Sudah Akhir Zaman, Saran Rasulullah: Menetaplah di 3 Negeri Ini




Akhir zaman merupakan sebuah masa perakhiran menjelang terjadinya hari kiamat. Berita tentang datangnya hari kiamat sudah sering dijelaskan dalam Alquran maupun Alhadist. Nyaris semua tanda-tanda yang dijelaskan dalam keduanya sering terjadi.

Bahkan, bisa di ambil kesimpulan bahwa saat ini kita sedang menanti datangnya tanda tanda kiamat akbar. menjelang terjadinya kiamat tersebut, maka akan terjadi berbagai adzab dan petaka yang akan melanda seluruh umat manusia di muka bumi ini.

Dajjal, yang sering digadang gadang oleh syaithon akan mulai menyebarkan fitnahnya ke berbagai penjuru dunia. Rasulullah SAW pun merekomendasikan beberapa negeri untuk ditinggali di akhir zaman nanti. Pasalnya, di negeri yang disebutkan dibawah ini sangat diberkahi. Berikut adalah negeri yang direkomendasikan Rasulullah untuk dihuni di akhir zaman nanti.

1. Makkah dan Madinah

Sudah Akhir Zaman, Saran Rasulullah: Menetaplah di 3 Negeri Ini
Makkah dan Madinah


Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah menjadi pilihan pertama yang direkomendasikan Rasulullah SAW untuk dihuni seluruh kaum muslimin. Karena di kota suci ini kaum muslimin akan terbebas dari fitnah dan gangguan Dajjal laknatullah alaihi. Berdasarkan beberapa hadits shahih, Allah SWT menjamin bahwa kota ini akan selalu dijaga oleh malaikat dari gangguan dan fitnah Dajjal.

Tiada suatu negeri pun melainkan akan diinjak oleh Dajjal, kecuali hanya Makkah dan Madinah yang tidak. Tiada suatu lorong pun dari lorong-lorong Makkah dan Madinah itu, melainkan di situ ada para malaikat yang berbaris rapat untuk melindunginya. Kemudian Dajjal itu turun lah di suatu tanah yang berpasir ( di luar Madinah ) lalu kota Madinah bergoncanglah sebanyak tiga goncangan dan dari goncangan-goncangan itu Allah akan mengeluarkan setiap orang kafir dan munafik (dari Makkah – Madinah) .” (HR. Muslim).

2. Yaman

Sudah Akhir Zaman, Saran Rasulullah: Menetaplah di 3 Negeri Ini
Old City Of Sana'a Yaman, Photo By Wikipedia


Allah SWT melebihkan negeri Yaman dibanding negeri-negeri lainnya setelah kota suci Makkah dan Madinah. Dalam Al Qur'an, Negeri ini mendapat julukan baldatun thoyyibatun wa Robbun ghofur (Negeri yang aman sentosa dan senantiasa mendapat ampunan Rabb-nya). Selain itu, Nabi Muhammad juga merekomendasikan negeri ini dihuni di akhir zaman.

Dalam sebuah hadits. Dari Abdullah bin Hawalah mengatakan, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Hendaklah kalian memilih Syam. Karena ia adalah negeri pilihan Allah. Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya. Jika tak bisa,  hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya). Karena Allah menjamin untukku negeri Syam serta penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban)

Dari Abu Hurairah – radhiyallahu ‘anhu – dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda: “Penduduk Yaman telah datang kepada kalian, mereka adalah orang-orang yang paling luluh hati, dan paling lembut hati, keimanan ada di Yaman dan hikmah ada di Yaman.” (HR: Bukhari – Muslim).

Dari sahabat Tsauban berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda,

Sesungguhnya kelak aku akan berada di samping telagaku. Kemudian Aku akan menghalangi orang-orang yang akan meminum dari telagaku, agar  penduduk Yaman dapat meminumnya terlebih dahulu. Aku memukul dengan tongkatku, sehingga air telaga tersebut mengalir untuk mereka.” (HR. Muslim)

Dari Ibnu Umar beliau menyebutkan Nabi shallallahu Alaihi Wasallam pernah berdoa: “Ya Allah berkahilah kami pada Syam dan pada Yaman.” (HR: Bukhari)

Lantas adakah doa yang lebih mustajab dibanding Doa dari Nabi Muhammad SAW?

Nabi Muhammad SAW bahkan pernah memuji kota ini dalam sabdanya, "Sesungguhnya aku benar-benar mencium harumnya karunia Tuhan yang Maha Pemurah dari Yaman. Berapa banyak mata air kemurahan dan hikmah yang terpancar dari sana."

Allah SWT juga berfirman dalam Alquran QS. Al-Maidah 54 yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas [pemberian-Nya] lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Maidah 54)

mengomentari ayat diatas, Sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa kaum yang disebutkan di atas adalah kaum Anshor. Namun, pendapat yang lebih kuat mengenai identitas kaum yang disinggung dalam ayat di atas; sebagaimana dijelaskan oleh pakar tafsir, Imam al Qurtubi, adalah penduduk negeri Yaman; kaumnya sahabat Abu Musa al Asy-‘asy’ari radhiyallahu’anhu.

Turunnya ayat ini, terang Imam Al Qurtubi, berhubungan dengan kabilah yang bernama al Asy-‘ari. Dalam riwayat disebutkan: setelah ayat ini turun, beberapa rombongan kapal dari kabilah al Asy-‘ari dan kabilah-kabilah lainnya dari negeri Yaman, datang melalui jalur laut. Mereka adalah kaum muslimin yang tertindas di negerinya ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam masih hidup. Mereka lah yang berjasa dalam penaklukan negeri Irak (dengan perang Al Qadisiyyah) di masa khalifah Umar radhiyallahu’anhu.

3. Syam

Wilayah Syam


Negeri syam adalah pilihan terakhir dari berbagai negeri yang direkomendasikan oleh nabi, Negeri ini senantiasa dijaga malaikat dan diberkahi Allah SWT. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda,

Beruntunglah negeri Syam. Sahabat bertanya: mengapa ? Jawab Nabi saw: Malaikat rahmat membentangkan sayapnya di atas negeri Syam.” (HR. Imam Ahmad)

Dijelaskan oleh Nabi bahwa negeri Syam di akhir zaman nanti akan menjadi pusat negeri Islam . Nantinya disinilah akan menjadi tempat huru-hara dan peperangan dahsyat.

Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. Nabi saw: Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.” (HR. Imam Ahmad)

Al-Masih Dajjal akan datang dari arah timur, ia menuju Madinah, hingga berada di balik Uhud, ia disambut oleh malaikat, maka malaikat membelokkan arahnya ke Syam, di sana ia dibinasakan, di sana dibinasakan.” (HR. Imam Ahmad).

Negeri Syam sendiri merujuk ke sejumlah negara di Timur Tengah seperti Lebanon, Palestina Dan Suriah. Terimakasih sudah membaca artikel ini. Ilmu pengetahuan sempurna datangnya dari Allah SWT. Wallahu A'lam