Al Quran sebagai gerbang untuk mendapatkan hidayah sebagaimana firmanNya.

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS Al Isra 9)

Maksud bahwa Al Quran menunjukkan jalan yang paling lurus adalah mencakup segi keyakinan, beramal dan bertingkah laku sehingga semakin sempurnalah orang yang mau membaca dan mengamalkan isi Al Quran.

5. Menjadikan Rasulullah Teladan

“Dialah (Allah Ta’ala ) yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkannya terhadap semua agama dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS Al Fath 28)

Berarti tidaklah Rasulullah diutus tanpa membawa petunjuk dan agama yang benar. Maka sudah sepantasnya bagi umat manusia untuk mengikuti teladan Rasulullah yang tentu saja sudah mengamalkan apa yang dibawanya.

6. Mengikuti Amalan Dan Pemahaman Para Sahabat Rasul

Selain mengikuti teladan Rasulullah, kita pun dianjurkan untuk mengikuti amalan ataupun pemahaman para sahabat dalam beragama. Mereka merupakan sebaik-baik manusia yang beriman kepada Allah dan RasulNya sehingga Allah pun memberikan wasiat kepada kita semua untuk mengikuti mereka.

“Jika mereka beriman seperti keimanan yang kalian miliki, maka sungguh mereka telah mendapatkan petunjuk dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam perpecahan.” (QS Al Baqarah 137)

‘Kalian’ disini menunjuk kepada para sahabat dan ‘mereka’ menunjukkan kepada umat setelahnya.

7. Meneladani Perilaku Orang Shaleh

Cara mencari hidayah selanjutnya adalah dengan mengikuti perilaku orang-orang shaleh karena sesungguhnya mereka pun telah mengikuti teladan Rasulullah dalam kesehariannya dan senantiasa mendapatkan petunjuk dari Allah.

Allah berfirman dalam Al Quran

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.” (QS Al An’am 90)

8. Beriman Kepada Takdir Allah Secara Benar

Penyebab datangnya hidayah bisa muncul ketika seseorang bisa menyikapi suatu musibah atau takdir Allah dengan benar.

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin llah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS At Taghabun 11)

Sehingga bagi mereka yang beriman secara benar, akan tumbuh hidayah dalam dirinya lewat kepasrahan kepada Allah. Sementara jika menyikapi musibah secara salah, yang ada justru sebaliknya dimana hidayah tidak akan datang dan membuat hidup menjadi gelap.

9. Sungguh-Sungguh Dalam Mencari Hidayah Allah

Hidayah merupakan rahasia Allah yang bisa datang kepada siapa saja. Akan tetapi kita pun bisa mengikhtiarkan datangnya hidayah dengan cara bersungguh-sungguh dalam mencarinya.

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari kerihoan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Al Ankabut 69)

10. Menerima Keindahan Islam Dengan Lapang Dada

Ketika kita mau ikhlas melakukan apa yang Allah pinta lewat ajaran agama Islam, maka seketika itu juga Allah akan memberikan petunjuk atau hidayah kepada kita. Namun sebaliknya, jika kita enggan ikhlas dan lapang dada terhadap ajaran Islam, maka hidayah pun enggan datang dan itu merupakan siksaan bagi orang yang tidak beriman.

Keterangan diatas memang sebagian besar menunjukkan cara mendatangkan hidayah Allah, sehingga sebab hilangnya hidayah Allah adalah kebalikan dari melakukan hal tersebut yakni enggan melakukan.

Demikian penjelasan singkat tentang sebab datang dan hilangnya hidayah Allah kepada diri kita. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba yang terus mendapatkan hidayah terindah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin




loading...

close ini