Allahu Akbar, Filsuf Inggris Ini Berharap Islam Jadi Jalan Bagi Dunia. Bagaimana Dengan Kita?




KabarMakkah.Com – Islam sejatinya merupakan agama yang dibawa oleh para Nabi khususnya oleh Rasulullah dan merupakan ajaran terbaik hingga akhir zaman. Tak ada yang bisa menandingi kebenaran dan keagungan dari Islam. Bahkan hanya Islam-lah satu-satunya agama yang Allah ridhai dan akan diterima di akhirat nanti.

Sosok seorang Rasulullah yang merupakan pembawa ajaran Islam adalah sosok yang menjadi suri tauladan bagi seluruh umat manusia. Akhlak dan perbuatannya yang selalu dalam arahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menjadi sebuah perbaikan bagi setiap perilaku manusia yang sudah tidak bisa ditoleran. Beliau juga menjadi utusan yang tak hanya mengemban syariat, namun juga sebagai penyempurna akhlak manusia untuk mencapai kesempurnaan derajat di hadapan Allah dan makhluk seluruhnya.

Allahu Akbar, Filsuf Inggris Ini Berharap Islam Jadi Jalan Bagi Dunia. Bagaimana Dengan Kita?

Tak hanya dalam tingkat pribadi, pesona akhlak Rasulullah nampak jelas dalam berbagai sudut kehidupan seperti dalam tingkat keluarga, masyarakat hingga kiprahnya menjadi seorang pemimpin umat Islam.

Dalam tingkat pribadi, Rasulullah yang begitu menjadi panutan manusia ini tidak sedikit pun melakukan tindakan sia-sia yang hanya berujung kepada celakanya diri. Beliau juga tak pernah terbesit melakukan perbuatan yang hanya memperkeruh jiwa dan pikirannya. Semua yang beliau lakukan mulai dari apa yang dimakan, apa yang dibicarakan dan apa yang dikerjakan, semuanya tidak ada yang sia-sia. Justru semuanya mengandung kebaikan yang dapat dirasakan pula oleh kita yang mau mengamalkannya.

Ketika berada di keluarga, Rasulullah merupakan pribadi yang sangat romantis terhadap seorang istri. Beliau tak sedikit pun segan dalam membantu pekerjaan rumah tangga di tengah kesibukannya memimpin umat. Hampir berbagai kegiatan di rumah ia lakukan tanpa harus selalu menyuruh sang bidadari surga. Kegiatan seperti menjahit baju dan memperbaiki sandal sendiri hampir bisa kita temukan dalam hadistnya yang agung.

Pun dalam akhlak terhadap istri, beliaulah yang paling baik untuk ditiru. Tak sedikit pun istrinya mengeluh bahwa suaminya tersebut marah ataupun berkeluh kesah. Bahkan ketika Rasulullah tak mendapati makanan di rumah sang istri, beliau tidak langsung marah dan kesal. Justru ia langsung meniatkan berpuasa sunat tanpa sedikit pun mengeluh.

Rasulullah merupakan pribadi yang tak ada tandingnya. Beliau melakukan apapun yang bisa beliau lakukan tanpa harus menyusahkan orang lain. Padahal di luaran sana, banyak pemimpin di bawahnya yang memiliki pembantu untuk mengurusi keperluan mereka.

Ketika Rasulullah di tengah-tengah masyarakat, Rasulullah kecil sudah dikenal dengan gelar “Al Amin” yang artinya terpercaya. Beliau juga merupakan sosok yang menjadi solusi bagi banyak orang ketika terjadi pertumpahan darah saat peletakan Hajar Aswad.

Dalam hal dakwah, sekalipun banyak orang yang menolak ajakannya, namun mereka begitu percaya kepada Muhammad bin Abdullah baik dalam menitipkan barang ataupun uang. Mereka pun begitu percaya dengan menjadikannya hakim ketika terjadi perselisihan karena sosoknya yang jujur dan tidak berat sebelah.

Tak cuma jujur dan dapat dipercaya, beliau pun merupakan pribadi yang senang menolong, baik hati dan tidak memiliki rasa dendam meski telah dihina dan dilukai. Sungguh tak pantas seorang manusia pun yang menghinanya.

Rasulullah juga sangat baik dan tertata dalam pemerintahan. Masyarakat badui yang jahiliyah bisa dirubah menjadi seorang yang beradab dan bahkan mampu menjadi pemimpin yang cahayanya menerangi berbagai belahan dunia.

Akhlak inilah yang menjadikan seorang filsuf Inggris yang non muslim menyampaikan pengakuannya tentang Rasulullah. Filsuf bernama Bernard Shaw mengutarakan kebenaran tentang cemerlangnya Islam karena akhlak pembawa ajarannya.

Ia pun memberikan harapan secara jujur tentang masa depan Islam

“Aku telah membaca kehidupan Rasul Islam dengan baik, berkali-kali dan berkali-kali. Dan aku tidak menemukan kecuali akhlak luhur yang semestinya. Dan aku berharap, Islam menjadi jalan bagi dunia.”

Sungguh, seorang filsuf yang non muslim saja mau mengakui kebenaran dan kepemimpinan seorang Rasulullah. Lantas mengapa kita begitu meragukannya dengan tidak mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari?

Sungguh malu rasanya jika merasa diri seorang muslim, namun tidak pernah sedikit pun mengikuti ajaran yang disampaikan Rasulullah. Bahkan kita terkadang menentangnya karena hawa nafsu yang meliputi diri.

Renungkanlah





loading...